gorontalopost.co.id – Pemilihan nama Seafood Malaysia dalam sebuah festival kuliner bukan tanpa alasan. Konsep tersebut sengaja diangkat untuk memberikan daya tarik berbeda di tengah ramainya persaingan tenant dalam food festival. Hal ini disampaikan oleh salah satu pelaku UMKM, Indra Al-Habsi (38), yang turut berpartisipasi dalam kegiatan UMKM di Indogrosir Gorontalo, yang berlangsung Sabtu (20/12).
Menurut Indra, festival kuliner umumnya menghadirkan menu yang sudah sering ditemui masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang mampu menarik minat pengunjung, meskipun berada di antara banyak tenant dengan produk serupa. “Kalau kita jual yang biasa saja, masyarakat sebenarnya sudah sering dapat. Apalagi di food festival, otomatis kita punya saingan kanan dan kiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan nama Seafood Malaysia menjadi strategi untuk memancing rasa penasaran pengunjung. Meskipun menu yang disajikan merupakan makanan yang sering dijumpai di Indonesia, pengemasan konsep dan penamaan dibuat berbeda agar terlihat lebih unik. “Target kita salah satunya adalah masyarakat dengan tingkat keingintahuan yang tinggi. Dari nama saja mereka sudah penasaran,” jelas Indra.
Indra juga mengungkapkan bahwa dirinya telah sering mengikuti berbagai event dan festival kuliner sebagai upaya memperluas pemasaran produk UMKM. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat efektif karena mampu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung dalam jumlah besar.
Pelaksanaan kegiatan UMKM di Indogrosir Gorontalo dinilai memberikan dampak positif, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat. Selain meningkatkan daya jual produk UMKM, kegiatan ini juga mendorong daya beli masyarakat dengan menghadirkan beragam pilihan kuliner dalam satu lokasi.
“Dengan adanya UMKM di Indogrosir, bukan hanya kami sebagai penjual yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat dan seluruh tenant yang ada di Gorontalo,” tutup Indra. (MG 22)













Discussion about this post