gorontalopost.co.id – Kebutuhan masyarakat jelang ramadan mulai merangkak naik. Yang paling diburu untuk awal ramadan biasanya adalah ayam, seperti telah menjadi tradisi, sahur perdana biasanya dengan menu daging ayam. Tidak heran, harga daging ayam ras pun merangkak naik. Di Pasar Sentral Kota Gorontalo, per ekor kini dibanderol hingga Rp 75 ribu, bahkan berpotensi naik sebab permintaan masyarakat yang tinggi.
Seorang pedagang ayam potong di Pasar Sentral Gorontalo, Isal (20), mengatakan harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp60.000 per ekor. Kemudian naik menjadi Rp 70 ribu, dan kini menjadi Rp 75 ribu. “Kalau harga normal biasanya cuma Rp60.000, sekarang sudah naik jadi Rp70.000 sampai Rp75.000. Kalau hari-hari besar bisa sampai Rp90.000,” ujar Isal saat ditemui (15/2).
Menurut Isal, kenaikan harga ayam potong terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa. Biasanya, lonjakan harga terjadi saat mendekati hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri.
Kenaikan harga tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga setelah Lebaran. Meski demikian, untuk saat ini harga masih berada di kisaran Rp70.000 per ekor dan belum ada kepastian apakah akan kembali naik dalam waktu dekat.
Dampak dari kenaikan harga ini turut dirasakan oleh para pedagang. Isal mengungkapkan bahwa jumlah pembeli mengalami penurunan meski tidak signifikan dibandingkan hari-hari biasa. “Pembeli masih ada, tapi lumayan berkurang sedikit karena harga naik,” katanya. Para pedagang berharap harga ayam potong dapat kembali stabil setelah momen Ramadan dan Lebaran, sehingga daya beli masyarakat kembali normal. (mg-05)













Discussion about this post