Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kendati puncak arus balik telah berakhir pada Sabtu (28/3/2026) pekan lalu. Namun, arus penumpang yang tiba di Gorontalo dan akan berangkat ke Pagimana Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah masih ramai di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo.
Pantauan Gorontalo Post, saat kedatangan kapal fery sekitar pukul 06.00 Wita dari Pagimana. Seketika Pelabuhan penyeberangan Gorontalo dipadati warga khususnya penumpang yang baru tiba.
Belum lagi ditambah dengan begitu banyaknya kendaraan yang keluar dari kapal mulai dari kendaraan jenis roda dua, roda empat hingga mobil truk. Petugas Dinas Perhubungan tampak sibuk mengatur lalu lintas kendaraan di dalam Pelabuhan.
Kepadatan di dalam penumpang juga diperparah dengan para penumpang yang hendak berangkat dengan tujuan pagimana dan ampana yang tengah bersiap-siap mengantri tiket di sekitar loket penjualan tiket.
Kepala Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Deni Abdul, menyampaikan bahwa pergerakan penumpang belum melampaui angka tertinggi saat arus mudik maupun arus balik sebelumnya. Ia menjelaskan, tren pergerakan penumpang saat ini masih didominasi oleh kedatangan menuju Gorontalo.
Meski terdapat potensi peningkatan jumlah penumpang, pihak pengelola pelabuhan belum melakukan penambahan armada kapal. Upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan frekuensi perjalanan (trip) untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa.
Selain itu, koordinasi dengan otoritas cuaca dan operator di wilayah Sulawesi Tengah terus dilakukan guna memastikan keselamatan pelayaran. Hingga kini, belum terdapat laporan keluhan dari penumpang terkait pelayanan maupun penanganan barang.
Di sisi lain, volume kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, mengalami peningkatan. Untuk menjaga kelancaran operasional di area dermaga, dilakukan pembatasan terhadap kendaraan logistik berukuran besar.
Sebagai informasi, Pelabuhan Penyeberangan Ferry Gorontalo yang berada di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, merupakan salah satu jalur penghubung antara Gorontalo dan wilayah Sulawesi Tengah, seperti Wakai, Ampana, dan Pagimana. (roy)













Discussion about this post