Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Ada yang baru dalam pelaksanaan Bazar Ramadan yang digelar Bank Indonesia (BI) Gorontalo dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah, yakni tak sekadar menghadirkan aneka produk UMKM binaan BI, namun juga menghadirkan produk pangan organik.
Bazar Ramadan yang dipusatkan di Geleri UMKM Olaku, eks kantor BI Gorontalo, Jln Nani Wartabone, Kota Gorontalo, sudah berlangsung sejak hari pertama ramadan pada 19 Februari 2026.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, Jumat (20/2) mengatakan pihaknya sengaja menghadirkan produk pangan organik pada Bazar Ramadan kali ini, tak sekadar memperkenalkan produk pangan sehat karena diproduksi tanpa menggunakan pestisida, namun merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi di daerah.
Lebih dari itu, produk pertanian organik ini juga nantinya akan diperkenalkan pada pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo tahun ini.
“Hadirnya pangan organik ini adalah cara Bank Indonesia mendukung pemerintah dalam program swasembada pangan. Kita ingin ada cerita swasembada pangan yang organik,”jelas Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Bambang Setya Permana.
Tidak hanya hadirnya pangan organik pada pelaksanaan Bazar Ramadan, namun BI bersama pemerintah daerah juga menyelenggarakan Gerakan Pengan Murah (GPM) dalam rangka pengendalian inflasi. GPM akan berlangsung Senin (23/2) hari ini, sekaligus kickoff Bazar Ramadan BI Gorontalo.
“Bazar ramadan ini sudah berlangsung sejak 19 Februari, dan akan berlangsung hingga 15 maret 2025. Opening ceremonynya baru akan digelar 23 Februari,”jelasnya.
Kata dia, bazar tersebut merupakan hasil kolaborasi BI bersama pemerintah daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren).
Melalui bazar Ramadan, BI Gorontalo menegaskan perannya tidak hanya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga mendorong penguatan sektor riil dan ketahanan pangan daerah. Bazar melibatkan kurang lebih 170 UMKM binaan, termasuk empat pondok pesantren. (tro)













Discussion about this post