logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Peluang Medsos

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 19 January 2021
in Disway
0
Peluang Medsos
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Bom Suci

Petir Agrinas

Petir Ngambek

Petir India

Oleh:
Dahlan Iskan

DALAM hal darurat, kalau perlu pecahkan kaca jendela.

Mantra itu diucapkan Jamie Raskin, dua tahun lalu.

Ia lulus magna cum laude dari Harvard Law School. Profesor hukum itu kini anggota DPR.

Sejak dua tahun lalu itu, ia melihat Presiden Trump itu berbahaya. Harus dibuat UU baru yang bisa mencopot presiden di tengah jalan.

“Kita harus lakukan sesuatu,” ujar profesor 58 tahun itu.

Dua tahun kemudian yang memecahkan kaca jendela justru pendukung Trump. Tanggal 6 Januari lalu. Secara harfiah. Yang dipecah jendela kaca beneran. Jendela gedung Capitol, tempat Raskin merumuskan UU itu.

Di hari yang bahaya itu, Raskin ke DPR mengajak anak perempuannya: Tabitha. Hari itu si gadis tidak mau pisah dengan bapaknyi. Tabitha masih trauma. Dia sangat sayang bapaknyi.

Bahkan Tabitha tidak mau bapaknyi masuk kerja. Dia melihat keadaan politik sangat berbahaya. Bapaknyi, yang dikenal anti-Trump, bisa jadi korban.

Tabitha sampai ngamuk pagi itu. Yakni ketika bapaknyi terlihat tetap akan pergi, naik mobil.

Rumah mereka di negara bagian Maryland. Hanya sepelemparan batu dari Washington DC.

Sehari sebelumnya keluarga ini memang baru menguburkan kakak laki-laki Tabitha. Yang meninggal beberapa hari sebelumnya: bunuh diri.

Sang ayah sebenarnya juga masih sangat terpukul. Di lengan bajunya masih bertanda hitam –seperti tanda dari luka khas keluarga Yahudi.

Tommy, yang bunuh diri di umur 25 tahun itu, anak yang sangat cerdas. Ia kini tahun kedua di Harvard –untuk S-2 bidang hukum. Tommy mestinya akan bisa menjadi ahli hukum seperti Raskin –profesor hukum tata negara.

Tapi anak itu mengalami depresi. Bunuh diri.

Tabitha tidak ingin hari berikutnya adalah hari pengunduran sang bapak.

Tapi sang bapak tidak bisa absen.

“Saya harus ke Capitol. Saya sudah disumpah untuk menegakkan konstitusi,” ujar sang ayah. Apalagi ia sudah ditunjuk sebagai ketua tim perumusan UU. Termasuk waktu impeachment dulu. Dan impeachment sekarang ini.

Acara sidang hari itu sendiri adalah pengesahan Joe Biden sebagai presiden terpilih. Yang dulu-dulu acara seperti itu hanya formalitas.

Empat tahun lalu, di acara pengesahan yang sama –untuk Presiden Trump–, Raskin  termasuk yang menolak Trump disahkan. Alasannya: Pilpres kali itu disusupi Rusia. Tapi tidak sampai heboh-heboh. Penolakan biasa.

Kali ini beda. Sejak sehari sebelumnya ribuan pendukung Trump sudah membanjiri Washington DC. Keadaan sudah tegang.

Sang ayah akhirnya mengajukan jalan kompromi kepada gadisnya: Si Gadis diajak ke Capitol. Agar tetap bisa terus bersama. Ketika sang ayah bersidang, si gadis menunggu di ruang lain.

Ketika pendukung Trump memecahkan kaca Capitol sidang masih berlangsung. Raskin kepikiran anak gadisnya. Ia cari di ruang lain. Ketemu. Lagi sembunyi di bawah meja.

Raskin mendengar teriakan semakin dekat. “Gantung Mike Pence,” bunyi teriakan itu. Itulah nama wakil presiden. Yang dianggap berkhianat kepada Trump.

Sebenarnya Pence tidak berkhianat. Sudah empat tahun ia setia –sambil menahan diri. Tapi hari itu ia tidak bisa tidak mengesahkan kemenangan Biden. Memang ia ketua sidangnya. Dan Trump berharap banyak.

“Tangkap Nancy Pelosi!” teriak yang lain. Ketua DPR ini memang lawan bebuyutan Trump.

Ayah-anak itu pun bertemu. Berangkulan. Lalu pindah ke tempat persembunyian. Bersama anggota Kongres lainnya.

Ruangan persembunyian ini tanpa jendela. Sampai sekarang masih dirahasiakan di sebelah mana. Raskin merasa tidak aman: banyak yang tidak pakai masker. Yakni yang dari Partai Republik. Lima orang akhirnya memang terkena Covid. Hasil dari persembunyian itu.

Istri Raskin adalah ahli keuangan. Yang bekerja di bank sentral. Bahkan pernah diusulkan oleh Presiden Barack Obama untuk naik tinggi: salah satu pimpinan bank sentral.

Profesor Raskin-lah yang juga akan mengawal impeachment kepada Trump sekarang ini. Yang sudah disetujui DPR. Tapi hasil itu belum diajukan ke Senat. Tidak ada batas waktu kapan harus diajukan ke Senat.

