logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Headline

Prof.Winarni Monoarfa Memaknai Hari Kemerdekaan : Butuh ‘Jiwa Baru’, jadi Bangsa yang Visioner

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Friday, 18 August 2023
in Headline
0
Prof.Winarni Monoarfa Memaknai Hari Kemerdekaan : Butuh ‘Jiwa Baru’, jadi Bangsa yang Visioner

Prof.Winarni Monoarfa, saat menjadi inspektur upacara penurunan bendera HUT ke 72 RI, tahun 2017 tingkat Provins Gorontalo. (foto : dok /pemprov Gorontalo)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

gorontalopost.id – Gagap gempita perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 tahun 2023 sangat terasa, apalagi di Gorontalo. Nuansa merah putih ada dimana-mana, giat 17-an semarak dilakukan, tak hanya sehari tapi bakal terus berlangsung selama agustus. Masyarakat Gorontalo selalu menyambut istimewa hari kemerdekaan, hal itu karena Gorontalo punya jiwa patriorik sejak lama. 

Seperti yang diungkapkan Prof. Dr.Ir.Hj. Winarni Monoara, MS. Guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) ini mengatakan, Gorontalo tak perlu ragu sebagai ‘daerah istimewa’ dalam hal kemerdekaan dan pesatuan bangsa. Sebab hal ini suda ditunjukan tokoh-tokoh besar Gorontalo cejas dulu, seperti Nani Wartabone, dan Kusno Danupojo, dan komite 12, yang telah menyatakan proklamasi kemerdekaan Indonesia di Gorontalo, tiga tahun sebelum Soekarno dan Moh.Hatta membacakan proklamasi di Jakarta, tepatnya 23 Januari 1942. “Jiwa Gorontalo kita adalah jiwa patriotik, darah kita mengalir darah-darah Pejuang,”terang perempuan pertama peraih penghargaan wibawa seroja nugraha, Lemhanas RI tahun 2007 itu.

Kata dia, dalam sejarah, tak lama setelah Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, Gorontalo juga sukses membentuk Dewan Nasional yang tugasnya mengawal kemerdekaan itu, pergerakkanya bahkan sampai ke daerah Sulawesi Tengah. “Maka, jangan heran kalau pada akhir 1940an saja perempuan-perempuan pejuang kemerdekaan di Gorontalo sudah berhasil ‘membangun” gedung nasional yang sampai hari ini masih kokoh berdiri sebagai tempat berkumpul dan menggerakkan pendidikan kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat,”jelasnya. 

Sosok yang dianugerahi gelar pulanga oleh masyarakat adat Gorontalo, Ti Tidito Lo Hunggia atau seorang pemimpin perempuan yang cerdas cermat, peka, arif, bijaksana dan bersahaja ini, mengatakan, republik ini merdeka lantaran masyarakatnya memiliki tekad berani dan pendirian kokoh untuk menghapus segala bentuk penjajahan, karena menginjak keadilan dan hak-hak anak bangsa untuk makmur, mandiri, dan cerdas.

Related Post

Wakil Gubernur Idah Syahidah Ikuti Diskusi Terpumpun Terkait Transpormasi Sulampua

Pemprov Gorontalo Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Gubernur Gusnar Ismail Canangkan Gerakan ASN Pemprov Mengaji

Kantor Wali Kota Baru, Adhan Targetkan Rampung Sebelum 2029

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

”kita dipaksa untuk tidak bisa berpikir baik dan menghasilkan kemakmuran kita sendiri, padahal negeri ini kaya, manusianya hebat, punya tradisi bahari dan etos berdagang ke mana-mana di Asia dan bahkan ke Eropa, itulah hakikat penjajahan,”terang Prof.Winarni yang pada tahun 2015 meraih penghargaan lencana Dharma Bakti Pramuka dari Presiden RI.  

Jadi, lebih lanjut Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bidang SDGs dan Kebijakan Energi ini mengatakan, perjuangan kemerdekaan di Gorontalo harus dimaknai sebagai keberanian orang Gorontalo dalam menentukan jalan pikiran sendiri, kemampuan ber-organisasi, dan melakukan perlawanan fisik, diplomasi politik, dan memanfaatkan propaganda media di forum-forum nasional. “Pejuang-pejuang kita di Gorontalo itu adalah orang-orang cerdas, pandai berorganisasi dan selalu dekat dengan masyarakat. Semua pemimpin kita di Gorontalo begitu karakternya.

