logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Petir Agrinas

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 2 March 2026
in Disway
0
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SAYA dikirimi satu lembar diagram. Sifatnya rahasia. “Tolong jangan share ke siapa pun,” ujar pengirimnya.

Pengirimnya: petir.

Related Post

Petir Ngambek

Petir India

WNI WNI

Kolegium MK

Bukan petir. Ia adalah Joao Angelo de Sousa Mota –dirut PT Agrinas Pangan Nusantara yang mulai hari ini saya beri gelar Sang Petir.

Saya segera membaca diagram yang dikirim tanpa narasi satu kalimat pun itu. Dengan bentuk yang hanya diagram saya justru lebih paham isinya. Memang itu data mati tapi lebih jujur –tidak ada bumbu provokasinya. Data mati tapi penuh kehidupan di dalamnya.

Sebagian ini diagram itu, sehari kemudian, ternyata ia ungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan Uni Lubis di IDN Times.

Uni adalah wartawan senior yang meski sudah jadi bos tapi tetap aktif melakukan wawancara sendiri.

Uni mengirim hasil wawancara itu ke saya kemarin sore. Lalu saya bandingkan isinya dengan diagram yang dikirim sehari sebelumnya.

Akhirnya saya tahu skenario di balik Petir India dan Petir Ngambek di Disway dua edisi yang terdahulu.

“Agrinas Pangan yang akan menjalankan operasional 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Joao kepada saya. “Selama dua tahun pertama,” tambahnya. “Setelah semua ekosistem berjalan lancar kita serahkan ke pengurus koperasi,” katanya.

Mendengar penjelasan itu saya serasa tersambar petir. Koperasi tapi dijalankan oleh Agrinas. Total. Sejak pembangunan kantor, gudang, dan gerainya, sampai ke penyediaan kendaraan operasional. Bahkan sekalian yang menjalankan koperasinya.

Tapi petir ketiga ini bukan lagi membuat saya pusing. Itu membuat saya terbangun: saya harus bisa melihat sisi baiknya. Bahwa Koperasi Desa Merah Putih ini bukan coba-coba. Ini serius banget. All out. Kilat. Masif.

All out karena anggaran jumbo bengkaknya sudah disediakan –lewat pinjaman bank BUMN. Cicilannya dibayar dari dana desa.

Kredit itu sudah mulai benar-benar dicairkan. Uang membangun kantor, gudang, dan gerai. Juga untuk uang muka mobil India. Kilat. Tahun ini sudah harus jalan.

Bahwa pengurus koperasi desa belum ada yang siap tidak jadi hambatan. Koperasi dijalankan dulu oleh Agrinas Pangan. Jalan pintas. Whoosh!

Ini sangat masif karena yang ditangani hulu-hilir. Termasuk distribusi dan logistiknya.

Setelah mendengar penjelasan itu saya tidak mampu lagi menyusun daftar pertanyaan. Saya hanya kirim doa kepada Joao: “Semoga Tuhan memberkati Pak Joao sekeluarga. Aamiin”.

Rupanya Joao menangkap keraguan saya di balik doa itu. Maka ia perlu meyakinkan saya. “Sesuai SOP dan sistem yang kami siapkan, koperasi ini akan berjalan dengan semi autopilot,” katanya. Maksudnya: pakai sistem modern ber-AI.

Bahwa seluruh bangunan ditangani Agrinas Pangan saya tidak terlalu kaget. Agrinas Pangan adalah penjelmaan dari Yodya Karya –yang punya keahlian pekerjaan sipil dan ME. Ketika masih Yodya sudah biasa punya banyak proyek di pelosok-pelosok.

Tapi bahwa akan mengoperasikan seluruh 80.000 koperasi, dari mana kemampuannya? Sebagian, itu tadi, diselesaikan lewat sistem. Berarti kini sedang disiapkan sistem besar dengan melibatkan artificial intelligence. Agrinas punya war room. Berarti Agrinas Pangan akan seperti Alfamart atau Indomaret tapi di desa-desa.

Joao sendiri kepada Uni mengatakan, “Ini koperasi plus plus”. Disebut plus plus karena punya gerai eceran. Punya marketplace juga. Gerai itu termasuk akan menjual kue produksi ibu-ibu di desa. Yang utama tentu menyalurkan barang-barang bersubsidi seperti gas 3 kg dan pupuk.

Itu yang membuat koperasi direncanakan pasti untung. Dan karena itu tidak takut punya pinjaman besar, termasuk untuk membeli kendaraan: satu koperasi beli satu pikap, dua motor gerobak roda tiga, dan satu truk enam roda.

