logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Perjuangan 2 T

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Saturday, 31 July 2021
in Disway
0
Perjuangan 2 T
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

—-

Related Post

Yossi Cohen

Tulung Agung

Bertahan Menyerang

Cari Muka

AKHIRNYA saya bertemu dengan orang yang sangat dekat dengan Heryanti, putri bungsu AkidiTio–yang menyumbang Kapolda Sumsel Rp 2 triliun itu.

Kemarin malam saya hubungi dia. Kemarin pagi saya ajak bicara lagi. Dia orang Padang yang lahir di Sumsel. Juga punya darah Langkat.

Dia cantik sekali. Pintar sekali. Menguasai bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Belanda. Pekerjaannyi pun sangat terhormat –sekarang ini.

Suatu saat saya akan buka siapa Si Cantik itu: Anda pun akan bilang “Oh….dia!”. Anda tahu wanita itu. Hampir orang se-Indonesia juga tahu siapa suaminyi.

Sehari sebelum bertemu Si Cantik, saya diliputi penuh keraguan: jangan-jangan sumbangan Rp 2 triliun itu pepesan kosong. Betapa terbantingnya Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri. Betapa terpukulnya masyarakat Tionghoa se-Indonesia.

Apalagi, dua hari lalu, saya mendapat info sinis ini: jangankan uang Rp 2 triliun, bayar utang Rp 3 miliar pun tidak bisa. Sudah bertahun-tahun. Setiap ditagih selalu dijawab sebentar lagi, tidak lama lagi, bulan depan, minggu depan, dan sebangsa itu.

Tangan saya pun gemetar ketika mendapat kepastian bahwa Heryanti memang punya utang itu. Yang belum terbayar itu. Bukan hoax.

Ditambah lagi begitu banyak pengusaha Tionghoa yang saya hubungi: semua tidak tahu siapa Aki –panggilan AkidiTio. Lebih lagi ketika Prof Dr dr HardiDarmawan tidak mau lagi menjawab telepon saya. Padahal beliau lah orang pertama yang dihubungi Heryanti. Untuk mengantarkannyi ke Kapolda –menyerahkan bantuan itu, secara simbolis.

Saya pun down: alangkah mengecewakannya bila semua itu pepesan kosong.

Maka saya terus bergerilya mencari sumber yang bisa diandalkan. Saya memang mendapatkan nomor teleponHeryanti tapi tidak berhasil saya kontak.

Sampailah akhirnya saya menemukan wanita cantik –dengan lima ”i” itu.

Si Cantik ternyata sangat kasihan pada Heryanti. Dua hari terakhir media mulai meragukan kebenaran sumbangannyi itu.

“Kenapa media begitu?” tanya Si Cantik kepada saya. Memang benar adanya, Si Cantik pernah memberi pinjaman Rp 3 miliar kepada Heryanti. Tapi tidak benar dia sampai stres akibat pinjaman yang tidak kunjung dikembalikan itu. Juga tidak benar suaminyi sampai meninggal akibat memikirkan uang itu.

Sang Suami –orang terhormat di Palembang dan sangat ganteng– memang meninggal akhir tahun lalu. Tapi akibat sakit jantung. Bukan karena stres memikirkan uang tersebut.

Boleh dikata, ketika Sang Suami memberikan pinjaman tersebut, hatinya gembira. Juga dengan perasaan pasti akan dibayar.

Pasangan pribumi Minang-Palembang itu memang sangat dekat dengan Heryanti yang Tionghoa. Termasuk dengan salah satu kakak Heryanti yang bernama Agwan.

Saking dekatnya sampai mereka punya usaha bersama. Kelak akan saya ceritakan bentuk usaha mereka itu.

Bagaimana mereka bisa berteman dekat?

“Heryanti itu orangnya sangat baik. Kami tidak merasa dia itu Tionghoa. Dia juga tidak merasa kami ini pribumi. Hubungan kami tidak tersekat soal ras. Heryanti itu sudah seperti pribumi,” ujar Si Cantik kepada saya.

“Jadi uang Rp 2 triliun itu ada?” tanya saya.

