logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Potong Pohon-Pohon

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 24 September 2025
in Headline, Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Lapas Perempuan Gorontalo Gelar Apel Ikrar, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba dan Handphone ilegal

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo , Fisik dan Keuangan Lampaui Target, Lima OPD Realisasi Tertinggi

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Pelanggaran Hak Cipta ke Kejaksaan, Ka Kuhu Diangkut Mobil Tahanan

oleh:
Basri Amin

 

HAMPIR di semua jalan utama di Gorontalo kini pohon-pohonnya nyaris sudah habis ditebang. Di beberapa wilayah perkantoran pemerintah, permukiman warga, dan kawasan pendidikan pun mengalami hal serupa.

Bangsa yang congkak dengan alam. Pohon-pohon disalahkan, demi….(??)

Udara terasa lebih panas, pepohonan yang plontos, langit bebas lebih terlihat, kabel-kabel listrik dst lebih tampak. Mata kita mudah silau. Semua mudah gerah. Teknologi pendingin laku di mana-mana.

Energi kita jadi boros…

Pembenaran tunggal untuk menjadikan “kebijakan pembangunan” potong-potong pohon rasanya menyisahkan persoalan. Perubahan iklim yang kini tak terkendali meniscayakan pembaruan lingkungan yang menyegarkan.

Apa yang selama ini diimpikan dengan ketersediaan “ruang hijau” di wilayah perkotaan dan kecenderungan urbanized development di banyak wilayah di Indonesia menuntut visi lingkungan yang utuh. Kini yang terjadi adalah paradoks (pembangunan) yang membingungkan arahnya. Semua pihak terkesan (berhak) membongkar atau memotong apa saja menurut kepentingannya masing-masing.

Di sisi ini, “kekerasan”, dalam hemat saya, diam-diam tengah melilit perangai pembangunan kita. Dengan ini, yang saya maksudkan adalah campuran antara pelonggaran menebas pohon-pohon –yang diklaim beberapa pihak– sebagai “pengganggu” di ruang publik dan fakta lemahnya tanggung jawab kita menerangkannya secara jujur kepada publik.

Antara berbuat sesuatu agar daya-dukung lingkungan menopang kesehatan dan kesejahteraan orang banyak dan kekasaran kita memperlakukan pepohonan yang juga punyak hak hidup dan sebagai pemberi manfaat sangat besar untuk kita.

“Hanya bangsa yang bebal dan bodoh yang menyia-nyiakan manfaat vegetasi yang luas di ruang-ruang kotanya. Betapa besar jasa pepohonan dalam menurunkan suhu-panas dan menetralisir sekian kiloton emisi gas karbondioksida di wilayah perkotaan.”

Di luar soal teknis pertanaman, katakanlah itu tentang jenis-jenis pohon yang tepat ditanam di kawasan permukiman, jalan-jalan raya, dst, usaha-usaha pelindungan dan pemeliharaan, serta tata-kelola resikonya tampaknya belum dicapai titik-temunya di Gorontalo dan di tempat-tempat lain di negeri ini.

Di sejumlah kota yang sukses memanfaatkan lanskap alamnya, mereka relatif berhasil mengelola “kehijauan kota”nya dan menjadikannya sebagai infrastruktur-berkelanjutan bagi sumber-sumber kesehatan alami dan penghidupan yang sehat. Hasil lainnya, citra kota terbentuk, geliat ekonomi lebih produktif dan warga membangun identitas kota dan daerahnya secara partisipatif. Keteduhan rasa dan kesejukan pandangan pun akan memakmurkan keragaman dan kebersamaan.

Gorontalo, jika hendak menegaskan visi pembangunan berkelanjutannya, kepekaan kebijakan dan transformasi perilaku masyarakat haruslah tergerakkan lebih nyata. Kita harus lebih peka membaca perubahan iklim dunia dan bagaimana mutu lingkungan kita. Beberapa laporan menunjukkan, khususnya tentang polusi udara, Indonesia kita termasuk terburuk di Asia Tenggara.

