logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Headline

Habis-Habisan untuk Indonesia

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 22 May 2023
in Headline, Persepsi
0
Komite 12 Delapan Puluh Tahun Lalu

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

ASN Pemprov, Duh, Gaji Blum Maso

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Oleh :
Basri Amin


Patriot besar ini masa kecilnya di Gorontalo. Lama berjuang di pulau Ternate dan sekian tahun bertarung gagasan di kota Makassar. Setelah itu, ia tak pernah berhenti bekerja untuk bangsanya: sebagai Menteri, Duta Besar, Rektor, dst. Tapi, jauh sebelumnya, sejak pertengahan 1920an, berkat pergaulannya di Eropa, ia telah menyerap pergolakan internasional dan pergumulan nasionalisme (baru) di awal abad ke-20 untuk bangsanya. Ia menyerap “jiwa merdeka” dari perjumpaan gagasan politik, gerakan penyadaran, dan gagasan pendidikan.

Hampir seluruh kehidupannya adalah pertaruhan panjang bagi cita-cita Proklamasi Indonesia 1945 dan Republikan-isme dalam bertata-negara di negeri ini. Itulah sosok Arnold Mononotu –-yang lebih akrab dipanggil Oom No–, 1896-1983.

Selama berjuang di Sulawesi dan ketika harus merekonsiliasi aliran federalisme dan republikanisme di masa revolusi Kemerdekaan, Oom No tercatat bahu-membahu membangun keakraban ketokohan nasional di Sulawesi. Om No sangat dekat-sejiwa dengan tiga tokoh utama dari Gorontalo yang besar perannya di Indonesia Timur: Ayuba Wartabone, R.M. Kusno Dhanupoyo (Sulawesi Utara) dan Nino Hadjarati (Parindra di Makassar). Ketiga tokoh di masa Revolusi Sulawesi ini adalah pantulan ketokohan Gorontalo yang aktif-lalu-lalang di jazirah Sulawesi, Jakarta, dan Yogyakarta, ketika percaturan nasionalisme di masa itu mengharuskan sejumlah perdebatan, pertarungan, dan perkumpulan (lintas tokoh) di tingkat regional dan nasional. Mereka membawa gagasan dan gerakan sekaligus.

Nasionalis Gorontalo ini –Wartabone, Hadjarati, dan Dhanupojo–, selain intens berjuang bersama Om No, sejumlah tokoh Minahasa, dan teman-teman seperjuangannya di Indonesia Timur di periode 1945-1950, mereka juga aktif membentuk jejaring organisasi perjuangan fisik dan diplomasi kebangsaan di Parlemen Negara Indonesia Timur (NIT). Di masa itu, Sam Ratulangi adalah tokoh sentral yang sangat akrab dengan tokoh-tokoh Gorontalo.

Di masa itu, pergolakan membesar karena federalisme membesar di Indonesia Timur. Benturan-benturan terjadi antar kelompok nasional pro-republik (baca: negara Kesatuan), kubu federalistik dan faksi ‘moderat’. Tekanan fisik menyebar di tengah ketidakpastian. Begitu besar korban nyawa dan pengorbanan yang tak ternilai di masa itu di Sulawesi (pembantaian Westerling). Sayang sekali, tema ini belum terpelajari baik dan memadai sampai kini oleh lembaga-lembaga pendidikan kita di tanah air, di Sulawesi khususnya.

Di tahap inilah, Oom No bersama Ayuba Wartabone, Nino Hadjarati, dan tokoh-tokoh lainnya menentukan sikap yang hebat sekali di tengah himpitan konflik-kepentingan antar anak bangsa. Yang membanggakan, doktrin gerakan dan retorika politik mereka sangat lantang dan berani: “sekali ke Jogja, tetap ke Jogja…”. Ini bukti bakti mereka yang terbesar dalam “penyatuan Republik” sesuai nilai dasar Proklamasi 1945 yang nyaris terpecah-belah berulang karena taktik “negara boneka-federal” buatan van Mook yang terus-menerus berkeras memanfaatkan celah-celah politis yang melanggengkan kekuasaan Belanda; antara lain melalui Konferensi Malino (16-22 Juli 1946), Konferensi Pangkal Pinang (1-12 Oktober 1946) dan Konferensi Denpasar (Desember 1946).