Kalau diajukan sekarang bisa tidak sempat. Rabu lusa sudah pelantikan Presiden Biden.

Dan lagi, kalau diajukan sekarang bisa-bisa ditolak Senat –yang masih dikuasai partai Republik. Padahal perlu persetujuan 2/3 anggota Senat. Senat wajib menyidangkan ajuan DPR itu di hari kedua setelah diajukan.

Maka kemungkinan besar putusan DPR itu belum akan diajukan ke Senat. Dalam waktu dekat. Pun mungkin belum dalam 100 hari ke depan. Agar tidak mengganggu konsentrasi “100 hari pertama program Biden”.

Sambil pula menunggu pelantikan dua anggota Senat baru. Hasil Pileg putaran kedua di Georgia. Yang dua-duanya sudah dimenangkan Demokrat. Yang satu seorang Pastur, orang hitam pertama mewakili Georgia. Yang kedua, seorang wartawan muda, orang Yahudi pertama mewakili Georgia.

Keduanya baru akan dilantik sebulan lagi. Itu akan membuat kursi Demokrat-Republik 50-50. Lalu Wakil Presiden yang jadi penentu –kebetulan Kamala Harris dari Demokrat. Begitulah konstitusi Amerika. Mike Pence juga sering jadi penentu kalau pemungutan suaranya seri.

Trump sendiri sudah pasti tidak mau hadir di pelantikan presiden. Tapi ia sudah mau meninggalkan Gedung Putih. Yakni Rabu pagi-pagi. Ketika Biden sudah berangkat ke acara pelantikan.

Di jam itu ia naik helikopter kepresidenan dari halaman Gedung Putih menuju Pangkalan militer di Maryland. Upacara pelepasan dilakukan di situ. Mintanya: harus dengan upacara militer. Juga, pakai karpet merah. Dan harus: dengan tembakan 21 kali.

Mudah-mudahan suara tembakannya tidak sampai kedengaran dari halaman Capitol –tempat Biden dilantik. Atau arah anginnya saja yang diatur. Agar tidak membawa suara itu ke tempat Biden dilantik.

Pangkalan militer itu memang hanya kurang 10 menit dari Gedung Putih. Atau setengah jam naik mobil.

Dari pangkalan militer ini, Trump akan terbang dengan pesawat kepresidenan ke rumah pribadinya: Marg-a-Lago, di Florida. Yang mulai juga dipersoalkan oleh Pemda di sana keabsahan izin-izin kegunaannya.

Trump pun sejak itu menjadi orang sipil. Mungkin dilupakan. Diabaikan. Dihujat. Atau diproses secara hukum –kalau ia belum sempat mengeluarkan dekrit pengampunan Presiden untuk dirinya sendiri.

Mungkin juga, ia yang justru akan banyak menggugat. Itu bagian dari hobinya: menggugat siapa saja.

Atau ia masih akan terus di politik: yakni berusaha bagaimana harus menguasai partai Republik. Agar menjadi miliknya. Dan keluarganya.

Kembali ke bisnis?

Entahlah. Bank-bank mulai menutup pintu untuknya. Termasuk bank yang selama ini memberi kredit terbesar padanya: Deutsche Bank.

Atau ia akan memprioritaskan membangun platform medsos sendiri. Dengan modal jualan aset lama. Atau patungan dengan investor. Ia tampak begitu terpenjara tanpa Twitter, Facebook, Instagram, dan YouTube. Mereka memblokir Trump secara permanen. Sejak peristiwa Capitol itu.

Ini peluang bagi developer medsos dari Indonesia. Bisa mengajukan konsep pesaing Twitter kepadanya. Ini peluang besar. Mumpung Trump lagi emosi. Apalagi Trump punya network di Indonesia. Bisa lewat network itu mestinya.

Saya pun semangat sekali menuliskan ini. Seperti lupa kalau lagi jadi pasien Covid-19 dengan status strong positif. (*)

Tags: Dahlan IskanDiswaypeluang madsos

Related Posts

Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Petir India

Thursday, 26 February 2026
Dwi Sasetyaningtyas.--LinkedIn Dwi Sasetyaningtyas

WNI WNI

Wednesday, 25 February 2026
--

Kolegium MK

Tuesday, 24 February 2026
Next Post
Tirta Marah

Tirta Marah

Discussion about this post

Rekomendasi

Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Tuesday, 3 March 2026
Truk odol saat diamankan petugas karena melanggar ketentuan angkutan barang.

Kapolda Gorontalo Amankan Truk ODOL, Cegah Potensi Kecelakaan dan Kerusakan Infrastruktur

Monday, 2 March 2026
Ridwan Monoarfa

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Tuesday, 3 March 2026
Basri Amin

Jejak “Islam Gorontalo” di Nusantara

Monday, 2 March 2026

Pos Populer

  • Ilustrasi--

    Kasus PETI Saripi Jadi ‘Bola Pingpong’, Berkas Perkara Dikembalikan Kejati ke Polda

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • THR PPPK-PW, Dana Cukup, Pemda Boleh Cairkan

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Adhan Ancam Tinggalkan Gerindra, Terkait BSG Sesalkan Fraksi di Deprov Tak ‘Bertaji’

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.