logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Tiga Serangkai (Generasi Terbaik Gorontalo)

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 14 February 2022
in Persepsi
0
Anakmu Bukan Milikmu

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Elite Sibuk Mengganti Panggung Pilkada, Rakyat Gorontalo Masih Menunggu Perubahan

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Mahasiswa Merdeka

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Oleh

Basri Amin

 Gorontalo seharusnyalah bangga, bahwa terpampang 3 (tiga) nama (putra terbaik!) Gorontalo di sektor pemikiran kebudayaan dan kesusastraan: H.B. Jassin, J.A. Dungga dan Gani Katili. Usia mereka di masa itu masih muda, tapi tanpa ragu mereka sudah tampil dan unggul di percaturan nasional. Tak banyak yang tahu bahwa pada buku Gema Tanah Air (1948), karya H.B. Jassin yang mengumpul semua karya-karya sastra Indonesia (Prosa dan Puisi) pada periode 1942-1948, terdapat nama A.A.Katili –yang lebih sering menyebut dirinya dengan Gani Katili. Beliau adalah kakak Geolog Prof. J.A.Katili.

Belum banyak yang tahu, seorang pemuda Gorontalo, namanya J.A. Dungga (1922-1995) adalah seseorang yang kiprahnya diperhitungkan dalam formasi pemikiran kebudayaan di awal kemerdekaan.Dungga adalah seorang pemikir budaya, terutama di bidang musik dan kesenian.Ketika wafat di Jakarta, Senin 28 Agustus 1995, hampir semua media nasional memberitakannya.

J.A. Dungga lahir di Gorontalo pada 12 Januari 1922.Dapat dikatakan, J.A. Dungga adalah orang Gorontalo pertama yang menempuh pendidikan di Barat.

Ia belajar khusus tentang Siaran Radio dan Musikologi di Nederland tahun 1951. Di zaman revolusi, ia adalah Redaktur bidang musik di mingguan terpandang di masa itu, Mimbar Indonesia; juga di bulanan Zenith. Untuk waktu yang cukup lama, J.A Dungga tercatat sebagai anggota International Music Council di Paris, Perancis. Selanjutnya ia bekerja sebagai Dewan Siaran Radio R.I dan berkiprah sebagai pimpinan Musyawarah Musik Indonesia.

Karya-karyanya, antara lain: Musik Abadi, Manusia dan Musik, Sejarah Musik, Sejarah Alat Musik, Sejarah Orkes, Seputar Musik Indonesia, dll. Pada Juni-Juli 1980, J.A. Dungga adalah Ketua Dewan Juri Sayembara nasional untuk penentuan “Himne Guru”, sebuah himne yang hingga kini sangat populer dan menyentuh.

Perannya sangat besar karena diberi kepercayaan oleh negara –Menteri Pendidikan Daoed Joesoef untuk memilih hymne Guru yang paling baik di Indonesia, sebagaimana di Perancis dikenal lagu istimewa untuk Guru, “Monsieur le Professeur”.

Tulisan-tulisan mereka di Mimbar Indonesia sungguh-sungguh menempatkan debat-debat keindonesiaan dalam bobot yang memukau. J.A. Dungga sangat artikulatif dalam menulis.Ia kritis dan kaya perspektif. Gaya menulisnya rinci dengan rujukan internasional yang kaya. Ketika J.A. Dungga menulis tentang sejarah musik, amat terasa bacaannya yang luas.Hampir semua musisi dunia, terutama yang tersohor kontribusinya dalam sejarah musik Barat, semuanya diterangkan oleh J.A Dungga. Ini misalnya terlihat dalam tulisannya yang berjudul: Pengaruh-Mempengaruhi dalam Musik.

J.A. Dungga adalah pelopor pemikiran musik Indonesia.Pandangannya yang kaya tentang pertumbuhan musik di tanah air, baik menjelang kemerdekaan dan pascakemerdekaan, adalah benih-benih pendidikan musik yang amat penting artinya.Ia memang sangat kritis terhadap “mental meniru” dari sebagian pelaku musik Indonesia di awal kemerdekaan. Ini terbaca dari esainya, “Di sekitar Aransemen dan Orkestrasi Indonesia”.

