Gorontalopost.co.id, POHUWATO — Tim Supervisi Biro Ops Polda Gorontalo, yang dipimpin langsung oleh Karo Ops, Kombes Pol. Pramono Jati, S.I.K., M.T., melakukan pengecekan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan, dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Otanaha 2026 di wilayah Pohuwato.
Pelaksanaan pengecekan tersebut, turut didampingi oleh Ketua Tim 1 Supervisi Polda Gorontalo, Kombes Pol Rahmat, S.I.K., M.H., bersama Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni, S.I.K., M.H., Waka Polres, Kompol Heny M. Rahayu, S.H., M.H., serta tim supervisi Biro Ops Polda Gorontalo, Senin (16/3).
Dalam kesempatan itu, rombongan melakukan peninjauan terhadap kesiapan Pos Pengamanan Marisa dan Pos Pelayanan, yang disiagakan untuk mendukung pengamanan arus mudik dan aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, serta kesiapsiagaan petugas yang bertugas di lapangan.
Karo Ops Polda Gorontalo, Kombes Pol. Pramono Jati,S.I.K., M.T., dalam kesempatan itu menekankan kepada seluruh personel, agar selalu menjaga kesiapsiagaan dan tidak meninggalkan pos pengamanan dalam keadaan kosong.
Ia juga mengingatkan pentingnya memaksimalkan penggunaan sarana komunikasi seperti handy talky (HT), untuk mempercepat penyampaian informasi antara petugas di lapangan dengan jajaran komando, sehingga situasi keamanan dapat dipantau secara cepat dan tepat.
“Ketika ada masalah, kendala atau hal-hal tertentu di lapangan, silahkan dikomunikasikan dengan cepat, sehingga bisa dilakukan penanganan,” ujarnya.
Selain itu, Alumnus Akpol 1996 ini juga memberikan arahan kepada seluruh personel yang bertugas di Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha 2026.
Personel diimbau untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan dan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota tetap menjaga kondisi kesehatan dan stamina selama bertugas, sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan optimal dan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal.
“Sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat, kita pula harus memastikan bahwa kondisi kita dalam keadaan sehat. Dengan demikian, pelayanan bisa maksimal kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pengecekan tersebut, tim supervisi turut memastikan jumlah dan kesiapan personel yang bertugas di masing-masing pos pengamanan. Pos Pengamanan Marisa diperkuat oleh 11 personel Polri, satu personel TNI, dua petugas Dinas Perhubungan, serta dua tenaga kesehatan.
Sementara Pos Pelayanan dijaga oleh lima personel Polri, satu personel TNI, dua petugas Dishub, dan dua tenaga kesehatan, yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha 2026. (kif)













Discussion about this post