logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo: Ruang Dialog Tanpa Barikade

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 5 October 2026
in Persepsi
0
Muchlis Huntua

Muchlis Huntua

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Warisan “Portugis” di Gorontalo

Rabies: Satu Gigitan, Banyak Tanggung Jawab

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Otak Tanaman dan Jiwa Kehidupan

Oleh:
Muchlis S. Huntua

Hubungan antara gerakan mahasiswa dan otoritas kekuasaan sering kali digambarkan bagai minyak dan air: dinamis, konfliktual, dan kerap berjarak. Di berbagai sudut daerah, artikulasi aspirasi pemuda lazimnya tertahan oleh barikade kawat berduri atau barisan aparat keamanan di depan pintu gerbang pusat pemerintahan. Fenomena marjinalisasi ruang suara ini jamak memicu polarisasi serta penyumbatan komunikasi.

Namun, sebuah terobosan progresif bernilai strategis baru saja diperlihatkan di bumi “Serambi Madinah”. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo secara resmi meluncurkan Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo di Kelurahan Huangobotu, Kota Gorontalo.

Langkah taktis ini bukan sekadar seremoni peresmian gedung baru atau bagi-bagi ruang sekretariat bersama. Dari kacamata sosiologi politik, ini merupakan sebuah manifesto komitmen kepemimpinan daerah yang cerdas, yang secara simbolis dan praktis meruntuhkan barikade komunikasi antara pembuat kebijakan (policy makers) dan elemen pemuda.

Pemprov dan Polda Gorontalo tengah mengirimkan pesan kuat ke panggung publik nasional: stabilitas daerah tidak dirawat dengan ‘pembatasan’, melainkan dengan menyediakan meja dialog yang setara, inklusif, dan berbasis data ilmiah.

Konstruksi Ruang Publik Sipil

Secara teoretis, inisiatif mendirikan Rumah Kebangsaan ini selaras dengan konsep The Public Sphere (Ruang Publik) yang digagas oleh filsuf Jürgen Habermas. Menurut Habermas, ruang publik ideal adalah ranah kehidupan sosial di mana warga negara dapat berkumpul, berdiskusi secara rasional-kritis, dan membentuk opini publik tanpa adanya tekanan dari intervensi kekuasaan yang represif.

Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo bertransformasi menjadi bentuk nyata dari ruang publik tersebut. Di tempat ini, sekat-sekat birokrasi dilebur agar argumen logis menjadi satu-satunya mata uang yang sah dalam perdebatan kebijakan.

Langkah progresif ini sekaligus menghidupkan kembali wasiat pergerakan dari para pendiri bangsa (Founding Fathers). Bung Karno dalam salah satu pidato monumentalnya pernah menegaskan bahwa pemuda bukan sekadar jumlah angka, melainkan poros radikal perubahan: “Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Namun, guncangan perubahan zaman ini tidak lagi diukur dari kerasnya pekikan di jalanan, melainkan dari ketajaman isi kepala.

Di sisi lain, Bung Hatta sebagai dwitunggal, selalu mengingatkan pentingnya daya kritis pemuda yang berbasis pada kaderisasi ilmiah dan keteraturan organisasi. Bagi Hatta, pemuda mahasiswa adalah “penyambung lidah rakyat” yang mengandalkan kedalaman literasi, bukan anarkisme.

Ketika aliansi Cipayung Plus Gorontalo, mulai dari PMII, HMI, GMNI, GMKI, PMKRI, KMHDI, IMM, LMND, hingga KAMMI diberikan ruang ini, semangat kolaboratif pemikiran Bung Karno dan Bung Hatta tersebut mewujud nyata.

Di sinilah letak relevansi dari gagasan Gubernur Gusnar Ismail yang menantang mahasiswa untuk menjadikan wadah ini sebagai “laboratorium solusi”. Mahasiswa dituntut tidak lagi sekadar berteriak di depan gerbang mengenai masalah kemiskinan atau ketimpangan, melainkan duduk bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menguji validitas data lapangan.

Sebagai contoh, dalam membedah sengkarut tata kelola distribusi pasokan energi bersubsidi seperti Pertalite dan problem antrean panjang di setiap SPBU, refleksi gerakan mahasiswa dapat mempertemukan data empiris di lapangan dengan kuota resmi pemerintah. Ini adalah lompatan paradigma yang besar: dari gerakan berbasis retorika menuju gerakan berbasis riset dan advokasi kebijakan publik (evidence-based policy making).

Sinergi “Soft Approach” Keamanan Daerah

Dari perspektif manajemen konflik dan keamanan dalam negeri daerah Gorontalo, strategi yang digandeng oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo merupakan manifestasi dari pendekatan hukum yang humanis (soft approach security management).

Sosiolog Lewis A. Coser dalam teori The Functions of Social Conflict menyebutkan bahwa konflik sosial tidak selalu bersifat destruktif; konflik justru bisa berfungsi positif mengikat kembali integrasi sosial jika disalurkan melalui saluran-saluran kelembagaan yang tepat (safety-valve institutions).

Rumah Kebangsaan ini beroperasi sebagai katup penyelamat (safety valve) tersebut. Dengan memfasilitasi ruang komunikasi lintas ideologi organisasi, potensi gesekan horizontal antarkelompok mahasiswa dapat diredam sejak dini lewat musyawarah mufakat. Konflik horizontal dan anarkisme sering kali lahir dari sumbatan informasi (information block) serta prasangka yang mengeras akibat absennya ruang perjumpaan.