Mereka selalu dekat dengan rakyat karena mereka peduli, amanah dan konsisten. Itu sebabnya, di masa-masa pergolakan, dukungan rakyat datang dari mana-mana. Bahkan kita tahu, pasukan Pak Nani Wartabone itu dikenal dengan “Pasukan Rimba”nya yang mampu bergerak di pelosok-pelosok – bergerilya di tahun 1950an, tetapi mereka juga sangat loyal dan disiplin kepada pemimpinnya. Sekali mereka menguasai kota, mereka pantang mundur melawan perusak-perusak Kemerdekaan Bangsa dan Cita-Cita Proklamasi 17 Agustus 1945,”ungkapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo (2012-2018) ini menambahkan, baginya, dimasa kini, yang dibutuhkan adalah pengorbanan-pengorbanan baru bagi nilai-nilai kejuangan kemerdekaan itu. Tak perlu lagi angkat senjata, dań bergerilya di hutan, tapi saat ini butuh kapasitas kerja, kepemimpinan, keteladanan, wawasan ilmu dan kerja-kerja masa depan yang konsisten untuk memerdekaan diri dan bangsa dari kemiskinan dan kebodohan. “Kan tidak mungkin lagi kita semua memikul senjata, sudah ada tentara dan polisi. Merdeka di abad ini harus visioner,”terang mantan Ketua presidium KAHMI Provinsi Gorontalo itu. 

Menurut dia, saat ini semua perpotensi dijajah oleh kemajuan ilmu pengetahuan, dan jaringan pasar global yang sangat kompleks. “Dan bisa saja menerpa Gorontalo kita dan Indonesia. Makanya, kita selalu butuh pembaruan jiwa, agar selalu ber jiwa baru, dan mempunyai gagasan-gagasan segar dalam memakmurkan Indonesia, khususnya Gorontalo,”terang Prof. Winarni.

Peraih penghargaan top 9 pejabat pimpinan tinggi madya (eselon I) teladan tingkat nasional, yang saat ini sedang mempersiapkan diri menuju kursi DPR RI itu, menekankan, jika merdeka itu, menuntut tanggungjawab, memintakan pengorbanan, dan kemampuan mengerjakan tugas-tugas masa depan. “Kita jangan hanya berpangku tangan dan bekerja biasa-biasa saja di abad ini. Kita juga jangan berpikir sempit dan hanya memikirkan kelompok atau olongan. Kita butuh bersama-sama sebagi satu bangsa,”tandas putri wartawan senior tanah air di-era 1960-an, H.Dien Monoarfa itu. (Tro)

Prof.Dr.Ir.Winarni Monoarfa, MS. (Ti Tidito Lo Hunggia)
Tags: Gorontalo MerdekaHUT ProclamasiHUT RI ke 78Jiwa Visionernani wartabonepatriotikProf. Winarni Monoarfawinarni for dprri

Related Posts

Pelaksanaan Diskusi Terumpun terkait Transformasi Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Menuju Global Logistics Hub yang digelar di Aula Lantai 6 Gedung Keuangan Negara (GKN) Manado, Senin (19/1/2025). (Foto – Fadly-Diskominfotik).

Wakil Gubernur Idah Syahidah Ikuti Diskusi Terpumpun Terkait Transpormasi Sulampua

Tuesday, 20 January 2026
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pencanangan gerakan membaca Al-Qur’an di kalangan ASN oleh Gubernur Gusnar Ismail, bertempat di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (16/1/2025). (Foto : Dok-Pemprov/Valen)

Pemprov Gorontalo Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Gubernur Gusnar Ismail Canangkan Gerakan ASN Pemprov Mengaji

Monday, 19 January 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea tengah melihat denah tanah Terminal 42 yang akan dijadikan kantor wali kota, Kamis (15/1/2026). (Foto: Pemkot Gorontalo)

Kantor Wali Kota Baru, Adhan Targetkan Rampung Sebelum 2029

Monday, 19 January 2026
Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026
Ilustrasi--

ASN Pemprov, Duh, Gaji Blum Maso

Thursday, 15 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Next Post
Kopi Kemerdekaan, Cara Kontingen Gorontalo Rayakan Hari Proklamasi di Arena Rainas XII 

Kopi Kemerdekaan, Cara Kontingen Gorontalo Rayakan Hari Proklamasi di Arena Rainas XII 

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026

Pos Populer

  • Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

    Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.