Gorontalopost.co.id, GORONTALO –- Progres proyek cetak sawah seluas lima ribu hektare di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, masih terus diburu. Menteri Pertanian RI memberi tenggat waktu cetak sawah di Desa Manunggal Karya, dan Desa Motolohu Selatan itu, harus beres 31 Maret mendatang, atau satu bulan lagi.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau langsung progres percetakan sawah itu.
Gubernur didampingi Sekdaprov Gorontalo Sofian Ibrahim, Kadis Pertanian Muljady Mario, Wakil Bupati Pohuwato, Kepala Seksi Teritorial Korem 133/NWB, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. Rombongan meninjau langsung lokasi percetakan sawah di kawasan daerah irigasi Randangan.
Menurut Gubernur, untuk memacu progres percetakan sawah dapat mencapai target yang ditetapkan Menteri Pertanian, setidaknya membutuhkan alat berat seperti ekskavator sebanyak 160 unit.
“Kita membutuhkan kurang lebih 160 (ekskavator) untuk bisa mengejar target itu.Tapi bagi saya yang penting ada pekerjaan di lapangan dengan kekuatan itu. Mudah-mudahan kita lihat waktunya,” kata Gusnar.
Proyek ini telah dimulai sejak Desember 2024 lalu, Gusnar mengakui pada peninjauan ini terdapat sejumlah hambatan di lapangan, terutama keterbatasan jumlah ekskavator untuk membuka lahan dan membentuk petak-petak sawah. Pemerintah provinsi akan segera melakukan penambahan alat berat guna mempercepat proses pekerjaan itu.
“Kalau tidak bisa mencukupi kita minta tambah, yang penting pekerjaan tetap jalan dengan kekuatan itu. Nanti tambahan ekskavatornya ada milik perusahaan, ada yang bisa disewa, direntalkan, banyak sumber-sumber ekskavator di Golontalo sini maupun di Manado yang bisa dikerahkan,” imbuhnya.
Berdasarkan laporan pengawas lapangan, jumlah alat yang tersedia saat ini mencapai 90 unit. Alat tersebut terdiri dari 67 unit ekskavator, lima unit dozer, 13 unit traktor roda empat, dan lima unit traktor roda dua.
Dari jumlah ekskavator yang tersedia, hanya dua hingga tiga unit yang beroperasi aktif setiap hari. Kondisi ini membuat capaian cetak sawah masih berkisar satu hingga dua hektar per hari.
Meski demikian, sebagian lahan yang telah dicetak sudah mulai ditanami meskipun masih terbatas. Proses pencetakan dan pengolahan lahan akan terus dilanjutkan secara bertahap.
“Tadi koordinasi dengan Kepala Balai Sungai menyangkut jaringan irigasinya, terutama tersiernya, semua bisa dijangkau. Memang ada beberapa hektar yang di luar jaringan itu. Nah itu sudah akan ada treatment baru untuk membangun pompa-pompa air, khusus untuk mengairi areal yang tidak masuk dalam jaringan daerah irigasi,” jelas Gusnar.
Data lapangan, realisasi cetak sawah hingga 24 Februari 2026 di Kecamatan Randangan mencapai 423 hektare. Kegiatan ini didukung pembangunan infrastruktur berupa saluran pembuang sepanjang 16.712 meter, saluran tersier 5.942,5 meter, pematang 29.642 meter, jalan usaha tani 180 meter, serta pemasangan satu unit pintu air.
Dari total 519 hektare lahan yang telah dicetak, seluas 135 hektare sudah diolah menggunakan alat yang tersedia. Di Desa Manunggal Karya, realisasi cetak sawah mencapai 37 hektare, sementara di Motolohu Selatan seluas 30 hektar. (tro)












Discussion about this post