logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Nasional

Harumkan Gorontalo, Kondisi Tempat Tinggal Memprihatinkan

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 26 April 2022
in Nasional
0
Harumkan Gorontalo, Kondisi Tempat Tinggal Memprihatinkan

Potret rumah Meli Nento, orang tua Silvana Lamanda yang memprihatinkan, Kamis (14/4) kemarin.

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.id – Sebuah rumah semi permanen ukuran sederhana di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, menjadi tempat tinggal Meli Nento, seorang perempuan paruh baya.

Ia tinggal dengan anaknya, dan hidup seadanya. Namun dibalik rumah dengan atap daun rumbia itu tercatat prestasi yang membanggakan, mengharumkan nama Gorontalo, tak hanya diseantero negeri, namun hingga manca negara.

Di rumah berdinding papan itu, tumbuh Silvana Lamada, atlet taekwondo asal bumi panua, yang baru saja membawa pulang medali perak pada ajang Internasional 15th ASEAN Taekwondo Championship 2022 di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 1-3 April lalu. Capaian medali perak untuk kategori putri U-67U-67 Kg.

Pada ajang PON XX di Papua, Silvana memperkuat tim Gorontalo, ia berhasil mencatatkan namanya sebagai peraih medali perak pada ajang pesta olahraga se nusantara itu. Kini Silvana fokus pada pelatihan nasional, ia merupakan atlet taekwondo nasional.

Related Post

Open Fishing Tournament Kapolda Sulut, Ikut Memeriahkan, DAW Hadirkan Booht Honda

Sori, Kata Kepala BGN, WFH Tidak Berlaku Bagi Unit Kerja Ini,

Lahan Eks Transmigrasi Bulango Ulu, Dukung Waduk Kementrans Turun Tangan

Wagub Idah Syahidah RH Tanam Padi Program Cetak Sawah Rakyat di Randangan, Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Prestasi Silvana harusnya membuat bangga banyak pihak, terutama pemerintah daerah. Bukan hanya bangga, namun perhatian terhadap atlet-atlet berprestasi juga harusnya ditunjukkan.

Hal itu yang belum nampak, Meli bersama adik Silvana yang tinggal di rumah semi permanen dengan teras berlantai tanah itu, harus kebingungan ketika hujan tiba, sebab mereka pasti mencari lagi tempat tidur, lantaran atap rumah yang bocor.

Untuk urusan perut, Meli pun harus kerja keras dengan berjualan kue keliling hingga kerja serabutan saat musim panen tiba.

Meski dengan kondisi serba kekurangan, Meli mengaku tak mau lagi mengemis bantuan karena sudah beberapa kali memohon bantuan kepada pemerintah setempat namun tak jua mendapatkan jawaban pasti.

Bahkan, kata Meli dirinya yang sudah single parents ini nyaris tak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah desa.

“Kalau bukan karna covid ini pak, paling saya tidak dapat BLT. Kecuali cuma dapat BLT korona, selain dari situ saya tidak pernah dapat apa-apa. Dari desa tau kondisi saya, tapi tidak tau kenapa.

Saya ba pikir kenapa orang lain bisa sedangkan saya tidak bisa. Dengan saya pe keadaan begini saya tidak pernah di perhatikan. Kalau di pikir saya itu banyak kekurangan, lebih butuh.

Kalau bantuan rumah tidak pernah. Kadang-kadang saya itu sedih sendiri melihat keadaan saya. Alhamdulillah meskipun saya mungkin tidak dapat dari desa, mungkin saya pe rejeki ini nanti dengan ti Eva ini saya dapat, jadi sudah cukup pak, meminta, memohon untuk apa itu pak sudah cukup,” ujarnya.

“Yang saya tanggung ini kan masih 4 anak yang masih sekolah. Tapi tidak pernah dapat yang namanya PKH atau apa. Anak-anak pun itu tidak pernah dapat beasiswa ti Eva itu selama ini tidak pernah dapat beasiswa apa-apa. Jadi untuk dorang pe biaya sekolah yaa saya ambil gaji sama orang, tidak sampai 100 ribu perhari,” tambahnya.

Sempat dijanjikan oleh Pemerintah Daerah untuk di bangunkan rumah layak huni, namun hingga saat ini kata Meli bantuan itu tak kunjung datang.

“Ada santunan dari Pak Bupati Rp 35 juta kemarin. Cuma ini dari Bupati katanya di kasih rumah cuman tidak tahu, belum ada juga yang turun dari dorang (pemerintah), makanya saya ada tunggu-tunggu belum ada juga. Mungkin mereka masih sibuk atau apa,” imbuhnya lagi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Balayo, Uyan Oka, menyebutkan, pemerintah Desa sudah mengusulkan Meli Nento sebagai penerima bantuan hanya kelengkapan administrasi kependudukan Meli beserta anak-anaknya yang belum lengkap membuat keluarga Meli Nento sulit untuk mendapatkan bantuan dimaksud.

