logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Headline

Ipar Membawa Maut, Rudapaksa, Dibunuh, Lalu Dibuang ke Laut

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 19 February 2026
in Headline
0
Kasat Reskrim Polres Boalemo, IPTU Nurwahid Kiay Demak didampingi Wakapolres saat memperlihatkan barang bukti pembunuhan terhadap bocah perempuan di Desa Lito, Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Rabu (18/2).

Kasat Reskrim Polres Boalemo, IPTU Nurwahid Kiay Demak didampingi Wakapolres saat memperlihatkan barang bukti pembunuhan terhadap bocah perempuan di Desa Lito, Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Rabu (18/2).

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Peristiwa sadis yang terjadi di Paguyaman Pantai baru-baru ini sungguh menyayat hati. Bocah perempuan berusia 13 tahun, diketahui mengalami tindakan rudapaksa, hingga pembunuhan. Pelakunya ternyata adalah kakak iparnya sendiri, yakni RP (19).

Sebelumnya, jasad korban ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan mengapung di pesisir pantai Desa Lito, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Ahad (15/2) lalu.

Perbuatan keji yang dilakukan RP ini terungkap setelah hasil penyelidikan marathon yang dilakukan tim gabungan reserse dan kriminal Polres Boalemo dibackup langsung Polda Gorontalo.

Dari hasil penyelidikan, terungkap sudah bahwa otak sekaligus eksekutor yang menghabisi nyawa korban adalah RP kakak iparnya sendiri. Kejadian bermula pada Sabtu malam, (14/2) tersangka RP (19) dan istrinya cekcok gegara RP memegang pipi korban saat berada di dalam rumah.

Related Post

Menkeu Sebut Cair Awal Ramadan, Rp 55 Triliun untuk THR

Awal Ramadan Negara Muslim Berbeda, Di Gorontalo Posisi Hilal Minus 1,5 Derajat

Siswi SD di Boalemo Dibunuh, Diduga Gara-gara Menolak Disetubuhi

Pani Gold Mine, Mulai Produksi, Cetakan Pertama 14,72 Kg

Sekitar pukul 20.00 WITA, RP yang masih kesal dengan istrinya itu membawa korban keluar rumah. Dengan modus memberikan uang kepada korban untuk membeli snack dan minuman di kios tak jauh dari rumah.

Rupanya RP punya niat jahat, ia mengajak korban ke beberapa lokasi, mulai dari bawah pohon mangga, hingga ke area bawah jembatan agar tidak ketahuan warga yang melintasi kawasan itu.

Sekitar pukul 23.50 WITA, RP membawa korban ke area perkebunan, sementara korban masih tidak paham dengan gelagat jahat kakak iparnya itu. Di lokasi tersebut, RP melancarkan aksi bejatnya.

Ia melakukan rudapaksa terhadap bocah perempuan yang masih duduk di bangku SD itu. Korban yang terus menolak dan meronta akhirnya pasrah karena kalah tenaga, dan membiarkan kakak iparnya itu melakukan aksi taksonoh yang berlangsung kurang lebih 10 menit.

Usai itu, RP tak ada kasihan sama sekali dengan kondisi adik iparnya itu. Beberapa saat kemudian, atau sekira pukul 00.30 wita Ahad (15/2) dini hari, ia kembali memaksa korban untuk melayani nafsu bejadnya itu.

Kali ini berlokasi di area hutan mangrove Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai. RP terus memaksa korban untuk melakukan persetubuhan yang kedua kalinya, namun korban menolak keras.

Bahkan, korban mengancam akan memberitahukan perbuatan tersangka kepada kakak dan orang tuanya. Mendengar hal itu, RP panik, karena takut jika korban akan melaporkan perbuatannya kepada orangtua. RP langsung terpikirkan untuk melenyapkan korban.

“Karena panik dan takut, tersangka kemudian melakukan kekerasan fisik dengan menggunakan kayu yang mengakibatkan korban tewas di tempat kejadian. Sebagai upaya menghilangkan jejak atas perbuatannya, tersangka kemudian menyeret jasad korban ke sebuah perahu di tepi muara selanjutnya membawa jasad korban yang sudah terbujur kaku ke tengah lauh hingga berjarak 100 meter

. Setelah 20 menit mendayung perahu, RP membuang jasad korban di laut berikut pakaian yang dipenuhi darah dan telah diikat dengan batu,”ujar Kasat Reskrim Polres Boalemo, IPTU Nurwahid Kiay Demak, didampingi Kapolres Boalemo, kemarin.

Usai melancarkan aksinya itu, RP kembali ke rumah sekira pukul 02.24 wita, dan berpura-pura seakan tidak terjadi apa-apa. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui keberadaan korban, ketika ditanya isterinya, sebab sudah dini hari belum juga kembali ke rumah.

Pihak keluarga kemudian melaporkan korban telah hilang, yang kemudian ditemukan warga mengapung di pantai Bubaa, Paguyaman Pantai, Ahad (15/2) sore. Saat warga melakukan evakuasi, RP juga turut membantu, bahkan sampai ke Puskesmas.