Ketika kepolisian dan pemerintah daerah Gorontalo membuka pintu seluas-luasnya untuk berdiskusi tanpa sekat protokoler, rasa saling percaya (trust) antara masyarakat sipil dan aparat penegak hukum akan tumbuh subur. Dampak jangka panjangnya sangat krusial: yakni stabilitas daerah terjaga, iklim investasi aman, dan roda ekonomi Gorontalo dapat berputar dengan kondusif.

Menagih Respons Intelektual Pemuda & Mahasiswa

Komitmen terbuka yang ditunjukkan oleh duet kepemimpinan Gusnar Ismail dan Irjen Pol. Widodo ini pada akhirnya menuntut respons balik yang sama bermutu dari kelompok Cipayung Plus Gorontalo. Infrastruktur fisik yang representatif ini akan berakhir menjadi “menara gading” yang sunyi jika tidak dihidupkan oleh dialektika pemikiran yang tajam.

Rumah Kebangsaan yang telah diresmikan Rabu, 30 September 2026 ini oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Kapolda Gorontalo Pol. Widodo, haruslah mampu menjawab ekspektasi publik untuk melahirkan para pemikir hebat dari bumi Hulondalo.

Kritik-kritik sporadis yang selama ini menguap begitu saja di udara harus mulai dikonversi menjadi tulisan-tulisan ilmiah, naskah akademik, serta gagasan visioner pembangunan daerah yang mampu menembus rubrik opini media massa. Gorontalo kini telah memulai sebuah eksperimen demokrasi lokal yang sehat, dan lompatan strategis ke depan patut menjadi percontohan nasional.

Ketika barikade fisik berupa kawat berduri digantikan dengan meja diskusi, dan sekat psikologis antara penguasa dan pemuda dan mahasiswa diruntuhkan, yang tersisa hanyalah ruang kolaborasi yang tulus. Masa depan kemajuan daerah Gorontalo yang sangat didambakan, kini tidak lagi diuji lewat kerasnya benturan di jalanan, melainkan lewat adu gagasan di dalam Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo.

Sebagai penutup, bahwa langkah konkret ini sejalan dengan wejangan mendalam dari sang bapak bangsa dan ulama kharismatik kontroversial, mantan Presiden ke-4 RI (1999-2001), almarhum Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid), yang pernah menegaskan: “Yang lebih penting dari politik dan kekuasaan adalah kemanusiaan.” (*)

Penulis: Kepala Bidang Pemuda di Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, dan Staf Dosen Pengajar di Fakultas Pemerintahan, Hukum, Kesos Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo.

Tags: Catatan Muchlis HuntuaCipayung PlusGubernur GusnarMuchlis HuntuaRumah Kebangsaan

Related Posts

Basri Amin

Warisan “Portugis” di Gorontalo

Monday, 5 October 2026
Salam Gizi! Yth, Presiden RI Jenderal (Pur.TNI) Prabowo Subianto 

Ilmiahkan Bid’ah Tentang Makanan Tradisional dan Ramuan Obat Berkhasiat 

Thursday, 1 October 2026
Rabies: Satu Gigitan, Banyak Tanggung Jawab

Rabies: Satu Gigitan, Banyak Tanggung Jawab

Wednesday, 30 September 2026
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Tuesday, 29 September 2026
Basri Amin

Otak Tanaman dan Jiwa Kehidupan

Monday, 28 September 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Negara yang Menghampiri Rakyat: Perspektif Antropologi Politik atas Kunjungan Pertama Gubernur Gusnar Ismail ke Pinogu

Monday, 28 September 2026
Next Post
Basri Amin

Warisan “Portugis” di Gorontalo

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Basri Amin

Warisan “Portugis” di Gorontalo

Monday, 5 October 2026
Sehari Jadi Kapolri, Jenderal Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Gorontalo Ikut Berganti

Sehari Jadi Kapolri, Jenderal Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Gorontalo Ikut Berganti

Saturday, 3 October 2026
Irjen Nurworo Resmi Kapolda Gorontalo, Tambang Ilegal, Penimbunan BBM Subsidi, dan Tipikor Butuh Keseriusan

Irjen Nurworo Resmi Kapolda Gorontalo, Tambang Ilegal, Penimbunan BBM Subsidi, dan Tipikor Butuh Keseriusan

Monday, 5 October 2026
Kapolri Tunjuk Eks Kasatgas MBG Polri Irjen Pol Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo

Kapolri Tunjuk Eks Kasatgas MBG Polri Irjen Pol Nurworo Danang Jadi Kapolda Gorontalo

Saturday, 3 October 2026

Pos Populer

  • BREAKING NEWS: KPK Geledah Rumah Mewah  di Liluwo Gorontalo, Diduga Milik Seorang Pengusaha

    BREAKING NEWS: KPK Geledah Rumah Mewah di Liluwo Gorontalo, Diduga Milik Seorang Pengusaha

    352 shares
    Share 141 Tweet 88
  • Sehari Jadi Kapolri, Jenderal Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Gorontalo Ikut Berganti

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Direktur RS Ainun Turun Pangkat, BKD Ajukan Pemberhentian Jabatan ke BKN

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Lima Jam KPK Geledah Rumah Haji Pulu di Liluwo, Diduga Terkait Korupsi Bupati Bolmut

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Otak Tanaman dan Jiwa Kehidupan

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.