logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Bone Bolango

Dirut PDAM Bonebol Mengundurkan Diri

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 8 June 2022
in Bone Bolango
0
Dirut PDAM Bonebol Mengundurkan Diri

Yusar Laya

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.id – Sungguh mengejutkan. Yusar Laya, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bone Bolango tiba-tiba mengundurkan diri.

Pengunduran diri pria yang sudah 10 tahun menjabat Dirut itu, terkuak saat digelarnya Rapat Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda Air Minum Tirta Bone Bolango, Sabtu (4/6) pekan lalu.

Keberanian mengajukan pengunduran diri dilontarkan di depan Rapat KPM karena alasan tidak mampu dan mengaku capek. ”Saya sudah tidak mampu dan capek,” kata Yusar singkat. Sontak peserta rapat terkaget-kaget. Tentu pria yang sudah jenuh dengan jabatannya itu, menimbulkan tanda tanya besar.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pengunduran diri Yusar Laya bukan tanpa alasan. Berawal pada Selasa(19/4) lalu, sejumlah perwakilan karyawan Perumda Tirta Bulango mengadu ke DPRD Bone Bolango. Aduan para pagawai itu tak lain perihal total gaji mereka yang sudah enam bulan macet tak dibayarkan pihak PDAM. Menindaklanjuti hal ini Komisi III selaku mitra kerja PDAM langsung memfasilitasi aspirasi mereka lewat pertemuan kemarin.

Related Post

Cakep! Perkuat Literasi Cegah Pernikahan Dini Desa Huntu Libatkan Remaja

Batu Karang Oluhuta ‘Surga Tersembunyi’ Tawarkan Pesona Alam Memukau

Menjelang Tahun Baru Kawasan Center Point Bonbol Dibanjiri Pengunjung

Libur Nataru Omset Kantin Depan Kampus 4 UNG Menyusut

Salah seorang karyawan Agus Hasan yang ikut dalam pertemuan itu mengaku, kalau gajinya sudah 6 bulan belum terbayarkan. ”Gaji saya yang belum terbayarkan terdiri dari hutang 3 bulan gaji di tahun 2020 dan gaji 3 bulan lagi tahun 2022 ini,” katanya.

Tak pelak, sore harinya Ketua komisi III Tahir Badu mengundang pejabat dan direktur PDAM Bonbol pada saat bersamaan membahas LKPJ 2021. Kabar tidak sedap ini masuk ke telinga Bupati Bone Bolango Hamim Pou. Pemda Bone Bolango akhirnya mengevaluasi manajemen PDAM.

Saat Rapat evaluasi KPM Perumda Air Minum Tirta Bolango dengan Pemda Bone Bolango, Sabtu (4/6/22). Terungkap beberapa permasalahan yang sangat kompleks. Misalnya terkait hutang kepada pihak ke tiga yang mencapai miliaran rupiah tak mampu dibayar oleh PDAM. Selain itu begitu banyaknya piutang pelanggan PDAM yang juga mencapai hampir Rp 5 Miliar yang juga belum tuntas dilakukan penagihan dan banyak permasalahan lain seperti tersendatnya gaji para karyawan yang mencapai ratusan juta.

Usai rapat, Yusar Laya akhirnya menyatakan pengunduran dirinnya sebagai Direktur Utama PDAM Bone Bolango. Yusar mengaku sudah capek dan tak mampu lagi mengelola perusahaan dipimpinya yang penuh masalah.

Kepala Bagian Ekonomi SDA dan Konservasi, Ichsan Budiman Wantogia saat dihubungi wartawan koran ini Selasa (7/6/22) kemarin mengatakan, dari hasil rapat KPM yang tertuang dalam berita acara mengesahkan pemberhentian dengan hormat Direktur PDAM Tirta Bolango, Kabupaten Bone Bolango masa bakti 2019-2023 Yusar Laya SE, dan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Bolango Jusni Bolilio.

Nantinya Plt Direktur akan dibantu Tim Percepat Masa Transisi (TPMT) yang diketuai oleh Wakil Bupati Bone Bolango Dr. Merlan S. Uloli, Sekertarisnya Kepala Bagian Ekbang dan anggota terdiir dari Ir Ayub Abdurahman dari tim kreja bupati, Feybe Foni Runtuwene Auditor Inspektorat Daerah, Zein Pakaya Kabag Hukum dan Kerja sama serta Fredi Lasut Kabag Ortala.

