gorontalopost.co.id – Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi membuka Seleksi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) tingkat fakultas pada Jumat, 14 Februari 2026. Sebanyak 27 mahasiswa dari tiga program studi memperebutkan tiket untuk melangkah ke seleksi tingkat universitas, sebelum akhirnya bersaing di panggung Peksiminas nasional yang bergengsi.
Kegiatan berlangsung di Fakultas Sendratasi yang bertempat di UNG Kampus 1. Pada pagi hari Jumat, 14 Februari 2026. Pemilihan FSB sebagai tuan rumah seleksi perdana bukan tanpa alasan sebagai fakultas yang membidangi ilmu seni, sastra, dan budaya, FSB dinilai sebagai ekosistem paling tepat untuk menyelenggarakan kompetisi seni mahasiswa.
Seleksi ini dibuka secara resmi oleh Dekan FSB, Prof. Dra. Nonny Basalama, Ph.D. Kegiatan turut dihadiri oleh tenaga kependidikan, panitia, dan alumni FSB UNG. Peserta berasal dari tiga program studi, yakni Pendidikan Sendratasik, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Seleksi ini digelar sebagai langkah strategis dalam menjaring dan mempersiapkan mahasiswa berbakat FSB untuk berlaga di Peksiminas tingkat nasional. Prof. Nonny menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sebuah ruang aktualisasi diri yang sejalan dengan misi Peksiminas sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas mahasiswa secara berkelanjutan.
“Ini bukan hanya ajang lomba, tetapi ruang untuk mempertunjukkan talenta dengan menjunjung sportivitas demi meraih prestasi untuk UNG yang unggul dan berdaya saing,” ujar Prof. Nonny dalam sambutannya.
Seleksi mempertandingkan lima cabang seni, yaitu tari tunggal, vokal solo pop, vokal solo dangdut, seriosa, monolog, dan puisi. Penilaian difokuskan pada kualitas teknis masing-masing cabang kualitas gerak pada cabang tari, serta kejelasan dan kekuatan vokal pada cabang tarik suara.
Salah satu panitia, Eka Rahmadani, mengungkapkan bahwa kepanitiaan telah dirancang secara terstruktur agar kegiatan berjalan lancar. “Sejauh ini kendala hanya di kendaraan, tetapi kami sudah menyusun kepanitiaan agar lebih bertanggung jawab supaya kegiatan berjalan lancar,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Prof. Nonny juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak berkecil hati jika belum meraih kemenangan. Ia mengingatkan bahwa proses kompetisi itu sendiri merupakan bekal berharga dalam membentuk kepercayaan diri.
“Yang menang itu luar biasa, tetapi yang belum menang jangan kecil hati karena pengalaman adalah guru terbaik. Proses ini akan membentuk kepercayaan diri kalian,” pesannya kepada seluruh peserta.
Eka berharap seleksi tingkat fakultas ini dapat menjadi batu loncatan nyata bagi mahasiswa FSB untuk tampil percaya diri di tingkat universitas hingga nasional. Ia juga berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat berkarya yang konsisten di kalangan mahasiswa, bukan hanya saat kompetisi berlangsung.
“Ajang Peksiminas adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bakat dan kreativitas. Semangat berkompetisi, tapi tetap sportif dan saling menghargai,” pesannya.
Prof. Nonny pun menitipkan harapan besar kepada seluruh peserta. Ia berharap seleksi ini tidak hanya melahirkan wakil terbaik FSB di pentas nasional, tetapi juga membentuk generasi mahasiswa yang tangguh, berkarakter, dan bangga membawa nama Universitas Negeri Gorontalo ke tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga melalui kegiatan ini lahir seniman-seniman muda UNG yang tidak hanya berprestasi di tingkat lokal, tetapi juga mampu mengharumkan nama Gorontalo di kancah nasional,” pungkasnya penuh optimisme. (mg-07)












Discussion about this post