gorontalopost.co.id — Gempa dahsyat dengan magnitudo 7.6 yang melanda Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut), Kamis (2/4) pagi juga terasa di Gorontalo. Sejumlah warga mengaku panik, lantaran getaran gempa terasa kuat dan lama. Di Sulut, sejumlah bangunan dilaporkan rusak, bahkan seorang warga meninggal dunia. Selain itu, gempa yang berpusat di 127 KM tenggara Bitung dengan kedalaman 18 KM itu, memicu gelombang tsunami.
Berdasarkan data resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 05:48 WITA dengan magnitudo 7,6, berpusat di koordinat 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, atau sekitar 127 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 18 kilometer.
Situasi ini menempatkan masyarakat dalam kondisi siaga, meskipun hingga laporan ini disusun, belum terdapat informasi lanjutan terkait dampak signifikan yang ditimbulkan.
Pasca gempa utama, aktivitas seismik di wilayah tersebut masih terus berlangsung. Stasiun Geofisika Manado mencatat adanya 7 kali gempa susulan di lokasi yang sama.
“Gempa susulan pertama dengan kekuatan 3,7 magnitudo, gempa susulan kedua 4,6 magnitudo, gempa susulan ketiga 3,6 magnitudo, gempa susulan keempat 4,9 magnitudo, gempa susulan kelima 3,9 magnitudo, gempa susulan keenam 4,0 magnitudo dan gempa susulan ketujuh 3,1 magnitudo,” ungkapnya.
Rangkaian gempa susulan ini menunjukkan bahwa energi tektonik di wilayah tersebut masih mengalami pelepasan secara bertahap.
Lebih lanjut, pihak Stasiun Geofisika Manado menjelaskan bahwa tidak semua gempa susulan dapat dirasakan oleh masyarakat, tergantung pada kekuatan, kedalaman, serta jarak dari pusat gempa. (*)














Discussion about this post