Kendati bisa kita sangka bahwa itu adalah kontribusi daerah-daerah industri dan metropolitan, sesungguhnya di tingkat lokal pun, katakanlah kita di Gorontalo, mengalami kecenderungan yang sama: volume kendaraan yang semakin membesar, ruang hijau yang terus-terusan menyempit, pola perilaku dan tindakan persampahan, pencemaran air, serta pola konsumsi kita serta kerja-kerja proyek (pembangunan) yang menyumbangkan banyak abu dan sampah teknikal, secara pasti (terbukti!) menurunkan mutu lingkungan kita.

Perhitungan ekonomis atas degradasi lingkungan kita sudah di titik kritis dan memintakan koreksi serius atas istilah “sustainable development” (Daly, 1996).

Sayangnya, kita belum bergerak serius dan belum menempatkan fakta ini sebagai tema sentral, padahalPemiludanPilkadasudahberulangdanberulang.

Data sains-lingkungan (Gorontalo) sepertinya diam-diam saja! Padahal, teriakan aktivis lingkungan, frekuensi pemberitaan tentang sampah, bencana ekologis, sampah makanan, pengolahan limbah, dst secara berulang terberitakan di media dan di forum terbuka. Tak lama lagi, biaya yang akan kita kerahkan untuk perkara ini akan meningkat pesat. Belum lagi potensi konflik, diskriminasi, dan dampak kesehatan (anak, perempuan, dst) yang ditimbulkannya.

Di daerah pertanian seperti Gorontalo, “asap karena pembakaran lahan memberi dampak luas atas mutu udara. Di permukiman yang sempit di perkotaan pun, tradisi ‘bakar sampah’ masih berlangsung hingga hari ini, hal mana merusak mutu udara sekitar…di luar itu, asap dari knalpot kendaraan adalah yang paling dominan…”

Kini, ketika isu kendaraan listrik menguat di permukaan, itu adalah tanda bahwa teknologi transportasi ramah lingkungan akan segera berubah. Dalam jangka panjang, regulasi yang ketat, kepemimpinan lokal yang pro-lingkungan, partisipasi sains dan edukasi publik menjadi keniscayaan. ***

Penulis adalah Mitra di Voice-of-HaleHepu.
Surel: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminpersepsipotong pohon-pohonspektrum sosial

Related Posts

Pelaksanaan Apel Ikrar Bebas Narkoba dan Handphone yang dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh pegawai dilingkungan Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Jum'at (17/4/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

Lapas Perempuan Gorontalo Gelar Apel Ikrar, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba dan Handphone ilegal

Friday, 17 April 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat memimpin Rapim secara virtual melalui Zoom Meeting dari rumah jabatan gubernur, Rabu (15/4/2026). (Foto : Mila/diskominfotik)

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo , Fisik dan Keuangan Lampaui Target, Lima OPD Realisasi Tertinggi

Friday, 17 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Pelanggaran Hak Cipta ke Kejaksaan, Ka Kuhu Diangkut Mobil Tahanan

Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Pelanggaran Hak Cipta ke Kejaksaan, Ka Kuhu Diangkut Mobil Tahanan

Thursday, 16 April 2026
PIPAS LPP Gorontalo saat mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Kanwil Ditjenpas Gorontalo, Kamis (16/4/2026). (F. Istimewa)

Semarak HBP ke-62, PIPAS LPP Gorontalo Ikut Donor Darah

Thursday, 16 April 2026
Pelaksanaan Musrenbang Kota Gorontalo yang berlangsung di halaman kantor Wali Kota Gorontalo, Rabu (15/4) malam. (foto: vanni ashari/mg/gorontalo post)

Dari Pelaksanaan Musrenbang Pemerintah Kota Gorontalo, Target Ekonomi Tumbuh 5,8 Persen, Kemiskinan Menyusut 5,22 Persen

Thursday, 16 April 2026
Next Post
Dahlan Iskan dengan "para emak" backpacker yang sedang transit di Hong Kong. Mereka akan berpetualang ke Tiongkok.--

Emak-Emak Mandiri

Discussion about this post

Rekomendasi

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Oknum Kades di Pohuwato saat diperiksa sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terkait dengan dugaan aktivitas PETI. (foto: istimewa)

Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

Wednesday, 15 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    144 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Profesi-Profesi Hebat

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.