gorontalopost.co.id — Pemerintah Kota Gorontalo mengakui bantuan sosial yang diberikan kepada warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas belum mampu menjawab seluruh kebutuhan penerima manfaat. Keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu kendala pemerintah dalam memperluas bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, bahkan menyampaikan permohonan maaf atas kondisi tersebut. Ia mengatakan, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik meski harus menyesuaikan program dengan kapasitas fiskal yang tersedia. Hal itu disampaikan Adhan saat menyerahkan bantuan alat bantu bagi lansia dan penyandang disabilitas di Aula Kantor Camat Kota Barat, Senin (28/9/2026).
Menurut Adhan, kondisi keuangan daerah saat ini tidak hanya menjadi tantangan bagi Kota Gorontalo, tetapi juga dirasakan oleh pemerintah daerah lainnya. “Kondisi keuangan kota saat ini, termasuk semua daerah, ya, itu sangat susah untuk mencari dana. Tetapi, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama kepada penyandang masalah sosial yang ada di Kota Gorontalo, kami sudah berupaya memberikan yang terbaik,” kata Adhan.
Ia menjelaskan, keterbatasan fiskal membuat pemerintah harus melakukan penyesuaian dalam menentukan program maupun jenis bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat. Jika sebelumnya pemerintah masih memiliki ruang lebih luas untuk memberikan berbagai bentuk bantuan, kondisi saat ini mengharuskan pemerintah lebih selektif dalam menetapkan penerima dan jenis bantuan. “Dan tentunya dalam upaya pemberian bantuan ini, kami akui tidak seperti dulu lagi. Kalau dulu bermacam-macam yang bisa pemerintah berikan kepada masyarakat, tapi sekarang kita sudah lebih selektif,” ujarnya.
Adhan menegaskan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dan diberikan sesuai kemampuan keuangan daerah. Untuk itu, ia meminta para penerima manfaat dapat memahami keterbatasan tersebut. “Sekarang sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu masih mau berbesar hati menerima bantuan yang apa adanya,” tuturnya.
Ia juga tidak menampik bahwa bantuan alat bantu yang diberikan belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan sosial maupun ekonomi yang dihadapi para penerima. Namun, pemerintah berharap bantuan tersebut setidaknya dapat membantu meringankan beban penerima manfaat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “Kami harap bantuan yang kami salurkan dapat memberikan manfaat bagi bapak ibu penerima manfaat,” kata Adhan. Menurutnya, pemerintah daerah menyadari masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum dapat dipenuhi secara maksimal. Meski demikian, upaya memberikan pelayanan kepada kelompok rentan tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah. “Dan kami akui juga jika bantuan-bantuan ini tidak akan menyelesaikan masalah, tidak menjamin semua masalah selesai. Tetapi paling tidak pemerintah daerah berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk membantu meringankan beban ekonomi dan sosial bapak ibu sekalian,” ujarnya.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Pemkot Gorontalo menyerahkan sebanyak 12 kursi roda dan tiga tongkat kepada 15 penerima manfaat. Para penerima terdiri dari 11 lansia dan empat penyandang disabilitas. Sebanyak 14 penerima berasal dari Kecamatan Kota Barat, sementara satu penerima lainnya berasal dari Kecamatan Kota Tengah. Untuk empat penerima penyandang disabilitas, bantuan tidak diserahkan secara langsung karena kondisi fisik mereka tidak memungkinkan untuk hadir. Bantuan tersebut kemudian diwakili oleh pihak keluarga.
Adhan berharap bantuan yang diberikan, meski terbatas, tetap dapat digunakan sebaik mungkin dan memberikan manfaat bagi penerima maupun keluarga yang mendampingi.(adv)













Discussion about this post