logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Bone Bolango

Ekspedisi Dinkes Provinsi Gorontalo ke Desa Terisolir : 78 Tahun Indonesia Merdeka, Infrastruktur di Pinogu Bikin Warga Menderita

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 16 August 2023
in Bone Bolango, Headline
0
Ekspedisi Dinkes Provinsi Gorontalo ke Desa Terisolir : 78 Tahun Indonesia Merdeka, Infrastruktur di Pinogu Bikin Warga Menderita

Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo dr Anang Otoluwa saat naik ojek melintasi Medan terjal menuju desa terpencil di Kecamatan Pinogu Kabupaten Bone Bolango. (Foto: Istimewa).

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo kembali melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke desa terpencil di Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo untuk kesekian kalinya. Dalam kunker bertema “Ekspedisi Merdeka Sehat” itu dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan dr Anang S Otoluwa.

Penulis : ROY TILAMEO – PINOGU

Gorontalopost.id- Besok, Kamis 17 Agustus 2023, negara kita Republik Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 78.

Namun, bagi warga terpencil dan terisolir di Kecamatan Pinogu, belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya.

Betapa tidak, kondisi infrastruktur khususnya akses jalan dan listrik di wilayah itu hingga kini masih memprihatinkan hingga membuat warga Pinogu masih merasakan penderitaan.

Related Post

Gubernur Gusnar Ismail Hadiri Peluncuran Prodi Dokter Spesialis dan Subspesialis di UNG

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Cek Rekening THR so Cair, ASN/TNI/Polri Mulai Dibayarkan, Ojol Juga Dapat

Cap Go Meh, Semarak Digelar Usai Tarawih

Hal ini terungkap saat pelaksanaan ekspedisi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo pekan lalu.

Akses jalan menuju Pinogu yang berada di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) itu dipenuhi tantangan yang cukup berat.

Mulai dari medan terjal yang hanya bisa dilalui oleh orang-orang profesional dalam mengendarai sepeda motor seperti tukang ojek.

Sepeda motor yang digunakan pula bukan sembarang motor melainkan sudah dimodifikasi khusus.

Hal serupa dialami Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr Anang S. Otoluwa yang memimpin rombongan ekspedisi Dinkes Provinsi Gorontalo ke Pinogu.

Saat ke Pinogu, Anang beserta rombongan berjumlah 20 orang itu disambut hujan lebat. Hal ini praktis membuat jalan yang dilalui kendaraan menjadi becek.

“Perjalanan kami selama lima jam”.

Kami berangkat pukul 09.30 Wita dan dan tiba pukul 14.30.wita. Dua kali sempat terhenti karena diguyur hujan cukup lebat, belum lagi ada motor yang rusak,”kata Anang Otoluwa kepada Gorontalo Post.

Pihaknya jelas Anang menggunakan 20 ojek, tarif perojek dipatok hingga Rp 800 Ribu.

Bayangkan jika tiap hari warga Pinogu bolak-balik ke pusat Kabupaten Bone Bolango, maka biaya yang harus dikeluarkan mencapai puluhan juta rupiah dalam sebulan.

Disisi lain penghasilan warga pinogu mayoritas petani.

Diakui Anang, pemesanan ojek di Pinogu cukup unik, yakni seperti beli tiket pesawat.

Jika sudah dipesan, kemudian ada pembatalan, maka pemesan harus tetap bayar.

Karena jika batal, tukang ojek tidak lagi mendapat kesempatan digunakan oleh penumpang lain.

Jadi ada “opportunity cost“.

Saat hendak pulang, tim ekspedisi mendapat kabar bahwa ada longsor di jalan sehigga ojek dari Tulabolo belum ada terkendala masuk ke Pinogu.

“Sudah pukul 18.00 wita belam ada satupun ojek dilaporkan masuk.

Nanti sudah sekitar pukul 08.00 wita baru kami diberitahu bahwa jalan sudah tembus.

Anang merasa ada sebuah”tantangan maut” melintasi jalan Pinogu yakni motor harus berjalan di pinggir tebing bekas longsoran.

Di bawah tebing menganga jurang yang curam.

Pasir dan bebatuan bekas longsoran itu tidak stabil, sehingga sebelum lewat, pengendara harus mengecek dulu apakah aman dilewati atau tidak.

Jika tidak, maka pasir di daerah yang dilewati harus disekop dulu untuk diratakan dan dipadatkan.

