Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Komposisi kabinet Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie (Gusnar-Idah) segera mengalami penyegaran.
Perombakan kabinet ini adalah kali pertama menyentuh jajaran eselon II atau jabatan tinggi pratama, sejak Gusnar-Idah dilantik hampir setahun ini. Bisik-bisik di kalangan ASN pun mulai hangat, siapa kemana, dan jabatan apa?
Menariknya, ada juga pejabat yang mulai melakukan pendekatan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur dengan cara ‘extrime’, yakni menyiapkan bingkisan agar tidak ‘masuk kotak’.
Aksi gratifikasi ini disentil Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah RH, saat memimpin apel perdana ASN di lingkungan Pemprov Gorontalo, Senin (5/1) di halaman Museum Purbakala Gorontalo. Idah dengan tegas menyebut menolak hal-hal kotor seperti itu.
Kata dia, makin mendekati waktu mutasi, ada pejabat yang datang bawa bingkisan, ia menegaskan, upaya-upaya seperti tidak akan memengaruhi keputusan apa pun terkait penempatan jabatan. Sebab lanjut Idha, semua dilakukan sesuai mekanisme mutasi dan penempatan pejabat.
Ia memastikan perombakan kabinet dilakukan secara profesional dan berbasis kompetensi, bukan karena kedekatan personal, nepotisme, maupun praktik jual beli jabatan.
Penataan OPD, kata dia, dilakukan karena struktur organisasi yang ada saat ini dinilai sudah tidak sepenuhnya relevan dengan tantangan pembangunan ke depan, khususnya menghadapi ekonomi digital dan perubahan iklim.
Oleh karena itu, diperlukan birokrasi yang lebih adaptif, ramping, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. “Setiap kebijakan dan program pemerintah harus berbanding lurus dengan kebutuhan masyarakat. Kita ingin birokrasi yang efektif, kolaboratif, dan meninggalkan ego sektoral. Tidak boleh lagi ada OPD yang berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Perombakan kabinet yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini yakni menyentuh perubahan pada pimpinan OPD sebagai bagian dari penataan organisasi. Perubahan tersebut meliputi rotasi, penugasan sebagai staf ahli, serta penyesuaian lainnya setelah penataan pejabat eselon II, III, dan IV rampung.
“Ini tinggal menunggu beberapa hari ke depan. Semua dilakukan melalui mekanisme yang sudah ditetapkan,” ujarnya. “Jabatan itu amanah. Ia akan datang sendiri jika kita berprestasi. Tidak perlu mencari muka ke Gubernur, Wakil Gubernur, atau Sekda. Semua lewat manajemen talenta dan tidak bisa diintervensi oleh siapa pun,”tutupnya. (tro)













Discussion about this post