Gorontalopost.co.id, MARISA — Pani Gold Mine, tambang emas yang dikelola Merdeka Gold Resources di Kabupaten Pohuwato, resmi memulai tahapan produksinya, Sabtu (14/2).
Pani Gold Mine mengundang Gubernur Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah RH, Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga, dan jajaran Forkopimda untuk menghadiri syukuran menuju produksi.
Dalam kesempatan itu, Pani Gold Mine memperlihatkan hasil produksi pertama perusahaan, yakni berupa emas dan silver berbentuk balok seukuran bata, dengan berat 14,72 Kg.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin menyebut, produksi pertama Pani Gold Mine itu mengandung unsur emas 40 persen, dan perak 60 persen.
Kata dia, jika dijual ke market, harganya bombastis, yakni senilai USD 1 Juta atau kurang lebih Rp 16,7 Miliar. Pani Gold Mine menargetkan produksi emas dari tambang Gunung Pani tahun ini sebesar 100.0oo ounces.
“Insya Allah sesuai rencana dalam rencana kerja dan anggaran biaya tahun ini, kita menargetkan kurang lebih 100.ooo ounces emas,”ujarnya. Target itu akan terus meningkat ditahun-tahun berikut
Bahkan, Pani Gold Mine kata dia, sedang melanjutkan tahap konstruksi untuk Carbon in Leach (CIL), tahap ini akan disertai dengan investasi yang cukup signifikan, yang tentunya akan memperluas dampak ekonomi, meningkatnya kapasitas produksi, serta memperbesar kontribusi bagi daerah.
“Apabila proses CIL selesai, maka kita bisa (produksi) tiga kali lipat dari yang ada ini,”jelasnya kepada wartawan usai seremonial syukuran. Lebih lanjut Boyke mengatakan, pihaknya patuh dan komitmen dengan regulasi pajak dan retribusi untuk daerah.
Kata dia, dengan dimulainya produksi maka daerah mendapatkan royalti dari hasil penjualan emas, yakni untuk pemerintah Kabupaten Pohuwato sebesar 32 persen, pusat sebesar 20 persen, pemerintah provinsi 16 persen, dan lima pemerintah kabupaten/kota di Gorontalo mendapatkan 32 persen. Pembagian royalti ini dipastikan mendongkrak fiskal daerah, yang belakangan dihadapkan dengan kebijakan efisiensi anggaran.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut baik tahap produksi Pani Gold Mine di Pohuwato. Kata dia, pertambangan akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Gorontalo.
Gusnar yakin dengan hadirsnya Pani Gold Mine, dan diberlakukanya Izin Pertambangan Rakyat (IPR), pertumbuhan ekonomi Gorontalo akan mudah mencapai 6 persen.
Menurut Gubernur, pertumbuhan ekonomi Gorontalo selama ini sangat baik, bahkan berada di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi itu belum ditopang sektor pertambangan, tapi lebih dominan pertanian dan perikanan. (tro)











Discussion about this post