Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Capaian Tes Kompetensi Akademik (TKA) siswa di Provinsi Gorontalo dinilai tidak bisa dilepaskan dari keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah.
Selama ini, rendahnya hasil TKA kerap diarahkan pada persoalan kompetensi guru, padahal terdapat faktor lain yang turut menentukan kualitas belajar siswa.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, Rudi Syaifullah, menegaskan bahwa persoalan capaian akademik harus dilihat secara menyeluruh.
Menurutnya, memperkuat kompetensi guru memang penting, namun tidak cukup jika tidak diimbangi dengan fasilitas belajar yang memadai.
“Kita melihat capaian anak didik. Kompetensi guru memang harus terus diperkuat, tetapi ada banyak faktor lain yang perlu diperhatikan, salah satunya sarana dan prasarana sekolah,” ujar Rudi, Senin (12/1/2026).
Ia menyebut, kondisi ruang belajar, kelengkapan fasilitas, hingga kenyamanan lingkungan sekolah berpengaruh langsung terhadap konsentrasi dan motivasi belajar siswa.
Sekolah dengan fasilitas terbatas dinilai berpotensi menghambat proses pembelajaran, meski tenaga pendidiknya telah berupaya maksimal.
Rudi juga menyoroti faktor lingkungan sekolah yang kerap luput dari perhatian, seperti perundungan atau bullying. Menurutnya, kondisi psikologis siswa yang terganggu dapat berdampak langsung pada prestasi akademik, termasuk hasil TKA.
“Kita harus duduk bersama melihat apa saja penyebabnya. Apakah anak-anak sudah merasa nyaman berada di sekolah untuk belajar, atau justru menghadapi tekanan di lingkungan pendidikan,” katanya.
BPMP Provinsi Gorontalo mendorong pemerintah daerah, sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk tidak saling menyalahkan, melainkan berkolaborasi mencari solusi.
Evaluasi sarana-prasarana, perbaikan iklim sekolah, dan penguatan kualitas pembelajaran dinilai perlu berjalan beriringan agar peningkatan mutu pendidikan di Gorontalo dapat tercapai secara berkelanjutan. (Tr-76)













Discussion about this post