gorontalopost.co.id — Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta pramuka santri tidak tumbuh sebagai generasi yang hanya bereaksi terhadap persoalan, tetapi mampu mengambil inisiatif dan menawarkan solusi. Pesan itu disampaikan Nasaruddin saat membuka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Malang, Jawa Timur, Kamis (1/10) malam.
Menurut Nasaruddin, pendidikan kepramukaan tidak berhenti pada keterampilan berkemah. Kehidupan di alam terbuka dan berbagai latihan yang dijalani peserta merupakan bagian dari pembentukan karakter, terutama keberanian, kemandirian, ketangguhan, dan kemampuan menghadapi persoalan.
Ia mendorong santri menjadi pribadi qowiyyul amin, yakni kuat sekaligus dapat dipercaya. Nilai tersebut, kata dia, penting bagi generasi yang kelak mengambil peran dalam kehidupan masyarakat dan kepemimpinan bangsa. “Seorang kader pramuka, kader santri, tidak boleh reaktif, tapi harus proaktif,” kata Nasaruddin.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak gemar memperbesar persoalan. Menurutnya, seorang santri dan pramuka justru harus mampu menciptakan suasana yang tenang dan menjadi bagian dari penyelesaian masalah. “Jangan membesar-besarkan masalah. Jangan mengharimaukan kucing, dan jangan membuayakan cicak,” ujarnya.
Nasaruddin mengatakan kemampuan tersebut perlu dibentuk sejak dini melalui pengalaman, latihan, dan kebiasaan hidup mandiri. Ia menilai kehidupan di perkemahan, termasuk tinggal di tenda dengan fasilitas terbatas, menjadi salah satu cara melatih santri menghadapi situasi yang tidak selalu nyaman. Ia juga meminta peserta berani mencoba dan tidak mudah menyerah. “Besok Anda akan dilatih: ‘Bisa, harus bisa,’” katanya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam pembukaan PPSN VI menambahkan, santri perlu memperkuat kemampuan di bidang pendidikan dan teknologi tanpa meninggalkan karakter kebangsaan. Khofifah juga mendorong peserta memiliki cita-cita tinggi dan melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi. Selain itu, ia mengajak para santri ikut menjaga lingkungan, salah satunya melalui penanaman pohon.
PPSN VI 2026 diikuti ribuan pramuka santri dari berbagai daerah dan berlangsung hingga 6 Oktober. Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai latihan, kompetisi, dan kegiatan yang dirancang untuk membangun keterampilan serta kemandirian. (tro)













Discussion about this post