Disinggung soal apa yang menjadi tuntutan para pihak ketiga, yang telah melakukan kerja sama atau MoU dengan Perumda Tirta Bolango terkait pembayaran hutang, Budi menyampaikan bukan merupakan ranah dari bagian Ekbang.

”Kalau soal itu mohon maaf kami di Ekbang itu hanya memfasilitasi terkait pelaksanaan dan untuk lebih kedalamnya ada Dewan Pengawasnya, tetapi kedepan Insya Allah kita ini dibentuk tim yang dipimpin Ibu Wakil Bupati.

Untuk membantu capain kinerja juga dan capain kinerja kita yang terpenting melakukan inventalisir apa – apa saja sih permasalahan dan kalau sekerang juga ada evaluasi kinerja BPKP juga kan dan itu ranahnya mereka,” tandas Budi.

Sementara itu Plt Direktur PDAM Tirta Bolango Jusni Bolilio saat dikonfirmasi mengatakan, kedepan pihaknya akan melakukan beberapa hal, yakni fokus pemenuhan hak-hak karyawan, rasionalisasi gaji, dan menggenjot pengerjaan IPAL Longalo agar segera beroperasi.

Dimana direncanakan tim transisi ini akan bekerja selama dua bulan sambil menunggu hasil seleksi Direktur PDAM yang baru. “Untuk gaji karyawan nantinya akan kami lakukan pemotongan 30 persen. Sebab gaji para karyawan kami lihat cukup tingga hingga mencapai Rp 7 jutaan,” kata Jusni.

Hal ini diakui Jusni yang menjadi salah satu penyebab besar pengeluaran daripada pemasukan. Jusni mencontohkan jika pemasukan sebesar Rp 350 Juta, sementara gaji karyawan Rp 300 Juta, sisanya Rp 50 Juta untuk bayar biaya-biaya lain seperti bayar listik, operasional lapangan, perbaikan pipa-pipa yang rusak dan lain sebagainya.

“Ya, kalau sudah begitu, mana keuntungan yang didapat, sehingga hal ini perlu kami rasionalisasi lagi guna menyehatkan kembali keuangan PDAM,”tegas Jusni sembari berharap kedepan kondisi PDAM akan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (roy)

Tags: PDAM Bone Bolango

Related Posts

Cakep! Perkuat Literasi Cegah Pernikahan Dini Desa Huntu Libatkan Remaja

Cakep! Perkuat Literasi Cegah Pernikahan Dini Desa Huntu Libatkan Remaja

Sunday, 3 May 2026
Batu Karang Oluhuta ‘Surga Tersembunyi’ Tawarkan Pesona Alam Memukau

Batu Karang Oluhuta ‘Surga Tersembunyi’ Tawarkan Pesona Alam Memukau

Friday, 10 April 2026
Menjelang Tahun Baru Kawasan Center Point Bonbol Dibanjiri Pengunjung

Menjelang Tahun Baru Kawasan Center Point Bonbol Dibanjiri Pengunjung

Sunday, 4 January 2026
Libur Nataru Omset Kantin Depan Kampus 4 UNG Menyusut

Libur Nataru Omset Kantin Depan Kampus 4 UNG Menyusut

Tuesday, 30 December 2025
Semangat Gotong Royong Warnai Aktivitas di Kampus 4 UNG

Semangat Gotong Royong Warnai Aktivitas di Kampus 4 UNG

Sunday, 28 December 2025
Jemaat GPIG Kanaan Suwawa Gelar Ibadah Malam Natal, Tekankan Persiapan Hati Sambut Kelahiran Kristus

Jemaat GPIG Kanaan Suwawa Gelar Ibadah Malam Natal, Tekankan Persiapan Hati Sambut Kelahiran Kristus

Saturday, 27 December 2025
Next Post
Deprov-Pemprov Ngotot Pertahankan Honorer

Deprov-Pemprov Ngotot Pertahankan Honorer

Discussion about this post

Rekomendasi

Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

Tuesday, 9 June 2026
Suasana perayaan HUT ke-68 Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pada Ahad (7/6/2026) malam, di rumah pribadinya. (Foto: Prokopim)

Perayaan HUT ke-68 Adhan, Tak Pake APBD, Dirayakan Bareng Anak Yatim

Tuesday, 9 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wawali Indra Gobel tengah menikmati jajanan di Street Food Jilid II. (Foto: Prokopim)

Street Food Jilid II Diserbu Pengunjung, Omzet UMKM Capai Rp222 Juta dalam Semalam

Tuesday, 9 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026

Pos Populer

  • Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

    Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.