Setelah yakin, pengendara bisa bergiliran melewati, dan pengendara lain berjalan mendampingi motor yang mau lewat.

“Saya membayangkan seperti itulah yang dirasakan warga ketika musim penghujan, maka akses jalan sungguh sulit untuk dilalui,”ungkap Anang.

Adapun tujuan ekspedisi dijelaskan Anang untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat di Gorontalo telah merdeka dari kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas termasuk di daerah terpencil dan sulit dijangkau seperti Pinogu.

“Tidak boleh ada yang tertinggal satupun dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sehingga kita namakan “Ekspedisi Merdeka Sehat,”kata Anang.

Ekspedisi selama tiga hari dengan berbagai kegiatan pelayanan terpadu yaitu Posyandu dan Pelayanan Kesehatan, Sosialisasi Pengukuran Antropometri bagi Kader Kesehatan, Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Sosialisasi Rabies.

“Kami juga di Pinogu melaksanakan pengobatan massal, Tercatat ada 78 org yang memanfaatkan pelayanan ini.

Kami juga melakukan kunjungan rumah kepada pasien yang tidak bisa hadir di pelayanan,”jelas Anang.

Diakui Anang, beberapa hal yang sangat urgen dan dibutuhkan warga Pinogu selain infrastruktur jalan, juga kondisi listrik yang belum memadai.

Saat ini listrik ungkap Anang masih mengandalkan tenaga genset dan tenaga surya.

Sehingga hanya bisa menyala enam jam yakni pukul 18.00 wita hingga pukul 12.00 Wita.

Sejumlah alat medis seperti kursi gigi, alat pemeriksaan lab, dan mikroskop elektron belum dapat difungsikan di puskesmas karena kendala listrik.

“Kondisi faskes yakni Puskesmas degan bangunan permanen dan 1 Polindes di desa yang terpisah (Bangio).

Yang belum ada di Pinogu adalah dokter Gigi.

Kami berharap segala kekurangan infrastruktur yang ada di Pinogu ini bisa segera teratasi dengan cepat sehingga masyarakat disana tidak mengalami kesulitan lagi terutama masalah jalan dan listrik,”tandas mantan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( P2KB) Kabupaten Banggai ini. (*)

Tags: Dinkes Provinsi GorontaloHUTPinoguROY TILAMEO

Related Posts

Gubernur Gusnar Ismail bersama Rektor UNG Eduart Wolok membunyikan alat musik tradisional Polo Palo tanda diluncurnya program studi pendidikan dokter spesial spesialis anestesiologi dan terapi intensif di Fakultas Kedokteran UNG di Ballroom UTC Damhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Selasa (3/3). (Foto : Bahrian/Pemprov)

Gubernur Gusnar Ismail Hadiri Peluncuran Prodi Dokter Spesialis dan Subspesialis di UNG

Thursday, 5 March 2026
Airlangga Hartarto

Cek Rekening THR so Cair, ASN/TNI/Polri Mulai Dibayarkan, Ojol Juga Dapat

Wednesday, 4 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
CAP GO MEH: Ribuan warga memadati kompleks Klenteng Tulus Harapan Kita Gorontalo, menyaksikan perayaan Cap Go Meh tahun baru Imlek 2577 di Gorontalo, Selasa (3/3) malam. (foto: Aviva Dinanti Lambalano/Gorontalo Post)

Cap Go Meh, Semarak Digelar Usai Tarawih

Wednesday, 4 March 2026
Logo Majelis Ulama Indonesia

MUI Desak RI Keluar dari BoP, Kecam Serangan Amerika-Israel ke Iran

Monday, 2 March 2026
Purbaya

THR Tunggu Presiden Pulang, Menkeu Sebut Presiden yang Umumkan

Friday, 27 February 2026
Next Post
Beranda Nusantara, Kontingan Gorontalo Keliling Indonesia di Arena Rainas XII  

Beranda Nusantara, Kontingan Gorontalo Keliling Indonesia di Arena Rainas XII  

Discussion about this post

Rekomendasi

Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Wednesday, 4 March 2026
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Rawat Tradisi, Wali Kota Gorontalo Hadirkan Festival Tumbilotohe 2026, Ada Lomba Koko’o dan Vokalia

Rawat Tradisi, Wali Kota Gorontalo Hadirkan Festival Tumbilotohe 2026, Ada Lomba Koko’o dan Vokalia

Thursday, 5 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.