gorontalopost.co.id — Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian Fraksi NasDem DPRD Bone Bolango dalam rapat paripurna belum lama ini. Juru bicara Fraksi NasDem, Suriyati Dengo, mengatakan, persoalan sampah tidak boleh terus diselesaikan dengan pola reaktif.
Menurutnya, penanganan yang hanya mengandalkan sampah menumpuk, kemudian diangkut, justru akan membuat persoalan yang sama kembali terjadi. “Persoalan sampah juga tidak boleh terus diselesaikan dengan pola reaktif: menumpuk, diangkut, lalu kembali menumpuk,” kata Suriyati.
Ia menyoroti cakupan layanan persampahan yang baru sekitar 48,52 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan langkah pemerintah yang lebih terarah melalui road map yang jelas, terukur dan berkelanjutan.
Road map tersebut harus mencakup seluruh tahapan pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, pengangkutan, pengelolaan melalui TPS3R hingga penanganan di tempat pemrosesan akhir (TPA). “Rakyat tidak membutuhkan lebih banyak janji dan kajian tentang sampah; rakyat membutuhkan sistem yang bekerja dan lingkungan yang bersih,” tegasnya.
Fraksi NasDem berharap pemerintah daerah dapat membangun sistem persampahan yang tidak hanya berorientasi pada pengangkutan sampah, tetapi juga memperkuat pengurangan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Dengan sistem yang terukur dan berkelanjutan, persoalan persampahan diharapkan tidak lagi ditangani setelah terjadi penumpukan, tetapi dapat dicegah melalui pengelolaan yang lebih terencana.(csr)














Discussion about this post