Gorontalopost.co.id, POHUWATO -– Untuk pertama kalinya, pelaksanaan perayaan Nyepi dan hari raya idulfitri, akan berlangsung bersamaan. Oleh karena itu, guna menjamin serta menjaga agar pelaksanaan perayaan antara agama Hindu dan Islam berlangsung dengan aman, lancar dan kondusif, Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H., melakukan pertemuan dengan pihak Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Hindu-Islam, di Pohuwato.
Dikatakan Kapolres Pohuwato, rapat bersama FKUB, khususnya agama Hindu dan Islam di Pohuwato ini, sangatlah penting. Mengingat di tahun ini, perayaan Nyepi oleh umat Hindu dan perayaan Idul Fitri oleh umat Islam, waktu pelaksanaannya bersamaan.
Oleh karena itu, rapat kali ini merupakan salah satu langkah Polres Pohuwato dalam menjamin Kamtibmas pada saat pelaksanaan kegiatan ibadah, maupun tradisi yang akan dilaksanakan nanti. Selain itu, kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi serta menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama.
“Saat ini umat Hindu telah melaksanakan ibadah atau tradisi dalam merayakan Nyepi dan beberapa kegiatan ke depannya. Sedangkan umat Islam masih melaksanakan puasa dan akan menghadapi hari raya Idul Fitri. Dengan situasi ini, intensitas kegiatan masyarakat mulai meningkat.
Oleh karena itu kami berharap, kiranya masyarakat dapat menjunjung tinggi nilai Bhineka Tunggal Ika, guna menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah Pohuwato,” harap AKBP Busroni, didampingi Kasat Intelkam, AKP Alfian Hilahapa, S.H.
Sementara itu, Ketua FKUB Pohuwato, Usman Polumuduyo menyampaikan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Pohuwato beserta jajaran, yang telah mengagendakan rapat, karena dalam menghadapi situasi ini perlu dijawab melalui forum-forum seperti ini.
“Terima kasih kepada semua pihak yang dapat hadir memenuhi undangan dari Kapolres Pohuwato ini. Dengan kebersamaan ini, maka hal tersebut merupakan bagian dari kerukunan. Kami pula berharap ke depannyaa lebih dipererat lagi kerukunan antar umat beragama.
Dan sebagai Ketua FKUB Pohuwato, kami menyatakan untuk ikut menjaga solidaritas, guna menjaga stabilitas Pohuwato dan semoga terhindar dari gangguan yang dapat memutus silaturahmi antar umat beragama,” paparnya.
Hal senada pula disampaikan oleh perwakilan MUI Pohuwato, Wisnu Pakaya. Di mana menurutnya, apa yang dilakukan oleh Kapolres Pohuwato ini, merupakan langkah positif dalam menjaga Kamtibmas, serta dapat meningkatkan solidaritas antar umat beragama. Terkait dengan perayaan idulfitri, tentunya harus ada batasan yang harus diperhatikan, guna menjaga kenyamanan antar umat beragama.
“Kami mengajak seluruh umat Islam, khususnya Muhammadiyah, untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai toleransi, mengingat agama Islam di Indonesia merupakan mayoritas, sehingga perlu untuk menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama,” harapnya.
Sementara itu, I Nyoman Sarda selaku perwakilan dari PHDI Pohuwato mengemukakan, pertemuan ini menjadi sangat bermakna bagi antar umat beragama.
Berkat adanya informasi yang berkembang di media sosial, justru kita dapat berkumpul, berdialog, dan mempererat kebersamaan sebagai sesama warga di wilayah Pohuwato. Berkaitan dengan ibadah puasa maupun perayaan hari raya idulfitri oleh umat islam, pihaknya tidak mempermasalahkannya.
“Kami tidak pernah bermaksud melarang atau membatasi saudara-saudara muslim dalam menjalankan ibadah maupun tradisi keagamaannya. Pada prinsipnya, setiap umat menjalankan ibadahnya masing-masing dengan penuh kekhusyukan.
Saudara-saudara Muslim fokus menjalankan ibadah puasa dan idulfitri, sementara umat hindu juga menjalankan kewajiban keagamaan kami. Hal ini tidak menghalangi kami untuk tetap hidup berdampingan secara rukun dan saling menghormati,” jelasnya.
Ditambahkan pula, umat Hindu telah berada dan hidup berdampingan di wilayah ini sejak sekitar tahun 1981 hingga sekarang. Kurang lebih 45 tahun lamanya. Selama itu pula, pihaknya selalu menjaga kerukunan, kebersamaan, dan hubungan baik dengan seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan.
“Mari kita terus memperbaiki segala kekurangan yang mungkin terjadi di tahun-tahun sebelumnya, sehingga kehidupan bermasyarakat tetap harmonis. Bagi saudara-saudara yang akan melaksanakan kegiatan takbiran maupun perayaan Idul Fitri, kami persilakan dengan penuh rasa hormat,” pungkasnya. (kif)













Discussion about this post