Gorontalopost.id – Belajar tak kenal usia, hal ini patut dicontoh. Meski dengan usia yang sudah tidak muda lagi. Para emak-emak di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) tidak merasa risih ataupun malu saat belajar membaca Al-Quran bersama muslimah yang usianya jauh lebih muda. Usaha merekapun membuahkan hasil, Walhasil pada Sabtu(10/12/22) para emak-emak ini telah menjalani prosesi wisuda Dirosa setelah menamatkan pembelajaran sebanyak 20 kali pertemuan. Prosesi wisuda oleh kurang lebih 75 peserta yang juga hadiri pengurus Muslimah DPW Wahdah Islamiyah, ketua Muslimah Wahdah Wilayah Gorontalo Sumarni S.Pd, Penanggung Jawab Dirosa se-Provinsi Gorontalo merangkap pemateri ibu TITIN Tahir ST, ketua Muslimah Wahdah DPD Gorut dan para pengurusnya yang juga sebagai panitia
berlangsung lancar sejak dimulainya acara hingga selesai.
Hal ini tentu mendapat aprersiasi dari Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama Kabupaten Gorontalo Utara Fardan.K. S Ag yang turut menghadiri prosesi wisuda dirosa tersebut. Dari 75 peserta Dirosa, yang tertua yakni Herlina Yunus usia 75 tahun. Termuda bernama Nurul Humaizah usia 10 tahun .
“Saya mengapresiasi semangat para emak-emak yang masih mau belajar Al Quran meski usianya sudah senja. Bagi saya ini tentu sungguh luar biasa dan patut dicontoh,”ujar Fardan. Lebih lanjut diakui Fardan, jika anak anak muda membaca Al-Quran itu hal biasa. Namun, jika orang tua yang mudah baca Al Quran itu luar biasa dengan dibantu dengan metode dirosa yakni metode belajar baca Al Quran khusus untuk orang dewasa. Dengan dirosa kata Fardan, metode menjadi wadah bagi sekelompok ibu-ibu berkumpul untuk belajar mengaji. “Kenapa kita harus malu belajar baca Al-Quran di usia tua, justru yang mestinya malu kalau tidak bisa baca Al Quran”ungkap Fardan. Dijelaskan Fardan, presentase buta aksara Al Quran di kalangan orang dewasa masih tinggi yakni sekitar 2.97 persen
. Fardan berharap, semangat belajar Al Qur’an akan terus membumi di daerah serambi madinah ini yang tidak hanya Ibu-ibu tapi juga bapak-bapak. Sementara itu Kabag Tata Usaha dan Kehumasan DPRD Gorut
Yayu Rahayu S. Sos yang juga sebagai salah satu alumni peserta Dirosa angkatan 1 merasa bangga dengan diselenggarakannya prosesi wisuda lanjutan yang sudah dilaksanakan di Kabupaten paling bungsu wilayah Provinsi Gorontalo ini “Alhamdulillah cita-cita saya agar nanti pelaksanaan prosesi wisuda akan datang dapat dilaksanakan di Gorut akhirnya terwujud lewat mujahadah para pengurus Muslimah Wahdah Daerah (MWD) wilayah Gorut,”kata Yayu. Para peserta dirosa diharapkan Yayu menjadi duta syurga dengan mengajak muslimah lainnya untuk mempelajari Al-Qur’an dengan metode dirosa dan tentu prosesi wisuda ini bukan sebagai akhir dari upaya untuk belajar Al-Qur’an namun menjadi awal untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan tasyakuran/wisuda jelas Yayu yakni sebagai bentuk apresiasi dalam memberantas buta aksara Al Quran khususnya di Kabupaten Gorontalo Utara
. Sementara itu pihak MWD berharap pemerintah khususnya Kementrian Agama untuk terus mendukung program Pembelajaran Al-Qur’an Metode Dirosa sebagai salah satu wadah bagi masyarakat khususnya usia dewasa untuk makin semangat belajar Al Quran yang kemudian dengan belajar dan mengamalkan Al-Qur’an kelak akan menjadi syafaat di yaumil akhir nanti (roy)












Discussion about this post