logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel

Biomasa
Home Persepsi

Sejarah Keroekoenan (Nasional) Gorontalo

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 13 February 2023
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Realisme Tanpa Moral: Dunia dalam Bayang-Bayang Qabil, Standar Ganda dan Keruntuhan Wajah Kemanusiaan

Republik di Dunia yang Susah Damai

Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Memahami Logika Kebijakan BLP3G Tahun 2026

Oleh :
Basri Amin

Kata “Keroekoenan” di atas saya temukan dalam sepucuk surat yang ditulis oleh seorang tokoh perempuan Gorontalo di Djogjakarta. Beliau bernama Siti Fatimah Usoeloe. Tinggal di Kaoeman 260a, Djogja. Surat ini ditulisanya tahun 1947, tertanggal 6 Januari 1947. Sebuah surat panjang yang dikirimkannya kepada tokoh Gorontalo yang ketika itu namanya sudah berkibar di Jakarta. Siapa beliau? Dialah Hans Bague (H.B) Jassin –dengan nama panggilan keluarga: Djamadi–.

Kata “Merdeka!” adalah kata awal yang dipakai oleh Fatimah Usoeloe dalam suratnya. Betapa, ketika itu, suasana heroisme kemerdekaan bangsa benar-benar merasut dan menggema di mana-mana. Apalagi di kota-kota (utama) perjuangan seperti Jogjakarta dan Jakarta. Dengan dokumen surat di atas, amatlah nyata bahwa akar-akar nasionalisme Gorontalo bukan hanya berlangsung heroik di (dalam) wilayah Gorontalo, sebagaimana terasa pada peristiwa sebelum momen Patriotik-Merah Putih “23 Januari 1942” dan pasca pergolakan heroik itu, tetapi hal itu juga berlangsung di banyak titik di tanah air ketika tokoh-tokoh Gorontalo aktif mengambil peran penting. Hampir bisa dipastikan bahwa mereka bukanlah sekadar ikut-ikutan dalam gerakan kemerdekaan.

Surat panjang seorang St. Fatimah Usoeloe dari Jogjakarta membuktikan hal tersebut. Jika membaca suratnya, dapat kita duga bahwa beliau termasuk “generasi terdidik awal” Gorontalo di awal abad ke-20. Cara menulis beliau yang tertib, dengan sistematika yang rapi, serta demikian hangat dalam berbahasa, sudah cukup menggambarkan bagaimana kualitas pribadi dan wawasannya dalam bergaul. Tentu ini tak perlu mengagetkan mengingat beliau berkiprah di kota perjuangan Djogjakarta.

Masyarakat Gorontalo di awal abad ke-20 menggumuli tema-tema pendidikan, perjumpaan lintas daerah, kesadaran kebangsaan dan kesukubangsaan, kemampuan baca-tulis, berorganisasi dan berkomunikasi tulisan melalui media cetak, berkembang begitu pesat. Inilah fondasi (kebangkitan) elite moderen di daerah ini, sebagaimana dipelajari mendalam oleh Prof. Van Niel (1960 [1984], Univ of Hawaii).

Hal ini perlu kita cermati karena jangan sampai kita lupa bahwa kebangsaan atau keindonesiaan tumbuh dan mengakar bukan semata karena ada represi kolonialisme, melainkan hal tersebut dibentuk oleh “kesadaran” dan “pengalaman bersama” yang ditempa melalui organisasi kebangsaan dan disirkulasi melalui “perjumpaan pemikiran” –melalui tulisan-tulisan dan pertemuan-pertemuan kalangan terdidik dan para pejuang. Di sanalah letaknya mengapa kalangan muda, kelompok perempuan, cerdik-pandai, pesantren, kalangan sastrawan, dan wartawan berperan penting.

Pekik “Tetap Merdeka!” yang dituliskan St Fatimah Usoeloe dalam suratnya kepada H.B. Jassin di Jakarta, 6 Januari 1947, adalah balasan dari surat H.B. Jassin kepadanya pada 22 Desember 1946. Mereka saling berbagi kabar, termasuk saling bertanya tentang orang-orang Gorontalo yang pada masa itu tengah berada di tanah Jawa. Dengan gaya panggilan akrab ala Gorontalo, kata “Ma’ Ade” juga tetap dipakai dengan hangat.

Selembar surat berisi beberapa hal penting. Rupanya St Fatimah Usoeloe adalah pembaca aktif majalah Pantja Raja, sebuah majalah terpandang yang diterbitkan Balai Pustaka (1945-1947) ketika H.B Jassin bekerja sebagai Redaktur. Melalu surat ini, Fatima Usoeloe mengabarkan Jassin tentang wesel post kirimannya (10 rup) untuk berlangganan Pantja Raja selama “setengah tahun” (harga langganan 6 rupe dan sisanya untuk biaya pengiriman).

Hal penting berikutnya adalah ternyata sejak tanggal 12-13 Oktober 1946, telah berdiri “Keroekoenan Keloearga Teloek Gorontalo (KKTG) di Djogjakarta, dengan alamat pengurus pusat KKTG: Kaoeman 260a, Djokja.Tak lama setelah itu, berdiri pula cabang KKTG di Malang pada 4 November 1946 dengan alamat Abdoera’oef, Taloenkolom 6B/25, Malang. Demikian juga di Solo, KKTG tengah diusahakan berdiri cabang oleh S. Olii di Keprabon Koelon 66. Bisa dikatakan, inilah jejak pertama persaudaraan (kebangsaan) Gorontalo yang bersemai secara nasional.

