Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Salah seorang remaja bernama Salsabila (16), diduga jatuh ke sungai, tepatnya di Jembatan Potanga, Kelurahan Pilolodaa, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, ketika sedang asyik nongrkong bersama dengan rekan-rekannya.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, peristiwa itu terjadi pada Senin (14/4) sekitar pukul 00.50 Wita. Pada saat itu korban sedang nongkrong dengan rekan-rekannya di jembatan. Tiba-tiba saja korban terjatuh dan terseret arus sungai. Hal itu pun kemudian dilaporkan kepada pihak SAR Gorontalo.
Usai menerima laporan, tim gabungan SAR Gorontalo yang terdiri dari personel Tim Rescue KPP Gorontalo, personel Sabhara Polda Gorontalo, K-9 Polda Gorontalo, IEA Gorontalo, personel Polsek Kota Barat, Babinsa, Polairud Polda Gorontalo dan masyarakat serta keluarga korban, melakukan pencarian di seputaran lokasi kejadian.
Anggota Basarnas yang bertugas di lokasi, Alan Lasena mengungkapkan, tim gabungan telah melakukan pencarian intensif sejak Senin dini hari, sekitar pukul 02.00 WITA.
Metode pencarian yang diterapkan meliputi, penggunaan drone termal untuk pemantauan suhu tubuh, serta penyisiran di sekitar titik jatuhnya korban di bawah Jembatan Potanga hingga ke muara laut. Jarak penyisiran yang telah ditempuh mencapai sekitar 5 kilometer.
“Personel yang diturunkan dalam operasi pencarian ini terdiri dari 8 orang rescuer dari Kantor SAR Gorontalo, dibantu oleh potensi SAR, anggota Babinsa, dan personel TNI Polri,” jelas Alan Lasena.
Sementara itu, pantauan Gorontalo Post, pencarian terpaksa dihentikan oleh tim karena kondisi hari yang semakin gelap. Dan rencananya akan kembali dilakukan pencarian lanjutan pada besok hari (Hari ini,red).
Sementara itu, dalam pencarian korban, sejumlah alat telah digunakan oleh tim gabungan. Mulai dari satu unit truck personel, rescue car tipe I, perahu karet, drone thermal, Palsar komunikasi, Palsar evakuasi, perlengkapan APD, Palsar medis dan Palsar air.
“Yang menjadi kendala kami yakni, tidak ada saksi yang melihat posisi korban terakhir terlihat dan konsisi air sungai yang deras dan keruh,” pungkas Kepala Kantor Basarnas Gorontalo. (kif/MG-02)










Discussion about this post