Gorontalopost.co.id, LIMBOTO — Geliat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di bulan ramadan begitu terasa. Lapak penjual takjil ada dimana-mana, membuat suasana ramadan di Gorontalo lebih semarak. Kendati begitu, tingkat keamanan terutama panganan takjil yang dijajakan para pelaku UMKM harus dipastikan aman.
Terkait dengan itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) takjil, yang berlangsung di kompleks Menara Keagungan Limboto.
Pengujian takjil dilakukan berdasarkan sampel dari penjual. Setidaknya ada 18 sampel makanan yang diuji, hasilnya negatif. Tidak ada yang mengandung borax, rodamin dan formalin atau zat berbahaya lainya. “Dari sampel ini alhamdulilah aman, negatif semua. Mereka mengaku pakai pewarna tapi pewarna ini layak dan aman digunakan,” jelas Idah.
Wagub Idah sempat berinteraksi dengan para penjual. Salah satu yang menjadi pertanyaannya menyangkut pewarna makanan. Ia meminta agar pewarna makanan meskipun aman dikonsumsi namun perlu dilakukan dengan kadar yang cukup.
“Pewarna makanan layak dikonsumsi tetapi kalau berlebih juga tidak baik untuk kesehatan. Kita ingin penjual laris jualannya di bulan Ramadan dan pembeli bisa membeli dan menikmati takjil yang dijual,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Kepala BBPOM Gorontalo Lintang Purba Jaya menilai selama Ramadan takjil yang dijual aman. Pengujian semacam ini sudah dilakukan di hampir semua kabupaten/kota.
“Kita akan turun di seluruh kabupaten kota untuk melakukan pencegahan makanan kadaluarsa dan makanan berbahaya. Sampai saat ini belum kita temukan produk takjil yang mengandung bahan berbahaya,” tegasnya. (tro)













Discussion about this post