Agrinas yang membelikan semua kendaraan itu. Ternyata tidak semua dari India. Yang 105.000 dari India, yang 45.000 dari dalam negeri (Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi).

Yang sudah mendapat uang muka adalah yang India. Itu karena pabrikan di sana harus mengubah sistem produksi agar bisa mencapai target. India minta kepastian –dibuktikan lewat pembayaran uang muka. Jangan sampai telanjur mengubah pabrik pesanan batal.

Maka ini akan seperti Makan Bergizi Gratis. Begitu ada aba-aba ”Siaaaaaap!” langsung ada yang ”graaak!” Artinya, biar pun jutaan anjing riuh menggonggong, MBG harus berlalu. Pun Agrinas ini. Berarti Joao juga harus siap-siap mendapat Bintang Mahaputera.

Joao sendiri sudah punya pengalaman mengelola pertanian di perdesaan di pedalaman NTT. Istrinya juga punya pengalaman menjadi distributor. Rupanya Joao ingin menjadikan apa yang ia lakukan di NTT ke skala nasional. Ditambah plus plus.

Rupanya Joao sudah lama memendam pemikiran itu. Jangan-jangan sudah sejak lama pula dimatangkan dalam pembicaraan pribadi dengan Prabowo. Sejak sama-sama berjuang memikirkan ekonomi petani di desa.

Joao sahabat dekat Prabowo. Sampai sekarang. Dalam sidang-sidang di Istana Joao sering ikut serta –tidak mungkin itu hanya sebagai dirut cucu perusahaan Danantara.

Rupanya konsep besar itu pula yang pernah diajukannya ke Danantara. Yakni setelah Joao ditunjuk sebagai dirut Agrinas Pangan Nusantara.

Maka enteng saja ia ngambek minta berhenti ketika Danantara tidak kunjung menyetujuinya.

Kini konsep itu sudah disetujui –tidak penting lagi disetujui oleh siapa pun. Joao langsung berlari cepat. Otaknya sudah penuh dengan rencana. Ia bukan dirut yang baru mengadakan rapat perencanaan setelah dilantik. Ia sudah punya konsep matang sejak Agrinas Pangan belum ada.

Ini proyek besar. Pekerjaan besar. Kalau ini sukses, memang akan jadi petir beneran: petir menghidupkan ekonomi di desa. Kalau gagal ia akan jadi petir untuk perekonomian nasional.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Petir India

Thursday, 26 February 2026
Dwi Sasetyaningtyas.--LinkedIn Dwi Sasetyaningtyas

WNI WNI

Wednesday, 25 February 2026
--

Kolegium MK

Tuesday, 24 February 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai 38,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam sesi roundtable Business -Setpres-

Impor BBM

Monday, 23 February 2026
Presiden Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Jumat, 20 Februari waktu setempat. Ia membalas keputusan Mahkamah Agung dengan mengeluarkan skema baru tarif 10 persen untuk sejumlah mitra dagang.-Mandel Ngan/AFP-

Pertunjukan Darurat

Monday, 23 February 2026
Next Post
PK Ormawa dan P2MW Jadi Senjata FSB UNG Kejar Prestasi Nasional

PK Ormawa dan P2MW Jadi Senjata FSB UNG Kejar Prestasi Nasional

Discussion about this post

Rekomendasi

dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Logo Majelis Ulama Indonesia

MUI Desak RI Keluar dari BoP, Kecam Serangan Amerika-Israel ke Iran

Monday, 2 March 2026
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, saat inspeksi takjil untuk uji sampel BPOM di kompleks Menara Kagungan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (26/2). (Foto – Nova/Diskominfotik).

Wagub Sidak Takjil Pastikan Aman Dikonsumsi

Friday, 27 February 2026
New Honda Stylo 160 Glam Black. (foto : dok /daw)

New Honda Stylo 160, Makin Modis Dibanderol Mulai Rp 29 jutaan

Monday, 4 March 2024

Pos Populer

  • Adhan Dambea

    Adhan Ancam Tinggalkan Gerindra, Terkait BSG Sesalkan Fraksi di Deprov Tak ‘Bertaji’

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kasus PETI Saripi Jadi ‘Bola Pingpong’, Berkas Perkara Dikembalikan Kejati ke Polda

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Petir Ngambek

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • THR PPPK-PW, Dana Cukup, Pemda Boleh Cairkan

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Bantu Kaum Dhuafa, Pabrik Gula Gorontalo Salurkan Ribuan Paket Ramadan

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.