logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Perang Hati-hati

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 2 March 2022
in Disway
0
Doa Wadas

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

PERANG di Ukraina ini memang harus hati-hati: ada enam pembangkit listrik tenaga nuklir di sana. Umumnya itu buatan tahun 1980-an. Peninggalan era Uni Soviet.

Tentu konstruksinya sangat kuat, tapi belum sekuat bikinan tahun 2000-an. Apalagi yang di Chernobyl, konstruksinya masih belum seperti kubah. Masih seperti kolam. Kalau kena sasaran rudal masih sangat rawan.

Yang lima lokasi lainnya sudah berbentuk kubah. Itu kuat sekali. Tahan rudal sekali pun. Di dalam kubah itu ada pengaman berlapis. Lapisan paling dalam adalah ”kubah baja”. Tebal bajanya 5 cm. Yang lebih baru –seperti yang saya masuki di Korea Selatan­– ketebalan itu menjadi 7 cm.

Di luar baja tersebut dilapisi beton khusus. Tebalnya 1 meter. Dibantu pula dengan bentuknya yang seperti telur: lebih kukuh.

Related Post

Neo Pop

Lewat Pasrah

Agus Deyang

Jago Cimory

Dari mengunjungi empat lokasi pembangkit listrik nuklir saya bisa membayangkan rawannya perang di Ukraina ini. Justru yang senjata nuklirnya tidak bahaya: di bawah kontrol banyak negara.

Tapi pembangkit listrik nuklir ini bisa jadi titik sensitif. Apalagi ada masalah limbah nuklir di situ. Limbah nuklirnya tidak di dalam kubah yang aman itu. Tempat menyimpan limbah nuklir tidak seaman bangunan telur itu.

Itulah yang lebih dikhawatirkan. Apalagi pembangkit tersebut sudah beroperasi lebih dari 30 tahun. Sebagian bahkan sudah direnovasi untuk memperpanjang izin pemakaiannya.

Berarti limbah nuklirnya sudah sangat banyak.

Prasangka baik saya: Rusia pertama-taman justru menguasai Chernobyl untuk mengamankan instalasi itu. Di luar yang sudah meledak dulu, masih ada pembangkit nuklir di situ yang masih aktif.

Enam pembangkit listrik nuklir di Ukraina masing-masing berkapasitas 900-an MW. Cukup untuk seperlima kebutuhan listrik Ukraina secara nasional. Yang terbesar adalah yang di Ukraina tengah, di pinggir sungai Dnieper –yang saking lebarnya sudah seperti danau panjang.

Pembangkit listrik nuklir memang memerlukan air yang sangat besar sebagai pendingin dan sumber uap.

Kemungkinan besar, Rusia baru masuk ibukota Ukraina, Kiev, setelah enam lokasi tersebut dikuasai. Kalau sampai terjadi bencana dari nuklir tersebut nama Rusia akan habis jadi bulan-bulanan dunia.

Tentu Rusia juga harus menguasai dulu dua kota pelabuhan terbesar di bagian selatan Ukraina: Odesa dan Mariupol. Dua-duanya di pantai Laut Hitam.

Bagi Rusia, menguasai Mariupol tidak sulit. Posisi pelabuhan itu terjepit antara daratan Rusia dan semenanjung Crimea –yang sudah dikuasai Rusia. Apalagi Rusia sudah membangun jembatan baru di atas laut yang menghubungkan Crimea dengan daratan Rusia. Praktis Mariupol sudah terkunci. Rusia cukup pasang lima kapal perang melintang di bawah jembatan baru itu. Jembatan ini sangat panjang: 19 Km. Tahun lalu selesai dibangun. Ini menjadi jembatan di atas laut terpanjang kedua di Eropa. Yang membuat orang Crimea tidak menyesal gabung dengan Rusia.

Tinggal bagaimana menguasai pelabuhan Odesa. Juga tidak akan sulit. Odesa juga tidak jauh dari Krimea.

Semua pelabuhan di Laut Hitam itu ujung-ujungnya tergantung pada Turki. Tidak ada jalan lain untuk keluar dari Laut Hitam kecuali lewat Selat Bospurus yang di Istanbul itu.

Maka di hari kelima perang Ukraina ini terlihat jelas bahwa Kiev dikepung dari tiga arah: timur, selatan, dan utara.

Kiev sendiri terlalu dekat ke perbatasan dengan Belarusia: hanya sekitar 150 Km. Serangan dari arah Belarusia inilah yang kian mendekati Kiev.

Satu per satu kota-kota kecil Ukraina dikuasai Rusia –lalu mendirikan pos untuk mengontrol keluar masuk manusia dan barang dari kota itu.

Mungkin Rusia sudah berhitung: tidak harus menguasai Kiev dalam perang lima hari. Ini berbeda dengan skenario Tiongkok yang harus menguasai Taiwan dalam satu malam –kalau akan merebut Taiwan. Itu agar bantuan dari Amerika tidak keburu datang.

Sedang bantuan untuk Ukraina tidak bisa datang secepat itu. Bantuan senjata hanya bisa lewat Polandia. Atau Moldova. Negara-negara Eropa adalah negara demokrasi: tidak mudah mendapat persetujuan parlemen untuk mengirim persenjataan. Apalagi yang untuk menyerang. Kalau toh ada bantuan senjata, maksimal adalah senjata untuk mempertahankan diri. Bukan untuk menyerang.

Kelihatannya Rusia sudah berhitung: tidak harus kesusu. Satu minggu pun tak apa.

Maka hari ini dan besok adalah hari-hari yang krusial bagi Ukraina. Terutama bagi Presiden Zelenskyy.

Sejauh ini Zelenskyy masih punya senjata ampuh di tangannya: handphone. Ia masih terus hubungi siapa saja yang bisa membantunya.

Lewat handphone itu pula para sekutu masih bisa memberikan penghiburan padanya. Amerika memberikan hiburan istimewa: menyediakan diri menampung pengungsi dari Ukraina.

Sejauh ini perhatian Barat lebih fokus pada memberikan sanksi terberat bagi Rusia. Termasuk mengeluarkan Rusia dari sistem perbankan dunia. Dua hari lalu Bank Sentral Rusia memberi tanggapan enteng: itu justru akan memperkuat ruble sebagai mata uang internasional.

Tentu itu terlalu omong besar. Kenyataannya nilai rubel terus jatuh atas dolar dan euro. Begitu beratnya sanksi itu. Saya bayangkan, kalau Indonesia menerima sanksi seberat itu, sudah langsung pingsan. Begitu beratnya sampai-sampai Tiongkok bereaksi: sanksi seperti itu tidak menyelesaikan masalah. Dunia di luar Rusia ikut menderita.

Tentu Tiongkok berada di belakang Rusia. Apalagi, sekarang ini, sudah terpasang empat pipa gas di empat lokasi di perbatasan Tiongkok-Rusia.

Barat sangat optimistis sanksi ekonomi itu akan berhasil mengisolasi Rusia. Mereka hanya pesimistis di satu saja. Yakni tidak akan berhasil memboikot produk Rusia yang satu ini: minuman keras vodka.(Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Jago Comory

Jago Comory

Wednesday, 3 June 2026
Pet Byar

Pet Byar

Saturday, 30 May 2026
Next Post
IPA Longalo Tak Beroperasi, PDAM Kerahkan Alat Berat Atasi Sumbatan Instalasi

IPA Longalo Tak Beroperasi, PDAM Kerahkan Alat Berat Atasi Sumbatan Instalasi

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.