Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Keberadaan ibu dan anak korban hanyut di sungai Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo sejak Sabtu (03/01) hingga kini masih misterius. Bahkan, proses pencarian terhadap SI (26) dan anaknya AD (9) telah dihentikan pada Jumat (9/1/2026) pekan lalu.
Hal ini disampaikan Danpos SAR Marisa, Alan Lasena saat dihubungi Gorontalo Post, Selasa (13/1). “Pencarian sudah dihentikan, dan akan dilanjutkan dengan pemantauan,” kata Alan Lasena.
Lebih lanjut Alan berharap, satu saat ada tanda-tanda atau petunjuk untuk korban ditemukan. Pihaknya kata Alan sudah memberikan informasi kepada para nelayan di Desa Bilato, kemudian masyarakat yang ada di bantaran sungai.
“Kami tinggal tunggu info dari mereka. Kalau ada kabar korban ditemukan, kami segera meluncur ke lokasi untuk evakuasi,” jelas Alan. Pihaknya kata Alan masih menganggap status korban hilang bukan meninggal dunia.
“Di kami Basarnas bilang bahwa korban ini hilang. Artinya, hilang bisa saja ditemukan dalam keadaan hidup ataupun meninggal dunia,” tutup Alan.
Sebelumnya Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basrnas, Sat Brimob, Dit Samapta, Dit Polairud Polda Gorontalo, serta Sat Samapta Polres Gorontalo, Polsek Boliyohuto dan Unsur TNI telah melakukan pencarian terhadap kedua korban diperluas hingga ke muara sungai Desa Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo.
Tim bersama warga terus berupaya melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (LCR) dan speedboat sejauh ke arah hilir dari titik lokasi kejadian perkara (LKP). Kemudian melakukan pengamatan visual di sepanjang tepian serta berkoordinasi dengan warga setempat dan nelayan yang melintas.
Kasat Samapta Polres Gorontalo, AKP Yunus Mi’raji, S.H. yang memimpin tim dari Samapta Polres juga mengimbau kepada warga yang beraktivitas di sekitar lokasi sungai, untuk segera melapor ke posko darurat jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban.
Sebagai Informasi bahwa Korban, SI(26) dan anaknya AD(9), hilang setelah mencoba menyeberangi sungai yang arusnya deras bersama satu korban selamat lainnya, YI (50), dimana Ketiganya memaksakan diri menyeberang dengan posisi saling berpegangan tangan, pada Sabtu (03/01/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. (roy)












Discussion about this post