Selama tiga hari, para peserta tidak hanya diuji kemampuan teori dan praktik berkendara. Mereka juga mempelajari teknik memprediksi potensi bahaya di jalan, mengikuti simulasi menggunakan Honda Riding Trainer (HRT), memperdalam kemampuan komunikasi sebagai edukator, hingga memperoleh pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Bagi para guru PAUD, pembelajaran bahkan dikembangkan melalui metode mendongeng agar pesan keselamatan dapat ditanamkan sejak usia dini. Pada akhir kegiatan, Yayasan AHM memberikan apresiasi kepada para peserta terbaik sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menyebarkan budaya keselamatan berkendara.
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin menyampaikan keberhasilan Safety Riding Camp tidak diukur dari berapa banyak pemenang yang lahir setiap tahun, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika semakin banyak masyarakat yang peduli dan mempraktikkan keselamatan berkendara di jalan raya.
Semangat keselamatan berkendara juga terus diperluas untuk Sekolah Satu Hati binaan AHM yang diikuti 43 siswa dan guru SMA/sederajat. Mereka diharapkan menjadi generasi baru yang tidak hanya memahami pentingnya keselamatan berkendara, tetapi juga mampu mengajak orang lain melakukan hal yang sama.
Hingga saat ini, para Duta Keselamatan Berkendara Astra Honda telah mengedukasi lebih dari 11.857 orang masyarakat melalui pelatihan teori maupun praktik keselamatan berkendara. Di ruang digital, mereka juga telah menghadirkan 600 konten edukasi sejak 2025 dan berhasil menjangkau lebih dari 519.819 tayangan, membuktikan bahwa pesan keselamatan dapat disampaikan dengan cara yang kreatif dan dekat dengan generasi muda.
“Setiap duta keselamatan berkendara memiliki peran sebagai agen perubahan di lingkungannya. Karena itu, kami terus memperkuat kompetensi mereka agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat melalui berbagai cara, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Semangat Sinergi Bagi Negeri kami wujudkan dengan menghadirkan edukasi keselamatan melalui berbagai metode yang mudah diakses dan dimengerti sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.” tutup Muhib. (tro)














Discussion about this post