Polisi yang mengetahui kematian tidak wajar terjadap korban, langsung melakukan penyelidikan, hasilnya mengejutkan, sebab pelakunya adalah kakak ipar dari korban sendiri.

Ditegaskan IPTU Nurwahid, atas perbuatanya tersangka RP dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP Pasal 458 serta Pasal 415, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Saat ini tersangka telah ditahan di rutan Mapolres Boalemo untuk menjalankan proses hukum lebih lanjut. Sementara jasad korban masih disimpan di rumah sakit menunggu dokter untuk melakukan otopsi. (roy)

Tags: Ipar Membawa MautKabupaten Boalemopembunuhanpolda gorontalo

Related Posts

Ilustrasi--

Menkeu Sebut Cair Awal Ramadan, Rp 55 Triliun untuk THR

Thursday, 19 February 2026
Pemantauan rukyatul hilal yang dipusatkan di kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (17/2) sore. (Foto: Nur Awalia/mg/gorontalo post)

Awal Ramadan Negara Muslim Berbeda, Di Gorontalo Posisi Hilal Minus 1,5 Derajat

Wednesday, 18 February 2026
Jasad korban yang ditemukan pengapung di pantai Bubaa saat disemeyamkan di Pusekesmas terdekat untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian korban, Ahad, (15/2/2026), (Foto: Istimewa).

Siswi SD di Boalemo Dibunuh, Diduga Gara-gara Menolak Disetubuhi

Wednesday, 18 February 2026
MULAI PRODUKSI- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dan Wakil Gubernur Idah Syhahida bersama jajaran pejabat daerah, memegang cetakan pertama Pani Gold Mine mengandung emas dan silver seberat 14,72 Kg saat syukuran menuju produksi, Sabtu (14/2) di kawasan Pertambangan Pani Gold. (foto: istimewa)

Pani Gold Mine, Mulai Produksi, Cetakan Pertama 14,72 Kg

Wednesday, 18 February 2026
Foto bersama seluruh peserta pelatihan Cek Fakta yang digelar AMSI di di Hotel Crystal Luxury, Nusa Dua, Ahad (14/2/2026). (F. Dokumentasi AMSI)

Pelatihan AMSI Dorong Jurnalis Kuasai Konten Video Cek Fakta

Monday, 16 February 2026
Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie saat melihat langsung proses pemorsian di SPPG pada inspeksi yang dilakukan Kamis (12/2) pagi. (Foto – Fadly/Diskominfotik)

Wagub Idah Syahidah Kembali Sidak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Friday, 13 February 2026
Next Post
Ilustrasi--

Menkeu Sebut Cair Awal Ramadan, Rp 55 Triliun untuk THR

Discussion about this post

Rekomendasi

Jasad korban yang ditemukan pengapung di pantai Bubaa saat disemeyamkan di Pusekesmas terdekat untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian korban, Ahad, (15/2/2026), (Foto: Istimewa).

Diduga Alami Kekerasan, Siswi SD Ditemukan Mengapung di Pantai Bubaa

Tuesday, 17 February 2026
Pemantauan rukyatul hilal yang dipusatkan di kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (17/2) sore. (Foto: Nur Awalia/mg/gorontalo post)

Awal Ramadan Negara Muslim Berbeda, Di Gorontalo Posisi Hilal Minus 1,5 Derajat

Wednesday, 18 February 2026
Jasad korban yang ditemukan pengapung di pantai Bubaa saat disemeyamkan di Pusekesmas terdekat untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian korban, Ahad, (15/2/2026), (Foto: Istimewa).

Siswi SD di Boalemo Dibunuh, Diduga Gara-gara Menolak Disetubuhi

Wednesday, 18 February 2026
MULAI PRODUKSI- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dan Wakil Gubernur Idah Syhahida bersama jajaran pejabat daerah, memegang cetakan pertama Pani Gold Mine mengandung emas dan silver seberat 14,72 Kg saat syukuran menuju produksi, Sabtu (14/2) di kawasan Pertambangan Pani Gold. (foto: istimewa)

Pani Gold Mine, Mulai Produksi, Cetakan Pertama 14,72 Kg

Wednesday, 18 February 2026

Pos Populer

  • Jasad korban yang ditemukan pengapung di pantai Bubaa saat disemeyamkan di Pusekesmas terdekat untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian korban, Ahad, (15/2/2026), (Foto: Istimewa).

    Diduga Alami Kekerasan, Siswi SD Ditemukan Mengapung di Pantai Bubaa

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Rebutan Penumpang, Taksi Online Vs Taksi Bandara Berselisih

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • RUPS Bank SulutGo, Penarikan Saham Pemkot Disetujui

    519 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Elpiji 3 Kg Tembus Rp 65 Ribu, Buntut Kelangkaan Gas, Ditertibkan Polisi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Sejumlah Pejabat Polres Bonbol Dimutasi

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.