logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Proyek DAK Terancam Putus Kontrak, Invisible Hand ‘Bermain’ di RS Ainun

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 19 November 2024
in Headline
0
Tim reses Deprov dapil III Kabupaten Gorontalo meninjau proyek pembangunan gedung rawat inap di RS Ainun Habibie , kemarin (18/11). Proyek ini dibiayai dana alokasi khusus (DAK) 2024 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 30 miliar.

Tim reses Deprov dapil III Kabupaten Gorontalo meninjau proyek pembangunan gedung rawat inap di RS Ainun Habibie , kemarin (18/11). Proyek ini dibiayai dana alokasi khusus (DAK) 2024 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 30 miliar.

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Upaya pengembangan Rumah Sakit Provinsi Gorontalo, dr. Hasri Ainun Habibie, terus menemui jalan terjal. Jerih payah pemerintah provinsi meningkatkan status rumah sakit menuju tipe B yang mendapatkan dukungan maksimal dari Deprov Gorontalo, selalu berujung masalah.

Pemerintah Provinsi di era Gubernur-Wakil Gubernur, Rusli Habibie-Idris Rahim yang memulai pembangunan RS Ainun, memimpikan rumah sakit ini jadi pusat rujukan di Gorontalo.

Berbagai upaya untuk mempercepat pengembangan rumah sakit dilakukan. Diawali dari skema pengembangan kerjasama pemerintah daerah dengan badan usaha (KPDBU). Sayangnya upaya ini tak terwujud walau proses yang telah dilewati sangat panjang dan memakan biaya.

Saat opsi KPDBU gagal, Pemprov memilih opsi pengembangan melalui usulan pinjaman dana PEN. Pemerintah pusat mengabulkan proposal Pemprov dengan menyetujui pinjaman sebesar Rp 150 miliar. Dengan peruntukan Rp 100 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 50 miliar untuk pengadaan alat kesehatan.

Related Post

Gubernur Gusnar Ismail Serahkan Bantuan Banih Jagung untuk Petani di Kabupaten Gorontalo

Izin Tambang, IPR Dengilo Tunggu Persetujuan Pemkab

Non Subsidi, Harga BBM Naik, LPG Ikut Melambung

Gubernur – Wakil Gubernur Hadiri Rapat Konsolidasi UPT Kemendikdasmen di Gorontalo

Tapi saat Pemprov beralih kepemimpinan ke Penjagub Hamka Hendra Noer pada 2021, Pemprov memutuskan mengembalikan dana PEN itu karena khawatir proyek tak bisa selesai dan bisa berujung masalah hukum.

Asa untuk mengembangkan RS Ainun kembali hidup setelah tahun ini Kementerian Kesehatan mengucurkan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 30 miliar untuk mendanai pembangun gedung rawat inap.

Untuk naik status tipe B, salah satu syarat yang harus dipenuhi RS Ainun adalah ketersediaan 200 tempat tidur. RS Ainun yang saat ini masih berstatus rumah sakit tipe C, baru memiliki kapasitas 130 tempat tidur.

Kehadiran gedung rawat inap yang dibiayai alokasi DAK Kemenkes itu diharapkan akan memenuhi persyaratan itu. Tapi sayangnya, proyek pembangunan gedung rawat inap itu saat ini bermasalah. Proyek itu berpotensi putus kontrak karena hampir dipastikan tak akan bisa selesai tahun ini.

Saat pertemuan tim reses Deprov dapil III Kabupaten Gorontalo dengan jajaran direksi RS Ainun, kemarin (18/11) terungkap, realisasi fisik proyek itu sampai saat ini baru mencapai 30 persen. Padahal sesuai target, pada 15 November 2024 realisasi fisik pekerjaan harusnya sudah mencapai 70 persen. Sehingga ada defiasi sekitar 40 persen.

Tanda-tanda bakal molornya proyek ini memang sudah terlihat dari awal. Kontrak proyek ini sebetulnya sudah dimulai pada 21 Mei. Tapi pekerjaannya baru dimulai Agustus. “Kemungkinan besar bakal putus kontrak,” ujar Direktur RS Ainun, dr Fitriyanto Rajak pada pertemuan itu.

Anggota Deprov Ghalieb Lahidjun mengeluarkan pernyataan keras menyikapi persoalan ini. Politisi muda Golkar itu menyatakan, masalah yang muncul dalam proyek DAK ini merupakan persoalan yang berulang untuk pembangunan infrastruktur di RS Ainun. Karena sebelumnya RS Ainun sudah dua kali mengalami kegagalan yaitu KPDBU dan pinjaman dana PEN. “Ada invisible hand (intervensi pihak luar.red) yang mengatur-ngatur pihak rumah sakit,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, pihak direksi rumah sakit terus mengharapkan dukungan dari kalangan Deprov untuk pengembangan rumah sakit menuju tipe B.

