Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pesohor berdarah Gorontalo, Syifa Safira Nuraisah, atau lebih dikenal dengan Syifa Hadju resmi memamerkan foto preweddingnya bersama Ahmad Jalaluddin Rumi atau El Rumi.
Momen ini memang ditunggu-tunggu penggemar keduanya, terutama yang ada di Gorontalo. Dan benar saja, unggahan foto prewedding yang dilabeli ‘In the land of Gorontalo, two hearts begin a promise meant to last forever’ ini langsung dibanjiri rasa kagum dan bangga.
Yang menyedot perhatian adalah pasangan selebriti ini menggunakan pakaian adat Gorontalo, berupa Biliu dan Makuta berwarna merah dengan elegan. Pakaian adat ini merupakan pakaian kebesaran Gorontalo yang melambangkan kemuliaan dan kehormatan.
Menariknya, Syifa memberi keterangan dalam postinganya berbahasa Gorontalo yang sarat makna. “Tolipu lopohalaa Hulondalo lipu, Pilo potuwawu liyo hilawo to bandha puluw duwa nuru, to wombu ulai ubuwa mohala’o mo humbuwa”.
Postingan ini dibalas El Rumi juga dalam bahasa Gorontalo. Putra dari musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianti itu menulis kalimat “Wa’u lo hulondalo” yang menegaskan, jika El Rumi kini bagian dari Gorontalo.
Syifa Hadju merupakan putri dari pasangan Andre Moeryawan, dan Shendy Hadju, yang selalu dengan bangga mengaku anak Gorontalo. Kariernya di dunia hiburan terus melejit, namanya makin dikenal setelah berperan dalam serial Mermaid in Love.
Unggahan foto prewedding Syifa-El Rumi ini seketika diserbu warga net. Hingga semalam, di instagram sudah ada 2,3 juta like, dan 40,9 ribu komentar. Selain warganet, rupanya aktris kenamaan sekaligus Ibu El Rumi, Maia Estianty sempat membubuhkan komentar.
Disamping memberi pujian, istri dari Irwan Musry itu juga berkelakar agar sang putra dan calon istri memberitahu kapan pernikahan keduanya berlangsung. “Ah enggak sabar. Kapan sih nikahnya? Masyaallah cantik dan ganteng,” tuturnya.
Seperti diketahui pakaian biliu adalah busana adat utama dan paling lengkap untuk pengantin perempuan Gorontalo. Busana ini melambangkan kemuliaan, kehormatan, serta kesiapan seorang wanita menjadi isteri.
Dalam biliu terdapat bagian-bagian penting, seperti asesoris kepala terdiri Baya lo Boute yakni ikat kepala yang dilengkapi dengan berbagai hiasan seperti Layi-layi (bulu unggas dibagian depan), Pongemopa (enam tangkai daun-daunan di bagian belakang), duunga bitila yakni daun sukun emas di belakang. Selanjutnya ada bagian Kucubu Lo Duhelo yakni hiasan dada yang menambah kesan anggun dan elegan.
Bo’o Tunggohu yakni baju kurung warna merah melambangkan keberanian dan semangat, Lu’ohu berupa cincin jari kelingkin melambangkan kesucian dan komitmen, Pateda berupa gelang besar melambangkan keanggunan dan status sosial, serta alumba/bide yakni rok hiasan emas dengan ikat pinggang menambah kesan mewah dan anggun.
Sedangkan El Rumi yang tampak gagah dengan busana Makuta /paluwa yang melambangkan kewibawaan, kepemimpinan, dan tanggungjawab sebagai kepala keluarga.
Makute terdiri dari bagian-bagian penting, seperti tudung makuta atau penutup kepala khas berbentuk kaku, menjulang tinggi dan melengkung ke arah belakang dengan detail payet emas, yang melambangkan kehormatan dan kepemimpinan.
Selanjutnya terdapat bagian Bo’o berupa baju atasan dengan desain khas, Bantali yakni ikat pinggang yang menambah kesan formal, dan rapi, serta Taala yakni celana yang serasi dengan atasan.
Seiring dengan unggahan Syifa Hadju tersebut, banyak warga net Gorontalo yang dengan bangga turut menyandingkan busana Biliu dan Makuta yang mereka gunakan saat acara pernikahan atau acara adat lainya dan diunggah ke media sosial.
Sebelumnya pakaian adat Biliu dan Makuta juga digunakan BJ Habibie dan dr.Hasri Ainun saat melangsungkan pernikahan, termasuk digunakan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep bersama pasanganya Erina Gundono ketika foto prewedding. (tro)












Discussion about this post