Gorontalopost.co.id, LIMBOTO – Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan ke XVII di Gorontalo makin pasti dilaksanakan. Agenda nasional yang direncanakan dibuka Presiden Prabowo Subianto ini, akan berlangsung 20 – 25 Juni 2025 dengan dihadiri lebih dari 30 ribu petani dan nelayan perwakilan dari seluruh daerah di Indonesia.
Dalam rangka itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, meluncurkan sosialisasi Penas XVII melalui peluncurkan publikasi, berlangsung di Kantor Samsat Kabupaten Gorontalo, Senin (30/3). PENAS 2026 akan menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan terbesar untuk saling bertukar informasi dan teknologi, sekaligus memperkuat komitmen swasembada pangan.
“Saya berharap seluruh pegawai menjadi pelopor untuk menyosialisasikan PENAS Petani Nelayan kepada seluruh masyarakat. Termasuk masyarakat yang hadir langsung di Samsat ini kiranya bisa menyebarluaskan informasinya agar kegiatan tingkat nasional yang akan berlangsung di Limboto ini akan sukses,” tutur Gusnar.
Di hari yang sama, Gubernur juga menyaksikan penanaman padi pada lokasi PENAS di Kelurahan Hepuhulawa, Limboto. Dalam kegiatan ini, Gusnar turut didampingi Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.
Lokasi Gelar Teknologi Pertanian berada pada lahan seluas 9,2 hektar. Dari luas tersebut, 7,2 hektar di antaranya akan dijadikan sebagai miniatur pembangunan pertanian. Semua teknologi pertanian terbaru dan modern terkait dengan tanaman pangan, perkebunan, peternakan, holtikultura, akan ditampilkan di lokasi tersebut.
Sementara sisanya seluas dua hektar akan menjadi lokasi pameran. “Penanaman perdana padi di lokasi Gelar Teknologi Pertanian dilakukan agar pada saat PENAS di bulan Juni mendatang tanamannya sudah tumbuh optimal. Oleh karena itu mohon dukungan seluruh masyarakat dan kita juga berdoa agar curah hujan cukup,” tutur Gubernur Gusnar.
Berdasarkan penjelasan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Biogen Kementerian Pertanian, jenis padi yang ditanam di lokasi tersebut adalah varietas Inbrida Padi Gogo (Inpago 12). Inpago 12 adalah varietas padi unggul yang dirancang khusus untuk lahan kering, tegalan, atau sawah tadah hujan tanpa genangan air.
Sementara untuk sistem tanamnya menggunakan metode Arkansas, yaitu teknik budidaya intensif modern menggunakan Tanam Benih Langsung (Tabela). Salah satu ciri Arkansas adalah pola tanamnya yang rapat hanya berjarak enam sentimeter.
“Penanaman hari ini bermakna beberapa hal, yaitu konsolidasi panitia PENAS pusat dan daerah, mengalihkan perhatian seluruh penyuluh dan aparatur pertanian di daerah untuk selalu berada di lokasi. Suksesnya PENAS 2026 tergantung dari kesiapan lokasi ini,” pungkas Gusnar. (mg-02)













Discussion about this post