logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Tanpa Wapres

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 16 May 2023
in Disway
0
Tanpa Wapres
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

POLITIK identitas akhirnya menjadi andalan dua calon presiden. Itu terlihat di hari terakhir masa kampanye.

Sabtu kemarin, incumbent Tayeb Erdogan sembahyang di masjid yang Anda sudah tahu: Hagia Sophia. Bersama puluhan ribu pendukungnya.

Penantangnya, Kemal Kılıçdaroğlu, ke makam Mustafa Kemal Ataturk. Anda sudah tahu:  Ataturk –artinya, bapak Turkiye–  adalah tokoh yang mengakhiri sistem kekuasaan khilafah di sana. Ia pendiri republik Turkiye.

Waktu itu begitu bobrok pemerintahan kekhalifahan Ustmani. Khususnya pada khalifah yang belakangan. Rakyat muak. Kemal Ataturk muncul. Khalifah ia tumbangkan, 1923. Sampai ke akarnya: agama. Maka jadilah Turkiye negara sekuler. Dengan sistem demokrasi.

Related Post

Neo Pop

Lewat Pasrah

Agus Deyang

Jago Cimory

Ataturk berprinsip revolusi itu baru berhasil kalau bisa membongkar sampai ke akarnya. Itulah yang membuat para pemuda di balik revolusi kemerdekaan Indonesia kecewa: revolusi kemerdekaan tidak berhasil menghilangkan budaya Jawa, feodalisme.

Masjid Hagia Sophia adalah lambang Islamisasi Turkiye yang dilaksanakan Erdogan. Di zaman Ataturk, Hagia Sophia adalah museum. Oleh Erdogan diubah menjadi masjid.

Bangunan indah itu didirikan sebagai gereja: di zaman kekaisaran Romawi. Lalu diubah menjadi masjid di zaman kekhalifahan Ustmani. Lantas diubah menjadi museum di zaman Kemal Ataturk.

Dengan berdoa di masjid Hagia Sophia tahulah siapa identitas Erdogan.

Dengan ziarah ke makam Ataturk, tahulah siapa identitas Kılıçdaroğlu.

Pencoblosan suaranya sendiri dilangsungkan hari Minggu kemarin. Inilah Pemilu yang bersamaan dengan 100 tahun usia republik.

Pagi ini, waktu Indonesia, hasilnya sudah bisa diketahui: apakah Erdogan kembali jadi presiden Turkiye. Pun setelah 20 tahun berkuasa. Atau diganti presiden yang sekuler.

Dalam sejarah kekuasaannya, baru sekarang ini Erdogan punya pesaing yang sangat kuat. Hasil jajak pendapat silih berganti. Tidak ada yang unggul terus-menerus.

Tanda tanda Erdogan kritis sudah terlihat di Pilkada terakhir. Jago Erdogan kalah di dua kota utama: Ankara dan Istanbul. Dua wali kota itu di Pilpres sekarang ini memihak Kemal.

Erdogan pun mengeluarkan senjata yang bukan main hebatnya: kalau ia terpilih lagi rakyat akan mendapatkan gas secara gratis. Ini gila. Tapi rakyat percaya pada Erdogan. Semua janji kampanyenya, di masa yang lalu-lalu, dilaksanakan.

Di dunia, baru di Turkiye ini gas untuk dapur rakyat digratiskan. Pemilih di Turkiye 64 juta orang, yang 4 juta pemilih luar negeri –yang dua juta di Jerman.

Erdogan menjelaskan bagaimana ia bisa menjanjikan gas gratis itu. Turkiye baru saja menemukan cadangan gas alam yang sangat besar. Besar sekali. Itu, kata Erdogan, pemberian Allah untuk rakyat Turkiye.

Di masa pemerintahan Erdogan, Turkiye mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan teknologi. Turkiye sudah mampu mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber gas alam. Rakyat negeri itu juga bangga Turkiye sudah bisa memproduksi sendiri mobil listrik, pesawat, kapal, dan satelit. Banyak lagi. Kereta cepat dibangun. Jalan tol baru di mana-mana.

Tapi ekonomi Turkiye lagi dihantam masalah. Terutama tiga tahun terakhir. Harga-harga naik drastis. Inflasinya sampai 40 persen. Mata uang Turkiye merosot tajam.

Itu akibat kebijakan Erdogan yang anti bunga tinggi. Ia mengambil jalan yang bertolak belakang dengan teori ekonomi yang diterapkan di Barat. Bank sentral Turkiye tidak boleh lagi independen. Arus kredit, suku bunga, pengendalian inflasi pindah ke tangan pemerintah.

Di saat ekonomi begitu sulit, Turkiye menampung banyak pengungsi dari Syria. Juga dari Sudan dan Libya. Jumlahnya mencapai 4 juta orang. Mereka mulai kerasan di Turkiye. Mereka ikut memakan kue nasional rakyat Turkiye. Apalagi pemerintah memberi BLT pada para pengungsi itu.

Rakyat Turkiye pun marah. Menjelang Pilpres soal pengungsi menjadi isu politik. Kemal menjanjikan akan memulangkan paksa mereka. Dalam waktu dua tahun. Erdogan juga akan memulangkan mereka. Tapi secara sukarela dan kemanusiaan.

Sebenarnya ada empat capres di sana. Yang satu mengundurkan diri di tahap-tahap akhir: Muharrem İnce. Satunya lagi masih nekat meski tercecer jauh di belakang: Sinan Oğan. Ogan adalah calon yang paling muda, 56 tahun. Anggota DPR.

Mengingat ketatnya persaingan, kelihatannya tidak akan ada yang bisa mendapat suara lebih 50 persen. Berarti Pilpresnya akan dua putaran.

Pilpres di sana tidak pakai pasangan. Tidak ada cawapres. Pilpres ini juga sekaligus Pileg: memilih 600 anggota DPR. Daftar calonnya ditentukan oleh partai.

Janji Erdogan menggratiskan gas itu rupanya dianggap belum cukup ampuh. Terutama untuk mengejar suara di atas 50 persen.

Maka seminggu sebelum Pilpres, Erdogan bikin kejutan sapujagat: menaikkan gaji pegawai negeri. Kenaikannya tidak tanggung-tanggung: 45 persen.

Gas gratis masih di awang-awang. Kenaikan gaji bisa langsung di-horee.

Hasilnya: baca kolom komentar pagi ini. Para komentator bisa mengetahui siapa presiden Turkiye yang baru. Juga bisa diketahui siapa komentator yang memenangkan kecepatan mendapatkan hasilnya. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayTanpa Wapres

Related Posts

--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Jago Comory

Jago Comory

Wednesday, 3 June 2026
Pet Byar

Pet Byar

Saturday, 30 May 2026
Next Post
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Amir Arham, M.E bersama Pemateri, Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UNG) dan ketua panitia pelaksana kegiatan Gorontalo Bersih Narkoba. (Foto: Sriwahyuni Pontoh/ MG Gorontalo Post)

BEM Ciptakan Generasi Bersinar Lewat Workshop

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.