Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Sebagai penggerak ekonomi masyarakat, keterlibatan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam setiap iven expo atau pemaran dinilai penting. Tidak saja menjadi etalase produk dan ajang jualan, tapi lebih dari pada menunjukan eksistensi UMKM yang terus tumbuh.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah RH mengapresiasi Bank Indonesia Gorontalo yang menghadirkan pameran UMKM disela pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sulampua terkait Swasembada Pangan yang berlangsung di kantor perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Rabu (11/2).
Menurut Wagub, kehadiran UMKM dalam sebuah kegiatan tidak boleh sekadar menjadi pelengkap acara, tetapi harus memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha. Ia pun mengingatkan panitia agar mendorong para peserta dan tamu undangan untuk membeli produk yang dipamerkan.
“Hari ini ada UMKM. Saya harap ketika mereka diundang, harus ada hasil nyata. Ajak para peserta dan tamu undangan untuk membeli produk mereka. Supaya mereka senang dan semakin semangat untuk terus berpartisipasi,” ujar Wagub saat diwawancarai.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan pangan organik di Gorontalo. Ia mengakui, produk organik masih belum sepenuhnya familiar di tengah masyarakat. Padahal, pada pameran seperti ini, harga yang ditawarkan relatif terjangkau meskipun jumlah produksinya masih terbatas.
“Saya sudah memulai ini. Pernah kegiatan yang saya buat, sovenirnya berupa sayuran dan buah buahan. Ini langkah kita untuk menyemangati petani organik agar terus berproduksi dan mengembangkan pertanian yang sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain meninjau pameran, Idah Syahidah juga menyoroti kesiapan daerah menghadapi bulan Ramadan. Ia mengapresiasi upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan. Namun demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan maupun penimbunan.
“Sebagai pejabat negara dan pimpinan daerah, kita harus memberi contoh dengan tidak menimbun atau berbelanja secara berlebihan. Jika terjadi penimbunan, masyarakat bisa tidak kebagian dan harga menjadi tinggi. Itu tentu merugikan daerah kita sendiri,” tandasnya. (tro)













Discussion about this post