Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Baru menjelang hari pertama Ramadan 1447 Hijriah. Kondisi pusat Kota Gorontalo khususnya Jalan Cokroaminoto sudah mulai macet parah.
Selain padatnya kendaraan, juga hal ini dipicu oleh mobil tronton yang kerap melintas di kawasan itu. Padahal Dinas Perhubungan Kota Gorontalo telah memasang tanda larangan di simpang empat Jalan Pangeran Hidayat atau Jalan Dua Susun (JDS) Kota Gorontalo.
Pantauan Gorontalo Post, Rabu (18/2/2026), Truk gandeng atau kontainer tampaknya masih nekat menerobos tanda larangan. Hal ini berpotensi terjadinnya kecelakaan lalu lintas di jalan sempit dan padat kendaraan tersebut.
Pasalnya, ruas jalan JDS meskipun satu arah, namun ukurannya sempit, disisi lain ruas jalan tersbebut padat kendaraan karena merupakan jalan utama menuju pusat Kota Gorontalo hingga pelabuhan.
“Ini perlu mendapat perhatian serius dari dinas perhubungan maupun aparat kepolisian lalu lintas. Jika tidak, aksi nekat para pengemudi truk kontainer ini rawan kecelakaan lalu lintas dan memicu kemacetan,”harap Rizal Abdulhamid.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Hj. Hermanto Saleh,S.I mengatakan, untuk pengalihan mobil kontainer memang sejak akhir tahun 2025 lalu sudah dilakukan dengan menempatkan sejumlah petugas Dishub.
Apalagi diakui Hermanto, dalam rangka menyongsong bulan suci Ramadan, tentu aktivitas kendaraan di ruas jalan Kota Gorontalo cukup padat.Daftar Bisnis & Pribadi
“Sudah cukup upaya yang kami lakukan mulai dari pertemuan dengan para JPT yakni perusahaan pengelola transportasi. Intinya untuk penindakan sudah bukan ranah kami melainkan ranah kepolisian lalu lintas.
Kami hanya sebatas menyediakan rambu-rambu lalu lintas, kemudian melakukan sosialisasi terkait tanda larangan tersebut berikut ancaman pidana bagi yang melanggarnnya. (roy)











Discussion about this post