Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo, resmi menetapkan seorang konten kreator berinisial ZH, yang dikenal publik dengan nama Ka Kuhu, sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelanggaran hak cipta.
Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik menyelesaikan rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan yang telah berlangsung cukup lama.
Kapolda Gorontalo melalui Kabid Humas, Kombes Pol. Desmont Harjendro Agitson Putra,S.I.K.,M.T. mengatakan, Ditreskrimsus telah menetapkan ZH alias Ka Kuhu yang juga konten kreator sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelanggaran hak cipta.
Di mana kasus ini bermula dari laporan resmi yang diajukan oleh pihak yang mengaku sebagai pemegang hak cipta sah atas karya yang diduga digunakan tanpa izin.
“Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik dengan memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan alat bukti yang dinilai relevan dengan dugaan tindak pidana,” ujar mantan Wadir Lantas Polda Gorontalo ini.
Sementara itu, Kuasa hukum pelapor, Rongki Ali Gobel, membenarkan bahwa kliennya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari pihak Kepolisian. Dalam surat tersebut, penyidik menyampaikan perkembangan signifikan berupa penetapan status tersangka terhadap ZH.
“Berdasarkan SP2HP yang diterima klien kami dari Polda Gorontalo, saudara ZH telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelanggaran hak cipta,” ujar Rongki saat dikonfirmasi awak media, Selasa (13/1).
Menurutnya, penetapan tersebut menunjukkan bahwa penyidik menilai telah terpenuhi unsur pidana, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Adapun pasal yang disangkakan kepada ZH berkaitan dengan pelanggaran hak ekonomi pencipta, yakni Pasal 113 Ayat (3) juncto Pasal 9 Ayat (1) huruf b dan g, serta Pasal 9 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
“Pasal-pasal tersebut mengatur larangan penggunaan, penggandaan, serta pendistribusian karya cipta tanpa izin dari pemegang hak yang sah, yang berpotensi menimbulkan kerugian secara ekonomi,” paparnya.
Kasus ini turut menarik perhatian publik lantaran sebelumnya Ka Kuhu sempat melontarkan pernyataan kontroversial melalui media sosial.
Dalam salah satu komentarnya, ia menyebut akan ‘Memotong jari’ apabila aparat penegak hukum benar-benar menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Kalimat ini sempat menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai pernyataan itu sebagai bentuk tantangan terhadap proses hukum, sementara lainnya menganggapnya sekadar ekspresi emosional tanpa mempertimbangkan konsekuensi hukum yang menyertainya.
Seiring dengan penetapan status tersangka ini, kasus yang menjerat Ka Kuhu pun menjadi sorotan luas, tidak hanya karena sosoknya dikenal sebagai konten kreator, tetapi juga karena isu perlindungan hak cipta yang kerap menjadi polemik di era digital.
Banyak pihak menilai perkara ini dapat menjadi hal penting bagi para kreator agar lebih berhati-hati dan menghormati karya orang lain. Saat ini, proses hukum selanjutnya sepenuhnya berada di tangan penyidik dan penegak hukum terkait.
Publik pun menantikan perkembangan lanjutan dari kasus ini, termasuk dampaknya terhadap perjalanan karier Ka Kuhu di dunia konten digital.(tha)












Discussion about this post