Gorontalopost.id – Masyarakat Kota Gorontalo digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di kanal atau saluran air besar Tanggidaa, yang berada di Kelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Senin (07/11). Belakangan, identitas mayat itu diketahui bernama Bayu Suleman (28), warga Kelurahaan Heledulaa Selatan.
Sebelum ditemukan tewas mengapung di kanal Tanggidaa yang sedang dalam proses pekerjaan revitalisasi, sejak Sabtu (5/11) jagad media sosial dibanjiiri postingan soal hilangnya Bayu Suleman.
Dari informasi yang diperoleh awak media ini, pihak keluarga terakhir melihat Bayu pada Sabtu (5/11) subuh. Saat itu, Bayu membangukan keluarga untuk salat Subuh. Namun setelah itu, Bayu sudah tak terlihat lagi.
Hingga akhirnya pihak keluarga berupaya mencari dengan berbagai cara hingga memposting kabar hilangnya bayu di media sosial. Namun nahas, sekitar pukul 12.30 wita, jenasah Bayu ditemukan sudah dalam kondisi tewas mengapung pada Senin (7/11).
“Sekitar pukul 07.00 Wita saya melihat ada yang di selokan, tapi saya pikir itu boneka. Tapi nanti ada masyarakat lain yang menyentuhnya, ternyata itu adalah mayat laki-laki,” kata Afifah, salah seorang saksi yang pertama melihat korban dalam kondisi sudah mengapung di lokasi.
Masyarakat yang berada di lokasi pun langsung menghubungi aparat Kepolisian terkait dengan penemuan itu.
Hanya berselang beberapa menit, tim gabungan piket fungsi yang terdiri dari SPKT, Satuan Reskrim, Intelkam, Sabhara hingga anggota Polsek Kota Timur, yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Moh. Nauval Seno,S.T.K,S.I.K, tiba di lokasi kejadian.
Pada saat itu, jenazah korban langsung diangkat dan dibawa ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, untuk dilakukan pemeriksaan atau visum luar, karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.
Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Ardi Rahananto,S.E,S.I.K,M.Si melalui Kasat Reskrim, Iptu Moh. Nauval Seno,S.T.K,S.I.K menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya luka kekerasan. Hanya saja ada beberapa luka di bagian wajah, yang diduga akibat benturan ketika korban jatuh.
“Kami masih mengumpulkan data-data dan meminta keterangan sejumlah saksi. Untuk sementara, belum diketahui penyebab pasti, korban jatuh ke dalam drainase,” ungkapnya.
Lanjut kata Alumnus Akpol 2015 ini, dari hasil interogasi dengan pihak keluarga, korban pada Sabtu subuh, masih sempat membangunkan orang tuanya untuk melaksanakan salat. Namun setelah itu, korban sudah tidak terlihat lagi.
“Karena korban sudah tidak pulang ke rumah, pihak keluarga kemudian menyebarkan informasi melalui media social,” ujarnya.
Di sisi lain, Iptu Moh. Nauval Seno pula mengemukakan, selain adanya peristiwa ini, masyarakat pun mengeluh karena tidak adanya penerangan di lokasi pekerjaan, maupun pagar pengamanan, sehingga dikhawatirkan kejadian seperti ini bakal terulang kembali.
Oleh karena itu, pihaknya berencana untuk melakukan pemanggilan terhadap PPK, pengawas hingga penyedia atau pun kontraktor pekerjaan proyek.
“Nanti akan segera kami panggil. Kami pula berharap agar masyarakat bisa tetap berhati-hati dan waspada, sehingga peristiwa seperti ini tidak terjadi kembali,” harapnya. (kif)













Discussion about this post