logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Sanksi Isolasi

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 4 March 2022
in Disway
0
Doa Wadas

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

SUDAH tiga hari saya tidak bisa menghubungi kenalan di Kiev, ibu kota Ukraina. WA saya pun tidak dibalas. Bahkan tidak dibaca. Saya bisa menduga mereka sudah tidak di Ukraina lagi. Kartu telepon Kiev-nya tentu sudah tidak berfungsi lagi di area lain.

Saya masih berharap mereka mau kirim nomor baru ke saya. Dari mana pun tempat mereka yang baru. Tapi harapan itu tidak muncul pun sampai tadi malam.

Saya pun menelepon Sasha (Aleksandra Klintsevich)  mahasiswi Belarusia yang kuliah di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS): apakah sehari kemarin Sasha masih bisa menelepon teman-teman di Ukraina? Dan apakah mereka masih bisa menonton TV Ukraina?

Sasha menjawab: “Saya masih bisa menelepon mereka tadi. Mereka juga masih bisa menonton TV Ukraina.”

Related Post

Ya Tidak

Jumat Keramat

Iris Istri

PLN Transisi

Berarti Kiev masih terkontrol oleh tangan pemerintahan Presiden Zelenskyy.

Kemarin Anda sudah tahu: hari kedelapan perang di Ukraina. Masih datar-datar saja.

Kalau sampai hari ke-10 besok Kiev belum juga jatuh ke tangan Rusia apa yang akan terjadi?

Mungkin juga tidak terjadi pembalikan keadaan. Kelihatannya tidak akan ada bantuan militer dari luar Ukraina. Atau pun peralatan tempur yang canggih. Ukraina akan bertahan dengan apa yang ada. Inilah perang yang pihak penyerangnya tidak perlu kesusu. Penyerang seperti tidak takut pihak yang diserang sempat konsolidasi. Atau sempat terima bantuan yang hanya telat datang.

Amerika Serikat memang memberikan dukungan penuh pada Ukraina. Seperti yang ditegaskan Presiden Joe Biden di pidato kenegaraan tiga hari lalu. Tapi Amerika sudah pasti tidak akan mengirimkan pasukan ke Ukraina.

Kalau Amerika saja bersikap seperti itu berarti Inggris juga begitu. Apalagi Jerman. Lebih-lebih lagi Prancis.

Kini patriot Ukraina harus berjuang sendiri: bela negara tercinta. Tapi kekuatan Ukraina memang terbatas. Di kota-kota yang sudah ditaklukkan Rusia, tidak terjadi perlawanan yang sesungguhnya. Kota Kharkiv, Mariupol, dan Kherson sudah kosong dari tentara Ukraina. Kharkiv adalah kota terbesar kedua di Ukraina.

Sekitar 500 Km di timur Kiev. Mariupol dan Kherson adalah dua kota pelabuhan di selatan. Dari Kherson pasukan Rusia akan menuju kota pelabuhan terbesar: Odesa.

Seharusnya, negara sekuat Rusia bisa menaklukkan Ukraina dalam satu atau dua hari. Kenyataannya, hari ke delapan lewat begitu saja. Odesa pun belum dimasuki. Apalagi Kiev.

Pengamat militer di Barat pun bertanya-tanya: mengapa begitu. Sudah pasti bukan karena perlawanan yang menakutkan. Memang banyak barikade dipasang di jalan-jalan masuk Kiev, tapi tumpukan pasir dan karung itu tidak ada artinya bagi tank Rusia.

Berarti Rusia memang tidak memilih cara perang kilat. Dan Barat memang lebih fokus pada serangan di bidang ekonomi. Barat akan melumpuhkan Rusia dari kekuatan ekonominya.

Serangan seperti itu sudah terbukti menyengsarakan negara seperti Iran, Korea Utara, dan Kuba. Juga Venezuela. Dan Bolivia.

Negara-negara itu menderita karena diputus saluran darah mereka: negara lain pun kena sanksi bila berbisnis dengan mereka.

Demikian juga perusahaan yang menjalin bisnis dengan negara-negara itu. Pasti takut. Meng Wanzhou, putri pendiri Huawei itu, sampai ditangkap Amerika hanya gara-gara tuduhan anak perusahaan Huawei berbisnis dengan Iran.

Apakah Rusia akan diisolasi sampai sekeras isolasi terhadap Iran? Dan Rusia akan mengalami kesulitan yang sama dengan Iran?

Sejauh ini sanksi pada Rusia sebatas untuk perusahaan-perusahaan Rusia tertentu. Juga untuk tujuh bank Rusia. Termasuk untuk tokoh-tokoh bisnis Rusia yang dianggap dekat dengan Vladimir Putin. Tapi belum ada sanksi kepada perusahaan atau negara yang masih berbisnis dengan Rusia.

Rusia adalah negara besar yang bisa hidup mandiri: energinya cukup untuk ekonomi dan rakyat mereka, sumber pangannya cukup, jumlah penduduknya juga cukup besar untuk memutar perekonomian, wilayahnya sangat luas –daratan maupun lautnya.

Kalaupun Rusia harus –seperti penderita Covid– menjalani isolasi, maka ia akan seperti isolasi di sebuah vila yang besar: yang ada sawahnya, kolam renangnya, lapangan sepak bolanya, dan karaokenya.

Itu mirip Tiongkok. Atau Amerika sendiri. Atau juga mirip Indonesia –kalau saja kita cukup energi dan pangan.

Apalagi kalau Rusia dan Tiongkok akan menjalani isolasi bersama. Itu akan seperti dua villa besar yang dibuka pagarnya.

Itulah yang tidak bisa dilakukan Iran, Korut, dan Cuba. Juga Venezuela dan Bolivia.

Maka kalau pun di hari ke 10 besok Kiev sudah bisa jatuh ke tangan Rusia, perang masih akan terus berlanjut di bidang ekonomi. Kali ini kita akan ikut jadi pelakunya –setidaknya bisa menjadi korbannya.(Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
PLN Transisi

PLN Transisi

Saturday, 17 October 2026
Camino Nakasendo

Camino Nakasendo

Friday, 16 October 2026
Hati Ngadirejo

Hati Ngadirejo

Wednesday, 14 October 2026
Next Post
Cegah Penyebaran Covid-19, HUT ke-294 Kota Dirayakan Sederhana

Cegah Penyebaran Covid-19, HUT ke-294 Kota Dirayakan Sederhana

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Tuesday, 27 October 2026
Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Muhammad Firdaus AF

Sinergi Daerah Kunci Stabilitas Harga Pangan

Wednesday, 28 October 2026

Pos Populer

  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Demo Jilid II Membayangi Polda, Wakapolda Pasang Kuda-Kuda, Ingatkan Personel Tetap Humanis

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.