MEMACU ekonomi, memantapkan infrastruktur, bertabur penghargaan. Itulah yang dilakukan Adhan Dambea dan Indra Gobel yang pada 20 Februari 2026 nanti, genap setahun memimpin Kota Gorontalo.
Setahun bukan waktu yang panjang dalam siklus pemerintahan. Namun dalam rentang 12 bulan terakhir, kepemimpinan Adhan dan Indra menunjukkan satu hal yang konsisten, janji politik tidak berhenti di panggung kampanye, tetapi diterjemahkan menjadi kerja nyata yang terukur.
Dari infrastruktur hingga kesehatan, dari ekonomi hingga pendidikan, arah pembangunan bergerak dengan ritme yang jelas, cepat, terarah, dan berdampak.
INFRASTRUKTUR: Anggaran Terbatas, Perbaikan Terus Dipacu
Program “Torang Bekeng Bae” menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam membenahi wajah kota. Meski anggaran terbatas, sejumlah ruas strategis yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat akhirnya tersentuh perbaikan. Di antaranya, Jalan Jenderal Soeprapto, Jalan Lingkar Terminal Sentral, Jalan Sawit, Jalan Kasuari, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Lupoyo dan Jalan Madura.
Tak hanya jalan, pembenahan juga menyentuh drainase di tiap kelurahan guna mengantisipasi genangan dan banjir, serta penataan Kios Pertokoan Murni untuk mendukung aktivitas ekonomi warga. Selain itu, cekdam Lotu juga telah diperbaiki. Infrastruktur bukan sekadar beton dan aspal, melainkan fondasi pergerakan ekonomi dan kenyamanan hidup masyarakat.
SOSIAL: Menata Kepedulian, Mengurai Persoalan
Masalah sampah yang selama ini menjadi sorotan publik ditangani secara bertahap melalui sistem pengelolaan yang lebih tertib dan terintegrasi. Di sisi lain, penataan data dan verifikasi penerima bantuan dilakukan agar tepat sasaran. Pemerintah berupaya memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar menyentuh mereka yang berhak.
KESEHATAN: Layanan Berkualitas, Penghargaan Bukan Prioritas
Komitmen terhadap Universal Health Coverage (UHC) tidak hanya dipertahankan, tetapi diperkuat dengan menjaga peserta aktif di angka 95 persen. Fasilitas di dua RSUD terus ditingkatkan, termasuk terobosan pelayanan bedah jantung di RSAS yang menjadi harapan baru bagi masyarakat tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Bukan cuma itu, gebrakan layani dulu, bayar kemudian menjadi keberpihakan nyata kepada masyarakat. Langkah ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bukan lagi kemewahan, melainkan hak dasar yang dijamin negara.
EKONOMI: Berkontribusi untuk Provinsi Gorontalo
Di tengah dinamika ekonomi nasional, daerah ini mencatat pertumbuhan ekonomi hingga 6,16 persen pada Triwulan II 2025, melampaui target dari RPJMD yang dipatok di angka 5,30 persen.
BPS menyebutkan, angka pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo memberikan kontribusi perekonomian Provinsi Gorontalo sebesar 20,24 persen yang dipengaruhi sektor perdagangan, kuliner, barang dan jasa.
Selain ekonomi, indeks pembangunan manusia (IPM) juga mengalami kenaikan diangka 79,97. Angka ini menjadi sinyal optimisme bahwa kebijakan fiskal dan program pemberdayaan berjalan efektif. Dampaknya pun jelas, kemiskinan di Kota Gorontalo terjun bebas sebesar 0,43 poin dibandingkan tahun 2024.
Di sisi lain, pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi tim pengendalian inflasi daerah (TPID). Di saat yang sama, generasi muda didorong menjadi entrepreneur melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan. Ekonomi bukan hanya soal angka pertumbuhan, tetapi juga tentang membuka peluang.
PENDIDIKAN: Tak Ada Anak Tertinggal
Sebanyak 243 anak berhasil ditekan dari kategori tidak sekolah—sebuah capaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah terhadap masa depan generasi muda. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) diperbaiki agar lebih transparan dan akuntabel. Standar Pelayanan Minimal (SPM) juga terus dipenuhi, memastikan kualitas layanan pendidikan meningkat secara merata.
PEMERINTAHAN: Reformasi dari Dalam
Perbaikan sistem dan jam kerja ASN melalui TPPNS mendorong disiplin serta peningkatan kinerja. Nasib tenaga honorer diperjuangkan hingga ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), memberi kepastian yang lebih jelas bagi mereka. Pelayanan publik di seluruh wilayah pun ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih responsif dan terintegrasi, memastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah secara langsung.
PRESTASI: Pengakuan atas Kerja Nyata
Kerja keras selama setahun terakhir berbuah deretan penghargaan bergengsi, di antaranya:
* UHC Award
* Penghargaan Menjaga Toleransi Umat Beragama
* Penghargaan SPMB
* Penghargaan KORPRI Pusat
* Penghargaan Pencegahan dan Penurunan Stunting
* KKS Swasti Saba
* Germas SAPA
* Juara II Kelurahan Aman Pangan
* Juara I Pasar Pangan Aman
* Juara I Sekolah dengan PJAS Aman Tingkat SD
* Juara I Sekolah dengan PJAS Aman Tingkat SMP
* Terbaik II TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Sulawesi
* Penais Award
* Penghargaan Menyukseskan Pemilu 2024
* Penghargaan Kinerja dan Kepedulian Program Pelestarian Bahasa Daerah
* Paritrana Award
* BAZNAS Award
* Pengelolaan BMD Kategori Pemindahtanganan Terbesar
* Terbaik II Pelaksanaan Konvergensi Penurunan Stunting Terintegrasi
* Terbaik I Pengajuan DAK Fisik 2025
* Terbaik II Penyaluran DAK Fisik 2025
Deretan prestasi ini bukan sekadar simbol, melainkan validasi bahwa arah kebijakan berada di jalur yang tepat. Satu lagi yang perlu diapresiasi, yakni Adhan dan Indra mampu menyukseskan program nasional, mulai dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari Retorika ke Realita
Setahun pertama adalah fase pembuktian. Fondasi telah diletakkan, sistem mulai tertata, dan capaian awal telah terlihat. Namun pengabdian belum usai. Tantangan ke depan tentu lebih kompleks, menuntut konsistensi dan keberanian mengambil keputusan. Dari janji ke aksi, dari rencana ke realisasi, setahun ini menjadi penanda bahwa kerja nyata adalah bahasa yang paling mudah dipahami rakyat.(*)










Discussion about this post