gorontalopost.co.id – Rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara – Gorontalo (BSG) yang berlangsung di Manado, Selasa (10/2) lalu, menjadi momentum dimana Gorontalo menjadi perhatian utama para pemegang saham. Hasilnya, RUPS yang diikuti seluruh kepala daerah se Sulut dan Gorontalo itu tidak saja mengevaluasi kinerja perseroan, namun turut memberikan posisi istimewa untuk Gorontalo, yakni sebagai komisaris dan direksi.
Seperti diketahui salah satu dari enam kursi komisaris kini ditempati Rania Riris Ismail, perempuan muda yang aktif dibidang ekonomi dan bisnis. Rania diketahui sebagai bendahara umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Gorontalo, serta salah satu kursi direksi BSG kini ditempati Rudiyanto Katili, bankir yang memiliki segudang pengalaman di BSG.
Menariknya, penetapan dua ‘orang Gorontalo’ dalam jajaran bos BSG itu, ditetapkan langsung oleh pemegang saham pengendali, yakni Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling. Di BSG, setelah Pemprov Sulut, PT Mega Corpora yang dipimpin Chairul Tanjung merupakan pemegang saham pengendali kedua.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi Gorontalo Noval Abdussamad kepada Gorontalo Post, Kamis (13/2) menjelaskan bahwa para pemegang saham mempercayakan kedua orang tersebut dan meyakini mampu memenuhi target yang dipatok BSG.
“Dalam susunan Direksi dan Komisaris BSG, Gubernur Sulut sebagai pemegang saham pengendali 1 dan Chairul Tanjung dari Mega Corporate sebagai pemegang saham pengendali 2 mempercayakan Rudiyanto Katili sebagai Direksi dan Rania Riris Ismail sebagai Komisaris Independen,”jelasnya.
Para pemegang saham menilai bahwa kedua orang tersebut mempunyai track record dan memenuhi syarat sebagai pimpinan BSG. Lebih dari itu, keduanya juga diyakini bisa membawa BSGmencapai target laba Rp 500 Miliar pada tahun 2026 yang dipatok oleh para pemegang saham. (tro)













Discussion about this post