Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Gorontalo bersama sejumlah instansi terkait melakukan pengawasan keamanan makanan buka puasa (takjil) di kawasan sekitar kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) baru-baru ini. Terdapat 34 sampel takjil yang diuji, hasilnya tak satupun yang mengandung bahan berbahaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program intensifikasi pengawasan takjil selama bulan ramadan yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan Kota Gorontalo. Pengujian dilakukan menggunakan laboratorium keliling BBPOM yang beroperasi langsung di lapangan.
Kepala Balai Besar POM di Gorontalo, Lintang Purba Jaya, S.Farm., Apt., M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya mengambil 34 sampel takjil dari berbagai jenis produk pangan yang dijual di sekitar UNG. Sampel tersebut mencakup minuman berwarna, kue berwarna, mi, lemper, es buah, batagor, bakwan, hingga ikan suwir.
“Dari hasil pengawasan dan hasil pengujian, alhamdulillah semuanya negatif mengandung bahan berbahaya formalin, boraks, rhodamin B, dan metanil yellow,” ungkap Lintang.
Keempat bahan berbahaya yang menjadi parameter pengujian tersebut merupakan zat yang sering disalahgunakan dalam industri pangan: formalin sebagai pengawet, boraks sebagai pengenyal, serta rhodamin B dan metanil yellow sebagai pewarna tekstil yang tidak layak konsumsi.
Meskipun hasil uji menyatakan semua sampel aman, BBPOM tetap memberikan edukasi kepada para pedagang takjil. Lintang menekankan pentingnya menjaga sumber bahan pewarna dan bahan tambahan pangan agar tetap menggunakan produk yang telah mendapat izin edar resmi.
“Meskipun tetap kita berikan edukasi kepada pedagang, utamanya untuk mempertahankan sumber bahan pewarnanya maupun bahan tambahan pangannya,” tambahnya.
Lintang memastikan bahwa kegiatan pengawasan ini bukan hanya dilakukan sekali. Ini merupakan kegiatan pertama di minggu pertama bulan Ramadan, dan akan terus dilanjutkan secara rutin bersama lintas sektor hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Masyarakat yang mencurigai adanya jajanan tidak aman dapat melaporkan langsung ke BBPOM Gorontalo atau Dinas Kesehatan. Laporan juga bisa disampaikan melalui media sosial resmi BBPOM Gorontalo di akun Instagram maupun Facebook @bpom.gorontalo. (mg-07)













Discussion about this post