Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Badan pengelola investasi, Danantara melalui PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD menginisiasi program hilirisasi ayam terintegrasi, yang di pusatkan di Gorontalo Utara.
Program yang dinilai strategis dalam mendukung kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat ini mulai dibangun setelah ground breaking di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara, Jumat (6/2).
Selain di Gorontalo, program ini juga berlangsung di Jakarta, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat groundbreaking (peletakkan batu pertama) Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi, mengatakan bahwa program hilirisasi ayam terintegrasi memiliki dampak langsung terhadap penguatan sektor peternakan daerah dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Gorontalo Utara.
“Kegiatan ground breaking ini sudah kita nanti nantikan. Pak gubernur bahkan sudah beberapa kali meninjau lokasi ini. Tentu kami Pemerintah Provinsi Gorontalo menyambut baik program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi, karena sangat strategis dan sejalan dengan program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Idah.
Menurutnya, keberadaan industri peternakan ayam terintegrasi akan mendukung ketersediaan bahan pangan bergizi, terutama daging ayam dan telur, yang menjadi salah satu kebutuhan utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program ini tidak hanya mendukung pelaksanaan MBG, tetapi juga berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” tambahnya.
Idah menjelaskan, pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dirancang dalam satu sistem produksi yang menyeluruh, mulai dari pembibitan ayam, pabrik pakan, rumah potong hewan unggas, hingga unit pengolahan dan distribusi hasil peternakan.
Ia berharap, implementasi program ini dapat mendorong pengembangan subsektor peternakan di daerah, memperkuat ketersediaan produk unggas nasional, membuka lapangan kerja baru, serta menggerakkan perekonomian desa dan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan. Groundbreaking turut dihadiri Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro. (tro)













Discussion about this post