Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Gorontalo akhirnya memiliki wakil dalam jajaran ‘bos’ Bank Sulut-Gorontalo (BSG). Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung di Manado, Selasa (10/2), nama Rania Riris Ismail ditetapkan sebagai salah satu dari enam jajaran komisaris. Rania adalah menantu dari Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Gusnar juga hadir dalam penetapan keputusan RUPS itu, bersama-sama dengan jajaran pemegang saham yang lainya. Selain kursi komisaris, Gorontalo juga mendapatkan ‘jatah’ kursi direksi, yakni jabatan Direktur Dana, kini diisi Rudiyanto Katili, mantan Kepala Cabang BSG Kota Gorontalo.
Nama Rania Riris Ismail sebetulnya bukan nama baru yang diusulkan masuk dalam jajaran BSG. Istri anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail ini juga sempat mengemuka pada RUPS BSG tahun lalu.
Namun ketika itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling yang memegang palu kendali RUPS, lebih memilih orang-orang dekatnya, tepatnya tim kampanyenya saat Pilkada Gubernur Sulut sebagai komisaris. Keputusan RUPS BSG itu mengundang reaksi dari pesaham di Gorontalo.
Sejumlah kepala daerah memprotesnya sebagai bentuk diskriminasi terhadap Gorontalo, karena tak satu pun wakil Gorontalo dalam jajaran komisaris dan direksi. Pada RUPS yang berlangsung di Manado, kemarin, Gorontalo mendapat perhatian. Tak hanya kursi komisaris, jatah direksi juga diperoleh.
Sosok Rania Riris Ismail
Nama Riris menjadi sorotan, apalagi ia muncul dalam suasana RUPS BSG yang berlangsung di Manado, kemarin. Kehadirannya langsung dikaitkan dengan posisi strategis yang bakal ditempatinya di BSG.
Benar saja, menantu Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail ini ditetapkan sebagai komisaris independen BSG. Perempuan kelahiran 17 Juli 1992 ini memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional yang mumpuni, di bidang keuangan dan manajemen bisnis.
Latar belakang itu yang dinilai jika istri ketua fraksi Demokrat DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail, ini memiliki modal kuat untuk duduk dalam jajaran komisaris BSG.
Apalagi saat ini, Riris tengah menyelesaikan pendidikan program magister dengan konsentrasi manajemen ekonomi, dan fokus pada keuangan dan business marketing. Dalam keseharian profesionalnya, ia aktif sebagai Financial Advisor yang memberikan layanan pendampingan dan perencanaan keuangan bagi klien.
Dikutip dari berbagai referensi, rekam jejak karier Riris terbilang solid. Ia pernah bekerja pada Toyota Astra Motor Group, salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia.
Ia juga pernah menjabat sebagai Finance Manager di PT Buana Lautan Mas, Jakarta, posisi yang menuntut kemampuan pengelolaan keuangan perusahaan secara strategis dan operasional.
Tak hanya pengalaman kerja, Riris juga mengantongi sertifikasi Certificate Risk Management Officer (CRMO), yang menjadi standar kompetensi bagi calon pimpinan atau pengelola risiko di perusahaan, khususnya di sektor keuangan dan korporasi. Saat ini, ia juga mengemban amanah sebagai Bendahara Umum HIPMI Gorontalo.
Dengan kombinasi pendidikan, pengalaman profesional, dan sertifikasi di bidang manajemen risiko, Rania Riris Ismail dinilai layak menjalankan tugas sebagai Komisaris BSG, terlepas dari sorotan publik terkait hubungan kekeluargaannya dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, yang merupakan salah satu pesaham utama BSG.
Menanggapinya, Erwin Ismail, dalam rilis kepada media memberikan klarifikasi dengan tenang. Erwin menyebut jika keputusan pengangkatan istrinya sebagai komisaris BSG mutlak keputusan pemegang saham.
“Saya bukan pemegang saham, para kepala daerah-lah selaku pemegang saham yang punya kapasitas termasuk mengusulkan istri saya. Saya lebih kepada support yang terbaiklah untuk istri dan juga daerah ini. InsyaAllah jika dilihat dari latar belakangnya, maka keputusan (menjadikan Riris sebagai komisaris) ini benar-benar didasari pada kebutuhan profil pendidikan dan pengalaman figur, bukan yang lainnya,” tegasnya. (gp)












Discussion about this post