gorontalopost.co.id – Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo menyiapkan organisasi mahasiswa (Ormawa) sebagai motor utama pencapaian prestasi nasional melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dan dosen FSB UNG serta diawali dengan sambutan Ketua Senat Fakultas Sastra dan Budaya dan Wakil Dekan III yang sekaligus membuka kegiatan sebagai bentuk dukungan fakultas terhadap capaian prestasi mahasiswa di tingkat nasional.
Wakil Dekan III FSB UNG, Herson Kadir, mengatakan program ini menjadi strategi fakultas untuk meningkatkan jumlah Ormawa yang mampu bersaing pada ajang nasional. Pada tahun 2025, salah satu Ormawa FSB UNG berhasil meraih medali emas dalam kompetisi PPK Ormawa.
“Tahun 2026 target kita bukan hanya satu Ormawa. Minimal ada yang meraih perak atau perunggu, bahkan kita berharap bisa kembali meraih emas di tingkat nasional,” ujarnya.
Menurutnya, PPK Ormawa dan P2MW bukan sekadar program kompetisi, tetapi wadah pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki soft skill, kreativitas, serta kemampuan memecahkan persoalan nyata di tengah masyarakat.
“Ormawa harus hadir sebagai solusi. Mahasiswa dituntut membawa ide, strategi, dan inovasi yang mampu memberdayakan masyarakat desa sesuai potensi yang mereka miliki,” jelasnya.
Pemateri kegiatan, Haris Danial, menegaskan bahwa tujuan utama PPK Ormawa adalah mendorong mahasiswa tidak hanya aktif dalam struktur organisasi, tetapi mampu mengeksplorasi kompetensi diri melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.
“Mahasiswa harus mengembangkan diri dan mengabdikan kompetensi yang mereka miliki di desa, sehingga masyarakat dapat diberdayakan berdasarkan potensi yang ada,” katanya.
Ia menilai sinergi antar-Ormawa menjadi kunci agar program ini berjalan maksimal, sekaligus memberi pengalaman lapangan kepada mahasiswa dalam memahami persoalan sosial secara langsung.
FSB UNG juga mendorong mahasiswa segera membentuk tim, menentukan topik, serta memilih desa sasaran sebagai lokasi observasi dan pengabdian. Proposal yang disusun akan diseleksi di tingkat universitas sebelum dikirim ke tingkat nasional.
“Mahasiswa minimal sudah punya ide yang jelas, tema yang kuat, serta desa sasaran yang memiliki persoalan nyata untuk ditawarkan solusinya,” ungkap Herson.
Selain prestasi, fakultas menyiapkan insentif akademik bagi mahasiswa yang lolos hingga tingkat nasional. Capaian pada program PPK Ormawa dan P2MW akan dikonversi menjadi empat hingga enam SKS sebagai pengganti beberapa mata kuliah.
“Mahasiswa yang berprestasi di tingkat nasional akan mendapatkan konversi SKS hingga enam, sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka,” tambahnya.
Melalui PPK Ormawa dan P2MW, FSB UNG menargetkan lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri secara wirausaha serta mampu berperan sebagai agen perubahan di masyarakat.
“Prestasi adalah ruang bagi mahasiswa untuk tampil dan membuktikan bahwa mereka adalah mahasiswa yang berkualitas,” tutup Haris. (mg-05)













Discussion about this post