“Ada. Mungkin paling lambat Senin lusa cair,” jawabnyi.

“Dari mana Anda tahu Senin bisa cair?”

“Saya baru saja teleponHeryanti. Dia bilang begitu,” jawabnyi.

“Jadi Anda bisa terus telepon ke Heryanti?”

”Bisa. Tidak ada masalah. Tadi malam pun saya telepon dia,” jawabnyi.

“Bagaimana Anda bisa begitu optimistis uang itu pasti cair?”

“Saya percaya dia. Dia bilang begitu,” jawabnyi lagi.

“Tapi dulu pun dia kan juga sering bilang ”bulan depan” atau ”minggu depan” …”

“Iya sih. Tapi kali ini bicaranya kan dengan kapolda. Mana bisa sembarangan,” jawabnyi.

Bahwa utang itu belum terbayar, katanyi, bukan karena dia tidak mau membayar. Uangnya ada. Tapi masih di bank di Singapura.

Uang itu milik ayah Haryanti, AkidiTio. Yang meninggal tahun 2009 lalu, di umur 89 tahun. Istri Aki meninggal empat tahun sebelumnya.

Uang itu hasil usaha Aki dengan partner bisnis di Singapura dan Hongkong. Mereka juga punya aset dalam bentuk gedung-gedung.

Ada cerita khusus bagaimana Heryanti sampai tahu bahwa ayahnyi punya uang di Singapura. Bahkan juga di Hongkong. Bagaimana dia bisa tahu, kelak juga akan saya ceritakan.

Yang jelas anak-anak Aki yang lain juga tahu soal uang di Singapura itu. Hanya saja mereka sudah ”putus harapan”. Uang itu tidak akan bisa dicairkan. Kalau toh bisa harus dengan usaha yang luar biasa dan biaya yang besar.

Dulu, suami Si Cantik rela meminjami Heryanti uang Rp 3 miliar juga untuk biaya pengurusan uang besar itu.

Di antara 7 bersaudara, tinggal Heryanti yang masih tidak mau menyerah. Dia terus berusaha mendapatkannya. Mungkin Heryanti mendapat kabar dari Singapura bahwa uangnya sudah bisa diambil –sehingga berani menghadap kapolda.

Si Cantik sendiri pernah ikut Heryanti ke Singapura. Dan ke Hongkong. Ikut mendampingi pengurusan itu. Dia dukung penuh Heryanti. Tidak sedikit pun ragu pada kebaikan Heryanti.

Sebagai wanita yang berpendidikan sangat-sangat tinggi –dan punya kemampuan bicara lima bahasa asing– Si Cantik yakin usaha Heryanti akan berhasil.

Mungkin Senin depan. Atau Senin depannya lagi…

—

Ada pertanyaan titipan dari pembaca wanita Disway: apakah benar foto wanita cantik, di dalam pesawat pribadi, yang mengenakan arloji Rp 25 miliar, yang beredar luas di medsos, itu Heryanti? (Lihat foto).

“Hahaha…. Bukan! Heryanti itu orangnya sederhana, humble dan biasa-biasa saja,” jawab Si Cantik.(*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayPerjuangan 2 T

Related Posts

Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
--

Bertahan Menyerang

Wednesday, 15 April 2026

Cari Muka

Tuesday, 14 April 2026
Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menyatakan perundingan Islamabad gagal, tapi jalur diplomatik tetap terbuka -Tasnim News Agency-

Jalan Baru

Monday, 13 April 2026
Drum Mesiu

Drum Mesiu

Saturday, 11 April 2026
Next Post
FESyar KTI : Sharia Forum Webinar, Batu Loncatan Tingkatkan Pembiayaan Syariah di KTI

FESyar KTI : Sharia Forum Webinar, Batu Loncatan Tingkatkan Pembiayaan Syariah di KTI

Discussion about this post

Rekomendasi

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Oknum Kades di Pohuwato saat diperiksa sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terkait dengan dugaan aktivitas PETI. (foto: istimewa)

Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

Wednesday, 15 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Profesi-Profesi Hebat

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.