“Ada kase usulkan, cuman kan dia ini nanti ini so menetap di desa. Sebelumnya tidak menetap di desa jadi baru ada kase perbaikan depe dokumen, kartu keluarga dan sebagainya.

Kendalanya disitu. Kita di desa pun harus ada kriteria kalau mau kase bantuan begitu. Namanya juga bantuan. Untuk kondisi rumahnya sendiri itu baru tahun-tahun kemarin dibangun. Kalau kita langsung kasih bantuan nanti perkataan masyarakat lain bagaimana lagi.

Kalau bangunannya sudah lama kan tidak mungkin tidak diperhatikan pemerintah. Ada mungkin baru tiga tahunan begitu,” jelas Uyan saat dikonfirmasi, Kamis (21/4) kemarin.

Lain halnya dengan Kadis Pariwisata pemuda dan olahraga, Zulkifli Umar. Dirinya menyebutkan terkait dengan bantuan untuk atlit yang berprestasi khusus untuk dua cabang (Sepak Takraw di Popayato dan Taekwondo di Patilanggio) di awal tahun kemaren pemerintah daerah melalui dinas sudah melakukan pendataan by name by Adressnya serta kondisi tempat tinggal para atlit. Hanya saja setelah dikonfirmasi ke Dinas Perkim, ditahun ini belum ada anggaran untuk pembangunan rumah.

“Kita sudah konfirmasi ke Dinas Perkim memang tahun ini belum ada anggaran untuk itu, bila memungkinkan dianggarkan lewat perubahan maupun di APBD 2023. Sesungguhnya pak Bupati sangat respon hal ini, cuma karena tidak ada anggaran,” ungkapnya.

Selain itu kata Zulkifli. Untuk Silfana Lamanda Atlet Taekwondo pada iven PON papua kemarin sudah mendapatkan Bonus dari pemda melalui KONI sebesar 35 juta. Sementara atlit Takraw meraih medali emas ada bonus dari pemda seju.lah Rp. 65.000.000.

“Kalau bonus rumah memang belum ada dari Pemda karna belum ada anggaran. Jadi tidak benar kalo pemda belum pernah memberikan apresisasi terhadap yang bersangkutan,” pungkasnya. (ryn)

Tags: APBD 2023AtletBLT

Related Posts

KAPOLDA CUP - Open Fishing Tournament Kapolda Sulut Cup I 2026 yang digelar pada 11–12 April 2026 di Youth Center Kawasan Megamas, Manado. (foto: dok- humas polda sulut)

Open Fishing Tournament Kapolda Sulut, Ikut Memeriahkan, DAW Hadirkan Booht Honda

Tuesday, 14 April 2026
Sori, Kata Kepala BGN, WFH Tidak Berlaku Bagi Unit Kerja Ini,

Sori, Kata Kepala BGN, WFH Tidak Berlaku Bagi Unit Kerja Ini,

Saturday, 11 April 2026
Viva Yoga Mauladi

Lahan Eks Transmigrasi Bulango Ulu, Dukung Waduk Kementrans Turun Tangan

Friday, 10 April 2026
Wagub Idah Syahidah RH Tanam Padi Program Cetak Sawah Rakyat di Randangan, Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Wagub Idah Syahidah RH Tanam Padi Program Cetak Sawah Rakyat di Randangan, Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Friday, 10 April 2026
Wamentrans Viva Yoga Hadiri Halal Bi Halal KAHMI-HMI Gorontalo, Cerita Dua Kali Gagal jadi Ketum PB HMI

Wamentrans Viva Yoga Hadiri Halal Bi Halal KAHMI-HMI Gorontalo, Cerita Dua Kali Gagal jadi Ketum PB HMI

Thursday, 9 April 2026
Konferensi pers Pemprov Gorontali di Rumah Jabatan Gubernur terkait dengan kebijakan efisiensi anggaran, Rabu (2/4) malam. (Foto : Mila/diskominfotik)

Kunker Pejabat Diminta ‘Nebeng’ Kenderaan

Monday, 6 April 2026
Next Post
Bukit Proja, Objek Wisata Baru Bikin Kagum Gubernur

Bukit Proja, Objek Wisata Baru Bikin Kagum Gubernur

Discussion about this post

Rekomendasi

Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Aulia Lahiya (19) bersama rekannya menampilkan atraksi ekstrim pada wahana tong setan, pasar malam hoya-hoya di taman Isimu, Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/4) malam. (foto: aviva /mg/ gorontalo post)

Cerita Aulia Lahiya, Demi Cuan Uji Nyali di Wahana Tong Setan

Friday, 17 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    173 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Batas-Batas Pengobatan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.