Menurut Ghalieb, upaya Deprov untuk membantu pengembangan rumah sakit akan berjalan sia-sia jika campur tangan dari pihak luar itu masih terus berlangsung.

“Orang-orang yang selalu campur tangan itu akan membiarkan pihak rumah sakit ketika ada masalah. Sehingga Direktur dan jajarannya terkesan menjadi tumbal. Makanya campur tangan dari pihak luar ini harus diakhiri,” tegas Sekretaris Komisi IV itu.

Walau tak mengakui dengan lugas soal campur tangan pihak luar direktur RS Ainun, dr. Fitriyanto Rajak pada pertemuan itu mengaku, pihaknya akan selalu dibuat pusing ketika menerima kucuran dana besar untuk proyek fisik pengembangan rumah sakit.

“Mungkin kalau tidak ada pihak-pihak dari luar itu, tidak akan ruwet. Contohnya saja pengelolaan proyek dengan anggaran sedikit yang bersumber dari dana Pokir anggota DPRD. Itu bisa jalan dengan baik. Tidak akan ada masalah,” ujarnya.

“Makanya kalau ada anggaran besar dari pusat untuk rumah sakit lebih baik kami tidak ambil dari pada akhirnya bikin kami pusing, ” tambah Fitriyanto Rajak.

Dalam pertemuan itu, Ketua tim reses, Paris Jusuf menyarankan agar pihak Rumah Sakit dapat bersikap independen dan profesional dalam menyikapi masalah proyek pembangunan gedung rawat inap.  “Harus mandiri dalam mengambil keputusan. Saran saya jadilah diri sendiri,” tambahnya.

Anggota Deprov Hais Ayuwa menyarankan agar pihak rumah sakit untuk berani mengambil sikap menyikapi masalah yang ada. Dia menyarankan agar PPK berani mengambil putusan putus kontrak. “Harus punya nyali untuk ambil putusan tegas. Silahkan putus kontrak jangan ragu-ragu,” sarannya.

Sementara Anggota Deprov Fadli Hasan menyarankan agar rumah sakit menemui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta agar anggaran pembangunan gedung rawat inap bisa dikucurkan kembali tahun depan. “Karena kalau berharap proyeknya bisa selesai rasanya sudah mustahil,” tambahnya. (rmb)

Tags: DAK KemenkesPembangunan RSUD dr. Hasri Ainun HabibieProyek DAKRSUD dr. Hasri Ainun Habibie

Related Posts

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyerahkan bantuan benih jagung kepada petani di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jumat (17/4). (Foto : Haris/diskominfotik)

Gubernur Gusnar Ismail Serahkan Bantuan Banih Jagung untuk Petani di Kabupaten Gorontalo

Tuesday, 21 April 2026
Wardoyo Pongoliu

Izin Tambang, IPR Dengilo Tunggu Persetujuan Pemkab

Tuesday, 21 April 2026
Bahlil Lahadalia

Non Subsidi, Harga BBM Naik, LPG Ikut Melambung

Monday, 20 April 2026
Gubernur Gusnar Ismail bersama Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie menghadiri rapat konsolidasi dengan UPT Kemendikdasmen di aula BPMP Provinsi Gorontalo, Jumat (17/4). (Foto : Haris/diskominfotik)

Gubernur – Wakil Gubernur Hadiri Rapat Konsolidasi UPT Kemendikdasmen di Gorontalo

Monday, 20 April 2026

Hari Pertama Ramadan, Center Point Dipadati Pemburu Takjil

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Next Post
Pemeriksaan handphone yang dilakukan oleh Sipropam dan PJU Polresta Gorontalo Kota terhadap para personel, untuk mengecek apakah ada yang terlibat judi online.

Handphone Personel Polresta Diperiksa Mendadak, Chek Aplikasi Judol, Kapolresta Janji Berikan Tindak Tegas Bila Ditemukan

Rekomendasi

Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Pendataan kuburan oleh Lurah Tapa Wirna S Pakaya yang disaksikan langsung oleh para ahli waris atau keluarga dari yang meninggal dunia. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Ahli Waris Protes Pekuburan Keluarga di Terminal 42 Dipindah ke TPU

Monday, 20 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    175 shares
    Share 70 Tweet 44
  • Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Batas-Batas Pengobatan

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.