Konferensi NIT yang paling fenomenal adalah Konferensi Denpasar, 7-24 Desember 1946. Dari Gorontalo, tercatat Tom Olii dan Ayuba Wartabone yang mewakili “Soelawesi Oetara”. Dengan ini juga sangat tegas bahwa sampai 1950, wilayah “Sulawesi Utara” sesungguhnya identik, dan terwakili, oleh Gorontalo (Pelita, 1946). Untuk Minahasa sendiri, ia mewakili “dirinya sendiri” sebagai perwakilan wilayahnya. Ketika itu, Tom Olii –-tokoh Muhammadiyah—terpandang Soelawesi Oetara berposisi sebagai “Ketua Majelis Islam di Gorontalo”. Sementara itu, penting diketahui, Ayuba Wartabone pernah menduduki (sementara) Kepala Daerah Sulawesi-Utara (Gorontalo), sebagai anggota DPRD (Peralihan) di Gorontalo dan Kepala Bagian Pemerintahan Umum Gubernur Militer di Manado. Beliau wafat Jumat malam, 26 April 1957 di Gorontalo.

 Oom No punya hubungan khusus dengan Ayuba Wartabone karena dia adalah salah satu tokoh politik dari tujuh orang (Anggota Parlemen NIT) yang terlibat dalam satu misi besar, “Muhibah ke Yogyakarta” (goodwill mission) ke ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta pada bulan Februari 1948. Oom No dan Ayuba Wartabone adalah dua tokoh (proponen) Fraksi Progresif, dan lima orang lainnya masing-masing dari Fraksi Nasional, wakil Protestan dan Katolik, dan, ini yang sangat unik adalah karena terdapat seorang wakil golongan Tionghoa Indonesia Timur, Mr. The Sin Ho (Nalenan, 1981).

 Prinsip negara berbentuk Republik Indonesia yang utuh, sebagaimana diproklamasikan 17 Agustus 1945, adalah pegangan utama oleh banyak tokoh di Sulawesi di masa itu. Tokoh-tokoh utama Gorontalo, seperti Nani Wartabone, Kusno Danupoyo, Aloei Saboe, Ayuba Wartabone, dan Tom Olii lebih memihak kepada gagasan Republik. Meski di tahap awal mereka adalah anggota Parleman NIT, tetapi justru di forum itulah mereka menggerakkan “Mosi Pembubaran” NIT. Pada demonstrasi besar-besaran pembubaran NIT di Makassar, 17 Maret 1950, yang berdiri di depan massa dan menjadi pemimpinnya adalah nasionalis (asal) Gorontalo yang dihormati di Makassar, yaitu Nino Hadjarati (Parindra).

Di masa itu (1947-1950), mereka punya jargon yang sangat terkenal, bahwa “Sekali ke Jogja, tetap ke Jogja”. Dengan jargon itulah mereka menggumpalkan tekadnya untuk membubarkan negara boneka NIT itu. Sebagai puncaknya, sejak 17 Agustus 1950, NIT dinyatakan bubar: Kabinet NIT dilikuidasi, di bawah pimpinan Putuhena. Selanjutnya, yang menjadi Penjabat Gubernur Sulawesi sementara adalah B.W. Lapian –seorang tokoh yang memang sejak awal berada di pihak Negara Kesatuan, R.I. Pangkat BW Lapian dikenal dengan istilah Residen. Beliau didampingi oleh Kusno Danupoyo.

Hari-hari ini, sungguh terasakah Kebangkitan Nasional kita? Seruan hampa (banyak) di ruang publik! Yang tampak, jiwa-jiwa yang membesarkan ‘feodalisme baru’. Semakin menjauh dari wawasan ke-“publik”-an dan prinsip dasar ke-“Republik”-an. Yang dominan adalah ke-Aku-an yang tidak berjejak di alam nyata. Menjauh dari dedikasi-diri dan pengorbanan yang konsisten karena visi perubahan yang menyentuh ketimpangan wawasan dan perbaikan. Kini kita terasa sesak-menyaksikan kempesnya penegasan moral yang kokoh untuk zaman yang kian paradoks ini. ***

Penulis adalah Parner di Voice-of HaleHepu

Tags: Arnold Mononotubasri amingorontalogorontalopostHabis-Habisan untuk Indonesianani wartabonespektrum sosial

Related Posts

Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026
Ilustrasi--

ASN Pemprov, Duh, Gaji Blum Maso

Thursday, 15 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili bersama Kepala BPK Gorontalo pada pelaksanaan penyerahan LHP kepatuhan atas pengelolaan belanja daerah tahun anggaran 2024 dan 2025, Selasa (13/1). (Foto – Ryan/Diskominfotik)

Gubernur Gusnar Ismail Terima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Tahun 2024-2025

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Next Post
Sherman Geser Hendriwan, Penjabup Boalemo, Hari Ini Dilantik

Sherman Geser Hendriwan, Penjabup Boalemo, Hari Ini Dilantik

Discussion about this post

Rekomendasi

Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Saturday, 20 December 2025

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Bupati-Bupati Kita

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Excapator dan Ratusan Alat PETI Diamankan, Hasil Operasi Tim Gabungan Selama Enam Hari, Forkopimda Segera Lakukan Evaluasi

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.