Karya Abdulgani Katili, dengan judul Kenang-Kenangan, diterbitkannya di majalah Panca Raya edisi 1 Juni 1947. Sebuah prosa yang unik karena mengisahkan kehidupan remaja yang mengambil latar masa kolonial di Manado.Tulisan Gani Katili berikutnya adalah “Sepku’, yang lagi-lagi adalah sebuah prosa yang mengisahkan formasi-formasi awal keindonesiaan di tingkat daerah (dimuat oleh Panca Raya, 1 Januari 1947).

Uniknya lagi, Gani Katili adalah seseorang yang di kemudian hari lebih dikenal sebagai pakar olahraga Indonesia.Dapat dikatakan, dia adalah satu-satunya penulis dan pengamat olah raga paling cerdas dan produktif di awal kemerdekaan. Tak heran kalau ia melahirkan buku-buku olahraga, termasuk tentang tennis, dll. Lagi pula, Gani Katili adalah Juara Tenis Lapangan tingkat nasional di zamannya.Ia lahir di Gorontalo pada April 1915.

Apakah mereka dirujuk dan dihitung karya-karnya secara internasional? Adalah Jennifer Lindsay, seorang peneliti di the Southeast Asia Center, Australian National University (ANU), Australia, yang menggagas dan menerbitkan satu karya penelitian dari berbagai pakar dunia tentang dinamika kebudayaan Indonesia periode 1950-an. Melalui buku mereka, Heirs to World Culture: Being Indonesian 1950-1965 (KITLV, 2012), kita bisa menemukan dengan jelas bagaimana besarnya peran H.B. Jassin dalam pembentukan pengetahuan dan dokumentasi kesusastraan dan kebudayaan Indonesia, terutama di masa Jepang dan Revolusi.

Selain H.B. Jassin, kita juga menemukan “pengakuan” komunitas (ilmiah) internasional tentang peran putra terbaik Gorontalo lainnya, J.A. Dungga di bidang musik. Kedua tokoh ini sangat pro-republik, mereka menyebut dirinya –sebagaimana dikatakan oleh H.B. Jassin– sebagai “republikein in hart en nieren”.

Gorontalo punya marwah, J.A Dungga dan H.B Jassin bisa duduk sejajar dan berperan sama tinggi dengan tokoh-tokoh nasional lainnya di bidang (pemikiran) kebudayaan, seperti Ki Hajar Dewantara, Adinegoro, Sukarsih, Sukadjo, dan lainnya. Bahkan, bila kita merujuk prosa-prosa Gani Katili dalam Gema Tanah Air (1948), sangat jelas kedudukannya di tengah-tengah pengarang ternama seperti Usmar Ismail, Aoh Kartahadimadja, Rosihan Anwar, Achdiat Karta Mihardja, dll.

Oleh seorang sarjana lulusan Universitas Antwerp, Belgia, bernama Els Bogaerts (2012) yang secara khusus menyoroti mingguan Mimbar Indonesia, dengan terang memperlihatkan bagaimana peran dua orang putra terbaik Gorontalo: H.B. Jassin dan J.A.Dungga di jajaran redaksinya. Di bidang musik, Dungga adalah berada di papan atas.Kendati pembaca nasional umumnya hanya familiar dengan H.B. Jassin. Padahal, pada beberapa edisi Mimbar Indonesia, Jassin, Katili, dan Dungga cukup sering tampil dengan karya masing-masing: Sastra, Musik dan Sport. Di usia mereka yang masih muda, panggung nasional sudah direbutnya, dengan cita-cita dan pengabdian yang konsisten untuk bangsanya. ***

Penulis adalah Parner di Voice-of-Hale-Hepu;

Bekerja di Universitas Negeri Gorontalo;

Surel: basriamin@gmail.com

Tags: basri amin

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Elite Sibuk Mengganti Panggung Pilkada, Rakyat Gorontalo Masih Menunggu Perubahan

Tuesday, 20 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Basri Amin

Mahasiswa Merdeka

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026
Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Next Post
Penanganan Kasus Korupsi di Kejati Ditagih, Kasad : Mohon Bersabar, Semua Butuh Proses

Penanganan Kasus Korupsi di Kejati Ditagih, Kasad : Mohon Bersabar, Semua Butuh Proses

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Operasi penertiban PETI di Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo oleh tim gabungan Ditreskrimsus Polda Gorontalo, Polres Boalemo, Polsek Paguyaman dan TNI beberapa waktu lalu. (Foto: dok-Gorontalo Post).

DPR: Prabowo Percepat Regulasi Tambang Rakyat

Tuesday, 20 January 2026
Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Saturday, 20 December 2025

Pos Populer

  • Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

    Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    65 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.