Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pasangan calon gubernur-wakil gubernur, Nelson Pomalingo-Kris Wartabone memastikan menerima hasil rekapitulasi perhitungan suara dari KPU yang menetapkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur, Gusnar Ismail-Idah Syahidah sebagai pemenang Pilgub Gorontalo 2024.
Nelson-Kris juga memastikan tidak akan menggugat hasil Pilgub ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sikap itu disampaikan langsung calon gubernur Nelson Pomalingo, saat konferensi pers di rumah juang di Kecamatan Telaga Biru, Ahad (15/12).
Meski kalah, Nelson mengatakan, pihaknya tetap bergembira dengan perolehan suara pasangan Nelson-Kris sejumlah 110 ribu suara sehingga pasangan ini berada di urutan ketiga perolehan suara Paslon Pilgub.
“Saya bergembira dengan pak Kris termasuk tim pemenangan dan partai pengusung. Karena mereka adalah orang-orang yang ikhlas memilih kami dengan sadar. Karena memang kamilah yang paling efisien dan tidak menggunakan money politik,” ungkap Nelson.
Lebih jauh Nelson berharap kepada pemenang Pilgub untuk bisa merealisasikan janji politik yang sudah tertuang dalam visi misi. Pihaknya sambung Nelson, akan mengawal dan mengkritisi pemerintahan baru. “Itu bagian dari partisipasi kami membangun daerah,” tegasnya.
Lanjut dikatakan, kalaupun kami kalah tetapi mengawal dan mengkritisi itu penting dan berharap banyak pada pasangan yang terpilih untuk mengakomodir berbagai program yang mungkin baik untuk pembangunan dan masyarakat.
“Ada tiga kandidat yang mempunyai pemikiran-pemikiran hebat saat debat kemarin dan visi misi perlu diakomodir, agar lebih menyempurnakan semangat bangun daerah dan bangun daerah bukan bagi yang menang tapi kita semua. Karena ini untuk masyarakat Gorontalo,” jelas Nelson.
Pada kesempatan itu, Nelson juga menyentil perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan Pilkada termasuk pelaksanaan Pileg. Evaluasi diperlukan untuk perbaikan di masa mendatang.
“Orang mengatakan demokasi kita amburadul bahkan diwarnai dengan transaksional. Ini harus diperbaiki dan kami menyarankan pemilihan tertutup agar supaya partai politik kuat dan nuansa pengkaderan bagi kadernya, Sehingga kadernya hebat dan partai dibangun bersama hingga melahirkan anggota legislatif yang memang mengandalkan kemampuan dalam membangun bukan karena uang,” jelasnya. (wie)