Data ini sekaligus memberi bukti otentik tentang kegorontaloan di tanah Jawa dan bagaimana peran “kerukunan keluarga Gorontalo” di tingkat nasional, terutama di beberapa kota besar di Indonesia di mana pusat-pusat perjuangan nasional bergolak dan perkembangan pendidikan berkembang, menjelang dan di awal kemerdekaan. Dengan itu, penjelasan lebih lanjut dapat kita tempuh guna menunjukkan dimensi “kesetaraan wilayah” dalam pembentukan keindonesiaan kita.

Dipandang dari sudut kedaerahan, yang terjadi adalah kehangatan karena ikatan emosional, hal mana pada masa itu dipastikan bahwa “jarak geografis” adalah satu soal yang hanya bias dijembatani oleh korespondensi (persurat-suratan) dengan mengandalkan “Kantor Post”. Penting dicatat bahwa pada periode 1947-1948, yang dikenal dengan masa Agresi Militer Belanda (I-II) yang hendak kembali menguasai Indonesia, memberi dampak penting di Jogkarta dan Jakarta, sampai ke Sumatera dan Sulawesi. Itulah yang memicu menggemanya istilah “sekali merdeka, tetap Merdeka!”.

Terang sekali bahwa putra-putri (terdidik) Gorontalo sebagiannya berada di tengah-tengah pergolakan zaman ketika itu. H.B. Jassin di Jakarta dan beberapa orang lainnya berjuang di sektor intelektual dan pencerdasan, sementara di beberapa kota lain, sebagaimana diwakil oleh orang-orang sepertti Siti Fatimah Usoeloe di Jogjakarta, atau seorang tokoh nasionalis Gorontalo hebat lainnya di Makassar, yakni A.N Hadjarati, berjuang di medan organisasi kebangsaan (Parindra).

Di masa itu, H.B. Jassin adalah “jembatan” penting dalam mensirkulasi terbitan-terbitan kebangsaan yang memuat pemikiran-pemikiran tokoh nasional, terutama ketika konsolidasi kebangsaan tengah memuncak.Sebagaimana kita bisa membaca dalam Mimbar Indonesia, mingguan nasional berpengaruh di mana H.B. Jassin berperan sebagai tokoh penting di dalamnya.

Pelajaran berharga yang mungkin harus dikerjakan sekarang ini, di tengah-tengah fasilitas hidup dan jaringan organisasi yang semakin baik dan merata, barangkali adalah tentang “kekeluargaan Gorontalo” itu sendiri di panggung nasional. Tokoh yang banyak bertengger di sektor kekuasaan dan di sektor profesional hendak memerankan apa? Adakah kepentingan lintas generasi yang kini tengah dikerjakan? Seperti apakah etik publik, wawasan daya saing daerah dan perubahan kemakmuran bagi semua golongan dikerjakan? Saya rasa, kita relatif masih terkesima dengan ketokohan yang posisional. Kita masih lemas menggemakan kegorontaloan yang produktif karena menata etika publik, pembinaan generasi baru, menguatkan produktivitas daerah, dan mengokohkan kegairahan berilmu pengetahuan dan berkebudayaan. ***

Penulis adalah parner di Voice-of-HaleHepu;

Pos-el: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminSejarah Keroekoenan (Nasional) Gorontalospektrum sosial

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Realisme Tanpa Moral: Dunia dalam Bayang-Bayang Qabil, Standar Ganda dan Keruntuhan Wajah Kemanusiaan

Wednesday, 18 March 2026
Basri Amin

Republik di Dunia yang Susah Damai

Monday, 16 March 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Monday, 16 March 2026
Memahami Logika Kebijakan BLP3G Tahun 2026

Memahami Logika Kebijakan BLP3G Tahun 2026

Monday, 16 March 2026
Basri Amin

Sampah Kita dan Dosa-Dosa Kita

Monday, 9 March 2026
Yusran Lapananda

Memaknai Kebijakan Pemberian Kesempatan & Perpanjangan Waktu dalam Penganggaran & Pembayaran Melampaui Tahun Anggaran

Thursday, 5 March 2026
Next Post
2 Buah Ranperda Dipacu, Upayakan Sahkan Bulan Maret

2 Buah Ranperda Dipacu, Upayakan Sahkan Bulan Maret

Discussion about this post

Rekomendasi

Asya dari SDN 1 Bone berhasil membawa pulang juara 2 pada lomba bertutur yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bone Bolango, Selasa (23/04/2025). (F. Saraswati Usman/ Mg Gorontalo Post)

Siswa Pesisir Buktikan Kebolehan dalam Lomba Bertutur

Monday, 28 April 2025
Memahami Logika Kebijakan BLP3G Tahun 2026

Memahami Logika Kebijakan BLP3G Tahun 2026

Monday, 16 March 2026
Tersangka kasus dugaan bom ikan beserta barang bukti, diserahkan oleh pihak penyidik Gakkum, Dit Polairud Polda Gorontalo, kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Gorontalo Utara.

Dua Tersangka Bom Ikan Segera Diadili, Terancam 20 Tahun Penjara, 12 Item Barang Bukti Diserahkan ke Kejaksaan

Monday, 8 December 2025
Basri Amin

Gorontalo, Keluarga Bangsa Besar

Monday, 8 December 2025

Pos Populer

  • Basri Amin

    Republik di Dunia yang Susah Damai

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Kapolsek Popayato Bagikan Takjil ke Pengguna Jalan

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Jelang Idulfitri Pasar Senggol Sepi

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Memahami Logika Kebijakan BLP3G Tahun 2026

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.